Suplemen PA Moria 14-20 Februari 2016, Ogen Kuan-Kuanen 14:6-9

Thema :
Nggit Erlajar

Tujun :
Gelah Moria  terus erlajar guna ndatken kepentaren, ngembangken kepentaren
 guna kiniulin geluhna ras kerina jelma
 
 

1. Erlajar merupaken sada hal si la banci lang ilakoken manusia mulai kitik-kitik nari seh ia nadingken doni enda. Sebab lit pepatah kalak karo : “erlajar seh metua” emaka nai-nai nari seh gundari tetap kita idorong gelah terus menerus menuntut ilmu, sebab arah pemeteh/ilmu kerina banci irobah. Kai ateta si bahan pe menuntut pemeteh. Kalak si erpemeteh pasti menuju kesuksesan, tapi kalak si la erpemeteh menuju kehancuran. Emaka  maju  nge ateta tah hancur..? pasti jawabta maju. Janah guna mendorong generasi gelah erlajar eme kam pernanden/Moria, sebab Moria me si ndeherna ras keluarga, ndeher ras Bapa bagepe ndeher ras anak-anak. Emaka teruslah si dorong anak jabunta gelah erlajar…erlajar terus. Jangan abaikan waktu yang ada. Semasih ada kesempatan manfaatkanlah, ula tunda wari pagi guna erlajar gelah reh meningkatna kegeluhenta.

2. Kitab kuan-kuanen (Amsal bhs.Indonesia), eme sebahagian besar tulisen Salomo anak Daud, Raja ketelu i Bangsa Israel (1:1). Inti dari surat Kuan-kuan eme :
“Bena-bena kepentaren eme erkemalangen man Dibata” (kuan-kuanen 1:7). Berarti  Salomo  pe menekanken  maka harus erpemeteh/berhikmat. Janah kepentaren enda banci idat arah erlajar terus menerus. Emaka Raja Salomo terus erlajar ras erkiniteken, emaka ope denga ia memulai tugasna pindona lebe pemeteh ibas Dibata nari (I Raja-raja 3:1-15). Nina Salomo “Emaka bereken man bangku kepentaren si kuperluken guna ngajari bangsandu alu kebujuren ras kebeluhen membedaken sibujur ras sijahat (I Raja-raja 3:9).
Siperdiateken bas Kuan-kuanen 13 enda, penulis memulai anak si pentar ipergermetkenna adi Bapana mereken ajar (Ay.1). berarti orangtua mengajari anak-anakna gelah ndatken pemeteh, sipenting iajarken eme : kinibujuren, la meganjang rukur, la pekulah-kulah,, la nogok. Enda me piga-piga si harus situriken man generasinta, sebab adi bagenda me perbahanen si mehuli siniarapken Dibata gelah generasi enda maju ndatken pemeteh simehuli guna masa depanna. Sebab kerina kal kita ngarapken maka generasinta erpemeteh, emaka harus rusur si singetken man bana gelah tutus atena erlajar kerna IPTEK, duana pemeteh enda menentuken masa depanna guna maju ia.
Kuan-kuanen ndai ngataken : kalak pekulah-kulah ia bayak, ternyata kadena pe labo lit, ma aneh kal, janah kalak si pekulah-kulah ia musil tapi bayak ia, si enda ma labo mehuli adi bagenda kapndu manusianta, kuga jadina pagi generasinta.
“kalak bujur desken  sinalsal si har-har, kalak jahat bali kap ras lampu si midep-idep” (Ay.9)

3. Moria GBKP eme si utama kal guna meningkatken pemeteh anak jabu, guna si e maka min kerina Moria harus menanamken nilai-nilai mendidik, gelah reh warina reh pentarna anak-anak ras bagepe anak jabunta. Bagepe min warga GBKP enda harus kerina erpemeteh. Kata Dibata merupaken utamakal gelah kamjun jaman enda banci sihadapi berdasarkan pemeteh si enggo si pelajari.


Kinibujuren eme merupaken inti si harus si ajarken, kenca si e maka siajarken pemeteh guna kepentaren erpalasken IPTEK. Sebab Dibata ngarapken kerina anak-anakNa jadi kalak si erkuasa I doni enda, bagepe kerina anak-anakna gelah ersinalsal.


