Suplemen Bimbingen PA Moria, tgl.8-14 Februari 2015

Nats       : Roma 8 : 20 – 25
Thema    : Mpekena tinepa sienggo kelsehen.
Tujun      : Gelah Moria :
- Meteh uga kelsehenna tinepa Dibata
- Reh nggitna mpekena-kena tinepa Dibata
 
(1) Mula-mulana kerina tinepa Dibata tuhu-tuhu mehuli ras sempurna. Banci sipepayo tupung Dibata nepa doni enda alu sistematis, teridah pe Dibata sendiri nehken kata: “tuhu-tuhu mehuli” (Kej. 1 : 4, 10, 12, 18, 21, 25).
Guna merespon ras ngejabken kiniulin tinepaNa enda, mari siendeken KEE No. 48 : 1
 

Khotbah Kejadin 1:26-28, Pekan Penatalayanen Wari V, Kamis 22 Januari 2015

Invocatio :
“Perukurenndu bali min ras perukuren Kristus Jesus” (Pilipi 2:5).

Ogen : Epesus 4 : 17 – 24; Khotbah : Kejadin 1 : 26 – 28

Tema : “Nggeluh ibas tempas Dibata” (“Berbudaya”)

I. Kata Perlebe
GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) ngingetken kita maka konteksta eme ibas kebudayan “Batak Karo”. Tapi lit kalak simeraguken budaya Karo enda mbaba keuntungen entah mbaba kerugin nandangi kekristenenta. Kita lit ibas dua ekstrim eme sipemena kalak siempeganjang budaya asangken Injil, sipeduaken kalak sierpala-pala nasapken budaya alu Injil. Duana cara rukur enda empertentangken Injil ras budaya, padahal situhuna la perlu ipertentangken. Siperlu sibahan eme mengkontekstualisasiken Injil kubas kebudayanta. Kita la perlu nadingken kebudayanta guna jadi kalak Kristen, tapi uga kita jadi kalak kristen siberbudaya.

 

Khotbah Lukas 23:33-43, Jumat 18 April 2014 (Jumat Agung)

Introitus :

“Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah” (Yesaya 53:4).

Bacaan : Mazmur 22 : 2-12 (Responsoria); Khotbah : Lukas 23:33-43 (Tunggal)

Tema : “Hukuman kita Ditanggung Yesus”

 

I. Pendahuluan

Umumnya kematian dipandang manusia sebagai sesuatu yang mengerikan, tetapi sudut pandang tertentu melihat kematian sebagai sesuatu yang menyenangkan. Keinginan hati manusia dipenuhi saat kematian seseorang yang tidak ia sukai. Merasa puas dan menang atas kematian orang lain.

Pada tahun 1551, ketika tersiar kabar di katedral tanah kelahiran John Calvin di Noyon bahwa sang reformator telah meninggal, mereka merayakannya dan mengucap syukur kepada Tuhan karena telah mengakhiri hidup seorang sesat. Padahal semangat Calvin untuk membaharui gereja tetapi dianggap sebagai pembuat keonaran dan mengganggu ketenteraman. Kegembiraan mereka terhenti karena akhirnya mereka mengetahui bahwa rumor kematian Calvin sangat prematur. Calvin masih hidup tigabelas tahun lagi setelah isu itu.

   

Melayani dengan Kasih

Seorang wanita menikah dengan suami yang tidak dicintainya. Suaminya menuntut istrinya bangun jam 5 pagi setiap hari dan mela-yaninya setiap ia hendak bekerja, menyediakan makanan pagi. Semua itu harus dilakukannya tanpa boleh membantah sedikit pun. Hidup istri ini sangat menderita karena harus melayani dan memuaskan suaminya, seperti seorang pembantu saja.

 

Khotbah 1 Yohanes 1:1-10, Minggu 12 April 2015

Introitus :
“Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia” (Yohanes 1:4).

Pembacaan : Mazmur 133 (Anthiponal); Khotbah : 1 Yohanes 1:1-10 (Tunggal)

Tema : Terang Allah Mempersatukan Kita.


Pengantar
Sebagai orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, tentu kita harus memiliki pengenalan akan siapa itu Allah kita dan bagaimana kita harus hidup di dalam Dia. Hal itu membawa kita memahami bagaimana kita harus hidup sesuai kehendak Tuhan. Sebagai anak-anak Tuhan tentu kita harus hidup di dalam terang dan menjauh dari pebuatan-pebuatan gelap. Karena terang itu membawa kita kepada hidup sedangkan kegelapan membawa kita kedalam maut.

Pendalaman Nats.
Surat I Yohanes merupakan surat yang di tuliskan oleh Rasul Yohanes untuk mengingatkan pembacanya akan adanya pengajaran-pengajaran sesat. Surat ini juga membangun jemaat untuk memiliki semangat persekutuan. Pembacanya di dorong untuk saling mengasihi dan hidup dalam persekutuan dengan Kristus. Yang disaksikan dalam persekutuan hidup yang erat dan teguh. Melalui surat ini Yohanes menyebutkan bahwa orang yang beriman harus mengetahui akan perbedaan dari gelap dan terang. Setiap orang yang hidup dalam persekutuan dengan Kristus haruslah hidup dalam terang. Hal ini di saksikan Rasul Yohanes dalam nats khotbah kita yang terdiri dari dua bagian:
1. Ayat 1-4  Kesaksian Firman Yang Hidup.
Merupakan kesaksian yang diberitakan Yohanes* akan apa yang ia dengar dan apa yang ia lihat tentang Firman yang hidup, yaitu Yesus Kristus**. Firman yang hidup itu menyatakan diri dan memberi pengertian akan hidup yang kekal yang ada di dalam Bapa. Dan itu jugalah yang ingin Yohanes sampaikan. Dengan tujuan supaya setiap pembaca suratnya juga mendapatkan pengertian dan hidup bergaul dengan Allah. Karena hubungan yang baik dengan Allah-lah yang harus menjadi dasar dalam sebuah persekutuan. Karena persekutuan orang-orang percaya itu adalah persekutuan dengan Bapa dan AnakNya, Yesus Kristus.

   

Page 3 of 50

Login Form