Salam,
Pdt. A. Brahmana
081317054961

 

Khotbah Lukas 4:14-21, Minggu 24 Januari 2016

Invocatio :
Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita.  Ia telah mati dan dikubur,   dan kuburannya masih ada pada kita  sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya (Kisah Para Rasul 2:29-30)

Bacaan:
Nehemia 8:1-10 (Tunggal)

Thema : 
Tuhan Menggenapi JanjiNya

I. Pengantar
Janji merupakan ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat (seperti hendak memberi, menolong, datang, bertemu). Karena itu, janji harus ditepati, dilaksanakan. Berbicara tentang janji adalah hal yang tidak mudah. Karena, banyak orang yang mudah untuk menyatakan janjinya tetapi sulit untuk melakukannya. Ada sebuah ungkapan “janji adalah hutang.” Artinya saat kita mengucapkan janji maka kita dituntut untuk menepati janji yang kita ucapkan itu. Tentu kita ingat saat sidi, kita pernah berjanji menjadi pengikut Yesus yang setia. Kita berjanji menjadi warga dewasa yang ikut bertanggung jawab dalam tumbuh dan berkembangnya jemaat. Ketika kita menikah, kita berjanji untuk setia pada pasangan dalam keadaan suka dan duka. Waktu kita membaptiskan anak, kitapun berjanji untuk menjadi orang tua yang bertanggung jawab dalam mendidik dan meneladankan nilai-nilai iman kepada anak-anak. Janji yang kita ucapkan dengan disaksikan oleh jemaat menjadi janji kita kepada Tuhan. Kita belajar bukan sekedar berani mengucapkan janji itu, tetapi juga mampu melakukan apa yang menjadi janji kita itu.

II. Tafsiran Lukas 4:14-21
Ayat 14-15 “Yesus kembali ke Galilea”
Setelah Yesus menjalani kehidupan selama 40 hari tanpa makan di padang gurun dan di situ iblis mencobai Dia (Lukas 4:1-13), maka oleh kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Injil Lukas memberi tempat yang istimewa bagi Roh Kudus sebagai kuasa Allah yang berkarya di dunia ini. Berbagai mujizat dilakukan oleh Roh Kudus, seperti dialami perawan Maria ketika mengandung bayi Yesus, Roh Kudus membimbing manusia (Lukas 1:35;  4:1,14). Lukas menampilkan Roh Allah yang membimbing pekerjaan manusia, termasuk karya Yesus. Galilea merupakan daerah tempat tinggal Yesus. Pada masa ini, Galilea dikuasai oleh kekaisaran Roma yang menduduki daerah itu sejak tahun 63 SM.
Kemudian tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Yesus mengajar di rumah-rumah ibadat, yaitu sinagoga. Sinagoga berasal daribahasa Yunani, artinya perkumpulan. Dalam Alkitab, Sinagoga menunjukkan kepada suatu kelompok yang berkumpul bersama untuk beribadat. Di Sinagoga mereka berkumpul untuk beribadat, belajar dan menjaga identitas kelompok mereka. Sinagoga menjadi tempat yang penting bagi peribadatan Yahudi dan kehidupan komunitas di daerah-daerah sekitar Laut Tengah.

Yesus dipuji oleh mereka yang hadir di Sinagoga, hal ini menggambarkan keberhasilan Yesus. Salah satu tema yang menarik perhatian Lukas ialah Yesus mengajar. Lewat tema ini Lukas hendak menegaskan wibawa Yesus dalam pengajaranNya kepada umatNya tentang Allah dan rencanaNya. Selaku guru, Yesus tentu saja mempunyai murid yang memandang cara hidupNya sebagai pola hidup mereka sendiri. Dengan menampilkan Yesus sebagai guru yang mengajar di Sinagoga Yahudi, Lukas menekankan adanya kesinambungan antara ajaran Yesus dengan apa yang sejak dahulu dijanjikan Allah kepada Israel.

Ayat 16-17 Yesus mengajar di rumah ibadat ‘sinagoga’
Yesus datang ke Nazaret yang merupakan sebuah kota kecil di Galilea yang merupakan tempat tinggal Yusuf, Maria dan Yesus dibesarkan di kota itu. Wajarlah jikalau Yesus mengunjungi Nazaret tempat ia dibesarkan, dan itu menuntut suatu keberanian. Tempat yang paling sukar bagi seorang pengkotbah ialah gereja tempat ia hidup sebagai seorang anak; tempat yang paling sukar bagi seorang dokter untuk menjalankan tugas ialah dimana orang mengenalnya ketika ia masih muda. Namun, Yesus tetap pergi juga ke Nazaret.

Hari itu adalah hari Sabat, hari istirahat bagi orang Yahudi. Sabat adalah hari ke tujuh dalam satu pekan. Pada hari itu, Allah beristirahat, setelah menciptakan dunia (Kejadian 2:2-3). Menurut kebiasaaaNya, pada hari Sabat ia masuk ke rumah ibadat. Kebiasaan Yesus yang baik ini merupakan hal yang sangat patut ditiru (bdk.Ibrani 10:24-25). Hal ini merupakan caraNya memperingati Sabat sesuai dengan peraturan  Perjanjian Lama guna mengindahkan hari itu suci bagi Tuhan.  Lalu Dia berdiri hendak membaca Alkitab. Alkitab yang dimaksudkan adalah Alkitab Ibrani, yakni Perjanjian Lama.Yesus berdiri ketika membacakan Alkitab (ayat 16), tetapi duduk pada waktu berkotbah (ayat 20). Ini merupakan kebiasaan saat itu. Berdiri menunjukkan  suatu sikap menghormati Firman Tuhan. Berkotbah biasanya dilakukan dengan duduk (bdk. Kis 16:13), tetapi kadang-kadang juga dilakukan dengan berdiri (Kis. 13:16). Sikap duduk atau berdiri ini sebetulnya tidak mutlak, yang penting adalah : dalam hati kita menghormati Firman Tuhan.

Yesus bisa diijinkan untuk berkotbah si Sinagoga karena dalam Sinagoga memang ada kebebasan berkotbah. Jadi, kalau pemimpin sinagoga melihat seseorang yang ia anggap bisa berkotbah, maka ia mengijinkan orang itu berkotbah (bdk. Kis. 13:15). KepadaNya diberikan kitab nabi Yesaya.

Ayat 18-19 “Roh Tuhan ada pada Yesus”
Yesus mempunyai hubungan yang khusus dengan Roh Kudus, suatu hubungan yang penting untuk kehidupan pribadi kita. Dalam nubuat-nubuat PL tentang kedatangan Mesias, beberapa menubuatkan secara khusus bahwa Dia akan dikuasai oleh Roh Kudus (Yesaya 11:2; 61:1-2). Ketika Yesus membaca dari Yesaya 61:1-2 dalam rumah ibadat di Nasaret, Dia mengatakan “Pada hari ini genaplah nats ini sewaktu kamu mendengarnya” (Lukas 4:18-21).
Dalam petunjuk Yesus mengenai penggenapan nubuat Yesaya tentang kedatangan Roh di atasNya, Dia memakai ayat yang sama untuk meringkaskan sifat dari pelayananNya sebagai pemberitaan, penyembuhan dan pelepasan (Yesaya 61:1-2; Lukas 4:16-19). Yesus mengutip Yesaya 61:1-2 ini untuk menggambarkan misiNya di dunia ini.

  1. Roh Kudus mengurapi dan memberi kuasa kepada Yesus untuk misinya. Yesus adalah Allah (Yoh. 1:1), tetapi Dia juga manusia (1 Tim, 2:5). Sebagai seorang manusia, Ia harus  mengandalkan pertolongan dan kuasa Roh untuk melaksanakan semua tanggungjawabNya di hadapan Allah (Lukas 4:1, 14).
  2. Hanya sebagai seorang yang diurapi oleh Roh dapatlah Yesus hidup, melayani dan memberitakan Injil (Kis. 10:38). Dalam hal ini Dia menjadi teladan yang sempurna bagi orang Kristen; setiap orang yang percaya hendaknya menerima kelimpahan Roh Kudus.  

Yesus menerangkan maksud pelayananNya yang diurapi Roh, yaitu :

  1. Untuk menyampaikan Kabar Baik kepada orang miskin, papa, menderita, hina, patah semangat, hancur hati, dan mereka yang “gentar kepada firmanNya”.
  2. Untuk menyembuhkan mereka yang memar dan tertindas. Penyembuhan ini meliputi segenap pribadi, baik jasmani maupun rohani.
  3. Untuk mencelikan mata rohani mereka yang dibutakan oleh dunia dan iblis agar mereka dapat melihat kebenaran Kabar Baik Allah (bdk. Yohanes 9:39)
  4. Untuk memberitakan saat pembebasan dan penyelamatan yangsesungguhnya dari kuasa Iblis, dosa, ketakutan dan rasa bersalah (bdk. Yoh 8:36; Kis. 26:18).

Semua orang yang dipenuhi Roh terpanggil untuk ikut serta dalam pelayanan Yesus dengan cara-cara demikian. Untuk melakukannya kita harus menyadari sungguh-sungguh kebutuhan dan kesengsaraan yang diakibatkan oleh dosa dan kuasa iblis yang dasyat yaitu keadaan perbudakan kepada kejahatan, kehancuran hati, kebutaan rohani dan penderitaan fisik. Kita harus sadar bahwa tanpa Kristus keadaan kita secara rohani betul-betul buruk. Jikalau kita tidak menyadari hal ini, kita tidak akan datang kepada Yesus.

Ayat 20-21 “Yesus sebagai penggenapan janji Allah”
Setelah Yesus membacakan Yesaya 61:1-2, kemudian Dia menutup kitab itu, lalu duduk serta memulai untuk mengajar. KataNya : “Pada hari ini genaplah nats ini sewaktu kamu mendengarnya”. Dengan demikian Yesus hendak menyatakan bahwa Dialah penggenapan janji Allah dalam Yesaya 61:1-2, Mesias yang digambarkan oleh Yesaya adalah diriNya sendiri. Allah berjanji, maka Dia menepati janjiNya. Kata-kata Yesus pastilah mengejutkan para pendengarNya. Mereka sudah mengenal Dia sejak kanak-kanak dan mereka menerima Dia sebagaimana adanya. Ketika Dia mengklaim diri-Nya sebagai penggenapan nubuat Mesianis ini, mereka terheran-heran.

III. Aplikasi

Kehadiran Yesus di dunia ini sebagai Mesias yang diurapi merupakan penggenapan janji Allah kepada manusia untuk menyampaikan kabar baik bagi orang-orang miskin, pembebasan bagi orang tawanan, penglihatan bagi orang buta, membebaskan orang yang tertindas serta memberitakan tahun rahmat Tuhan. Hal ini memperlihatkan bahwa apa yang telah dijanjikan (dinubuatkan) oleh Allah maka ditepatiNya.

Dalam hidup keseharianNya, Yesus memiliki kebiasaan yang patut untuk kita teladani yaitu setiap hari Sabat, Dia ke Sinagoga. Bagaimana dengan kita ? Apakah tetap setia memuji Tuhan untuk beribadah di gereja setiap minggunya ? Tampakkah sikap menghormati serta menghargai Firman Tuhan dalam ibadah ?  Ataukah ketika Firman Tuhan diberitakan, asik ber-BBM, facebook, WA….atau tidur???

Janji Allah adalah kepastian bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Kita meyakini bahwa setiap janji Allah berlaku bagi kita umat-Nya. Kini sebagai umat milik-Nya, kita diajak untuk percaya bahwa Allah selalu menggenapi janji-janji-Nya. Kita meyakini karya Tuhan adalah kebaikan bagi hidup kita. Dengan percaya akan janji-janji Allah, kita memiliki pengharapan bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan keselamatan dan damai sejahtera. Rancangan Tuhan selalu indah pada waktunya. Iman kepada Kristus memampukan kita untuk menjalani hidup yang penuh dengan pergumulan ini dengan selalu berpegang teguh pada janji-janji Allah. Oleh karena itu marilah hidup ini kita jalani dengan keyakinan dan kepastian akan janji Allah. Selalu ada penyertaan, pertolongan dan perlindungan bagi yang bersandar pada Tuhan Allah.

Kepustakaan

  1. Stefan Leks, Tafsir Injil Lukas, Yogyakarta : Kanisius, 2003.
  2. Lembaga Biblika Indonesia, Tafsir Perjanjian Baru 3 : Injil Lukas, Yogyakarta : Kanisius, 1981.
  3. William Barclay, Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Injil Lukas, Jakarta : BPK Gunung Mulia, 2009.
  4. Lembaga Alkitab Indonesia, Alkitab Edisi Studi, Jakarta : Lembaga Alkitab Indonesia, 2012.
  5. Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan, Jakarta : Lembaga Alkitab Indonesia, 2006.
  6. www.golgothaministry.org/lukas/lukas-4_14-30.htm

Pdt. Chrismori Br Ginting
GBKP Rg. Yogyakarta

 

Bimbingen Pekan Penatalayanen Wari V, Perb. Rasul 9:36-43

Invocatio :
1 Korintus 13:13
 (Dage lit telu si tetap arus idalanken, eme:erkiniteken man Tuhan, erpengarapen man Dibata, erkeleng ate man kalak si deban, janah si pentingna i bas si telu e, emeengkelengi kalak si deban)

Ogen :
I Raja-raja 17:7-16
 
Thema :
Ngelai Segedang Geluhku
 
Senina ras turang, ibas berngi sipelimaken enda kita ibabai alu thema ngelai segedang geluh. Hal enda rusur sikaitken ras Diakonia i tengah-tengah Gereja. Janah ngelai enda banci sidalanken eme erkiteken litna kekelengen ibas singelai nandangi kalak si man elai. Kalak singelai pasti lit kengasupenna baik perukuren bagepe buaten lit, kalak singaloken pelayanen eme si membutuhken ia ndatken pelayanen. Budaya kalak Karo eme situhuna ngelai, sabab kalak Karo peganci nge jadi anak beru ras kalimbubu. Adi anak beru biakna ngelai janah kalimbubu biakna i elai, tapi sada-sada paksa pasti si nai kalimbubu ia pe banci ka nge ngelai. Emaka nina Rasul Paulus ibas I Kor 13:13, sipentingna kal eme engkelengi kalak sideban, berarti membuktikken ateta keleng nandangi kalak sideban eme ija kita nggit ipake jadi pelayan/ngelai kalak.
 
Senina ras turang, bangsa Israel enggo ngenanami kelegon, emaka lau enggo kerah janah siman pangan pe enggo keri. Termasuk pe Nabi Elisa enggo membutuhken pangan ras lau inemen, emaka ia hanya berharap nandangi kuasa ras perbahanen Dibata saja. Kujape turiken enggo seri, ijah ije enggo lanai lit siman panganen. Tapi ibas sienda Dibata mereken sada pengarapen man Elisa guna lawes ku Sarpat deher Sidon. Daerah enda enggo idarat wilayah negara Israel, tapi Tuhan nuruh ia ku je, isuruhna jumpai sada tua-tua mbalu guna mere ia man. Arah perintah Tuhan enda man Nabi, lit telu hal eme:
  1. Arah ia njumpai tua-tua mbalu enda ia pe banci man ras minem.
  2. Arah sie banci ka teridah kuasa Dibata nandai tua-tua enda, gelah la ia kekurangen kebutuhen nggeluh.
  3. Arah enda pe teridah pelayanen ngelai pekepar antara Elisa ras tua-tua mbalu e.
Situhuna adi secara manusia, Elisa pe bagi simberat kapna mindo roti, bagepe diberu e mberat nge akapna mereken roti si sitik e, sebab ia pe mate nge kenca enggo man. Tapi si idah maka baik Elisa bagepe Diberu e duana ia tetapi mengandalken Tuhan Dibata.(ngalo diberu e “Ibas gelar Tuhan dibatandu si nggeluh. Ola kam mbiar, nina Elisa, sebab bage nina Tuhan Dibata Israel, Tepung bas mangkok la keri-keri. Minak pe bas botol la kurang-kurang seh ku pe susur udan (ayat 12-14). Baik pengakun diberu kalak Sarpat bage perkataan nabi Elisa, tetap Tuhan iandalkenna. Emaka duana ia tersamnpat, Elisa pe banci ndatken oangan, diberu mbalu ras anakna pe terus-menerus dat pangan seh dibata pe susur udan ku doni.
 
Senina ras turang, ngelai eme alu ukur meriah la egois, janah ngelai pe alu dem tanggung jawab dingen ngandalken/ngutamaken Dibata maka Ia masu-masu kegeluhen singelai bagepe si man elai e. Emaka ngelai lah kita segedang geluh bagi diberu si i Sarpat ndai.Bagepe si idah ibas Perbahanen Rasul, ija sekalak diberu si enggo tek gelarna eme Tabita/Dorkas. Dorkas enda sekalak si luar biasa perbahanenna nandangi kalak musil, ija melala kal ia nampati (ayat 36). Ternyata mehuli pe perbahanen, nampati pe melala, sakit kamh janah seh pe mate. Arah kematenna enda enterem kal kalak si merasa kehilangen erkiteken perbahenna si mehuli, terutama eme kalak si enggo mbalu, tangis ia dingen ngkelilingi mayat Dorkas. Icidahkenna uis ras baju si ibahan Tabita man Petrus si enggo hadir ibas rumah duka. Sungguh luar biasa perbahanen Tabita sanga ia nggeluh, melala kalak ndaken perkuah atena.
Erkiteken bage belinna perbahanen Tabita sangana ia nggeluh, emaka Petrus si enggo hadir ncidahken kuasa Dibata, erjimpuh ras ertoto Petrus, emaka nina : O Tabita kekenlah. Emaka Tabita pe medak janah meriah kal ukur kalak si lit ije, terutama kalak si enggo ngaloken pelayanen ibas Tabita nari.

Senina ras turang, arah kejadin enda maka mbar beritana ku belang-belang Jope. Tabita si ngelai alu meriah ukur, labo pernah berpikir maka arah perbahanenna ia ngelai sada paksa pagi adi enggo mate nggeluh mulihken. Tapi enggo kin biakna biak singeal sedekah nggeluh, emaka seh mate pe ia tetap ngelai, arag perbahanenna man kalak musil i Jope, terutama kalak si enggo mbalu, maka Dibata tetap ngidah kai sini ibahanna. Emaka Dibata mereken keriahen man bana bage pe man kalak si deban janah gelar Dibata ermulia.
 
Man banta/Gereja harus terus-menerus ngelai. Tiada kata tanpa melayani. Emaka ibas ndalani tahun 2016 enda mari radu ras kita (Pdt,Pt/Dkn, pengurus kategorial,jemaat rsd) ngelailah kita, gelah tersehei harapen Gerejanta, alu tahun pelayanen :Meningkatkan Komitmen Warga GBKP yang Missioner untuk Berpartisipasi dalam Pelayanan. Selamat erpekan penatalayanan ibas awal tahun 2016. Dibata si masu-masu GBKP.
 
Salam
Pdt. A. Brahmana
081317054961
   

Melayani dengan Kasih

Seorang wanita menikah dengan suami yang tidak dicintainya. Suaminya menuntut istrinya bangun jam 5 pagi setiap hari dan mela-yaninya setiap ia hendak bekerja, menyediakan makanan pagi. Semua itu harus dilakukannya tanpa boleh membantah sedikit pun. Hidup istri ini sangat menderita karena harus melayani dan memuaskan suaminya, seperti seorang pembantu saja.

 

Suplemen PJJ tanggal 17-23 April 2016, Ogen Roma 1:16-17

BERITAKEN BERITA SI MERIAH
(Roma 1:16-17)
 

Meritaken Berita Si Meriah (Injil) Tenggung Jawab kerina kalak Si Tek

Matius 28:19-20 Laweslah ku kerina bangsa manusia, bahanlah ia jadi ajar-ajarKu: Peridiken ia ibas gelar Bapa, gelar Anak, ras gelar Kesah Si Badia, janah ajari ia ngikutken kerina si enggo Kupedahken man bandu. Janah ingetlah! Aku tetap kap ras kam seh ku kedungen jaman."
Ayat enda megati ikataken amanat Agung, ertina pesan man kerina kalak Kristen gelah meritaken kerna Yesus si enggo ndatken kuasa i surga ras i doni. Perintah enda iikuti ras sada jaminen penemani (perlindungen, pemeliharaan, ngajari)

Alamat Berita Simeriah
Kisah Para Rasul 1:8 Tapi ialokenndu pagi gegeh asum Kesah Si Badia seh man bandu. Janah kam me pagi naksiken kerna Aku man kalak si deban, i Jerusalem, i daerah Judea ras Samaria seh ku belang-belang doni enda."

Ayat enda ngerana kerna janji Tuhan si mere gegeh alu Kuasa Kesah Si Badia man perberita Sineriah, titik berangkat meritaken berita si meriah, piga-piga hal si banci iertiken :
1. Yerusalem (pusat peribadahen ras pusat pemerintahen) ertina pusat pengaturen strategi kegeluhen ibas bangsa e, adi ibas “pusat kegeluhen e enggo iwarnai alu berita simeriah/injil tentu mabai bana kerina rakyat e terkena pengaruhna. Lit ka si nafsirkenca maka Yerusalem eme “ring 1 lingkaran paling dalam (keluarga), adi ibas keluarga enggo nggeluh berita simeriah (injil) mabai bana mereken pengaruh si mbelin mankegeluhen masayrakat ras doni.

2. Judea menurut kesaksin Alkitab “kuta si kitik, ertina berita simeriah e la banci la menjangkau ingan-ingan si terpencil, banci ka si erttiken man kalak si kitik medanggel ras kalak si terpinggirken. Judea eme ingan tubuh Tuhan Yesus, ertina berita si meriah entah injil e labanci lang harus ka si beritaken man kalak “kuta kemulihenta”

3. Samaria menurut kesaksian Alkitab eme kalak si la tek man Tuhan, ertina man kalak si langa nandai Tuhan harus ipeseh berita si meriah (injil).
Emaka ibas gerejanta er-PI e lit 2 alamatna, eme : - PI kedalam ras PI keluar ( ibas bahan renungenta ayat 16 ( Yahudi ras la kalak Yahudi)
 
Tujun Meritaken Berita Simeriah (Injil)
Kisah Para Rasul 10:42 Janah isuruhNa kami meritaken man jelma si nterem dingen naksiken maka Ia me si enggo itetapken Dibata guna ngadili kalak si nggeluh ras si enggo mate.
Yohanes 14 :6 “ Erjabap Jesus man Tomas, "Aku kap dalan nandai Dibata, dingen ndatken kegeluhen. Ise pe la banci ndahi Bapa adi la arah Aku”
Kis 4:12 “2 Arah Jesus ngenca kita banci terkelin; sabap i belang-belang doni enda la lit itetapken Dibata gelar si deban si erbahanca kita terkelin.”
 
Arah teluna Kata Dibata siidas ndai siidah maka lalit dalan keselamaten idarat “Berita Simeriah (injil) . Dibata si njadiken kerina manusia, emaka la ateNa sada pe lit si bena (mate), guna si eme IA reh ku doni enda (bdk. Yoh.3:16). Selaku pengikut Kristus la banci lang kita harus ikut bas ndalanken misi Kristus guna nelamatken doni enda.

Doni enda ibarat juma si perlu “iolah” gelah banci mereken hasil si mehuli, bage pe kerina jelma perlu iajari ndalanken si ngena ate Tuhan (si mehuli) gelah banci mehuli ibas ndalanken kegeluhenna, si banci maba kiniulin (berbuah manis dan lebat)
 
Berita si meriah jadi kata persinget gelah manusia ngadi erbahandosa, sebab dosa e maba kubas kematen (Yehezkiel 3:17 "O kam manusia si ermasap-masap Kubahan kam jadi penjaga i bas bangsa Israel. Kam nehkenca man bana kai persinget si Kubereken man bandu” II Timotius 3:16 Kerina si tersurat i bas Pustaka Si Badia rehna i bas Dibata nari janah erguna i bas ngajari kalak kerna si ngena ate Dibata, mandang si lepak, pekena si salah dingen erguna i bas mereken pedah-pedah gelah nggeluh alu mehuli)
 
Ertina adi ateta kegeluhen enda erulina “ajari kalak ndalanken si ngena ate Tuhan”. Si inget kentisik motivasi awal pemerintahen Belanda ngerehken perberita si meriah man kalak Karo, eme guna “menjinakken musuh berngi” si rusur nutungi bangsal kalak Belanda, aminna pe situhuna antara “pemberita Injil e labo seri tujunna (visina) ras pemerintahen Belanda. Motivasi pemerintahen Belanda tentu guna “menguasai Indonesai” tapi tujun misionaris eme guna nelamatken ras membangun kegeluhen kalak Karo. Meritaken Berita Si meriah e mabai kalak erkemalangen man Tuhan, e salah sada cara “menghadirken surga i doni sebagai persiapenta bengket kubas surga si tuhu-tuhu.
 
Meritaken Berita Si Meriah eme sada Kemegahen (Roma 1:16-17)
Enda me pengakun Paulus ibas nats renungenta, labo lit dahin si lebih mulia asa dahin si “nelamatken” , perberita Simeriah e seri ras kerehen Tim SAR ibas sada bencana. Adi lit kalak si enggo ndabuh kubas lubang si oksigenna pe kurang, enggo ka 2 wari bas la minem ras la man, tentu meriah kel ukurna ngidah kalak si reh nelamatken dirina. Bageme penggejapen Paulus maka megah kel akapna jadi perberita Simeriah. Aminna pe melala ka jelma la sadar, adi ia ndauh ras Tuhan, nggeluh ibas dosa, situhuna “maut enggo mengancam” (kerohaninna enggo sekarat), lit penolaken man Paulus. Bagi ikisahken lit sada kuta si terpencil, kidekah enda ertambar man dukun, je itempatken me ku je sekalak dokter, labo teraloken kalak kerehen dokter ndai, itolak bahken ibahan usaha-usaha guna mpelawesa, tapi adi enggo isadarina dokter e banci nambari pinakitna, tentu megah kel akapna man dokter e. Bage ka me pe Perberita si meriah e megati itulak ras “sinanggel” akap kalak, tapi adi enggo te tehna maka lebih ka kel atena kelengna, si erbahan turah sada keriahen (kemegahen) man perberita Simeriah e.
 
Berita Simeriah (Injil) eme cara Dibata ngerembakken diriNa ras manusia. Tentu berita si meriah e harus ialoken alu kiniteken (bagi sekalak dokter ku kuta terpencil ndai harus tek ia man dokter e maka banci teralokenna, jenari nggit ia ertambar man dokter e, adi labo ia tek, la ia nggit ertambar man dokter e, maka labo lit gunana man bana kehadiren dokter e. Bage ka me pe Berita Simeriah e harus “ialoken alu kiniteken. Kalak si ngaloken Berita Simeriah erpalasken kiniteken terkelin me ia.
 

Cara/Metode Meritaken Berita Simeriah :

  1. Perkunjungen ku rumah-rumah (dari pintu ke pintu)
  2. Usaha mebangun kegeluhen (Pendidiken, Kesehaten, Peningkaten, Ekonomi, Konsultasi hukum rsd.)
  3. Gaya Hidup (pola pikir, ucap dan laku) Perberita Simeriah terpancar min ibas geluhna “keriahen” e
  4. Evaluasi kai enggo si ilakoken kita, evaluasi diri si terus iperbaharui gelah ula “ambisi pribadi” ras gelah enggo ndalanken dahin/tanggung jawab.
  5. Njadiken kalak si enggo silayani e topik doa
  6. Jalin terus hubungen ras kalak si enggo si layani (Paulus ras kerina surat-suratna)
Pdt. Saul Ginting
Rg. Bekasi
   

Page 3 of 64