Suplemen PA Moria tanggal 26 Juni-01 Juli 2017, Ogen Lukas 16:10-12

Tema :
Terteki
 
 
1. Ndalani kegeluhen bas doni enda maka kita berhadapan/bersosialisasi ras jelma sinterem. Emaka kita berintraksi sada ras sidebanna, kadang kita ngalo – kadang kita mere, emaka mengati kange kita ipercayaken kalak nandangi sesuatu, erguna tah pertenahen nandangi kalak, bagepe kita ipercayaken mengelola sada –sada dahin guna banci datken hasil. Tapi lakabo sitik manusia enda la jujur ibas ngalakoken sada sada hal, janah megati pe la erguna man temanna. Emaka muncul tidak percaya lagi nandangi sesekalak si erbahan silamehuli e emaka muncul sada istilah : “Sada kiniteken nge kita tapi labo kita siteken “. Ertina eme kap ia lasiteken ibas sada sada hal. Emaka adi enggo muncul sibagenda rupana maka enggo susuh majuna kita ibas ndalani kegeluhen enda, apakah bas sada jabu pe lanai ia siteken (suami istri- orang tua ras anak-anak).

Emaka mari sisempurnaken geluhta alu terteki kalak, saba Tuhan ngidah kai pe sinibahan manusia. Sada kinitekenta, janah sitekenlah kita

2. Yessus ngajari murid ras Jelma si enterem termasuk kita sienggo tek. Maka iberekenna alu tutus ibas sikitik, maka tustus ibas simbelin. Ise si labujur ibas sikitik, tentu la ia bujur ibas simbelin (Ayat 10).
Lit dua ipake Tuhan Yesus eme Situtus, ras si la bujur. Biasana adi kalak tutus e kalak si mehuli ras tetap erjuang demi masa depan, emaka kaipe awali lebe dahin sikitikna e, sebab arah ketutusenta ibas sikitik e maka Tuhan mereken si terbelinen bagi pepetah “ Sedikit demi sedikit lama lama jadi bukit” Awalilah selalu hidup dari yang terkecil, pasti akan diberi lebih besar lagi. Ras pe setiap hal-hal sipercayaken Kalak sikitik harus kita bujur ras jujur terteki.

Emaka kita beluh ngelolasa bagi si ngena ate Tuhan, emaka arah kita ngaturken erta erta doni enda. Erta doni banci sidatken arah ketutusen ate ndalanken kai sinisuruhNa, eme erdahin, melayani nras berbagi buat sesama. Adi Dibata tek nandangi kam maka kam pe banci iteki kalak, emaka kalak pe mpercayaken guna ngelola kai sini milikina, (mempercayakan sesuatu)

3. Hal enda mengambarken man banta sienggo tek gelah kita harus / wajib ngelakoken kai sini percayakenNa man banta, amina gia hal-hal sikitik labanci la si lakoken, sebab dari kita ngelakoken sikitik maka reh warina reh belinna banci kita ipercayakenNa, ras bagepe ia tetap tek nandangi kita ibas kegeluhenta enda, (sekali lancang ke ujian se umur hidup tak sipercaya)

Kalak situtus ibas si kitikn maka pasti ibas si terbelinen pe banci ia ndungisa, bagepe adi terteki ibas sikitik maka ibas simbelin pe bakal iberekenna man banta. Arah kita tutus ras terteki , maka Dibarta , bagepe kalak sideban mpercayaken kita. (Dia mampercakakan semua banta)
“Berbuatlah walaupun kecil, dan Jujurlah walaupun berat”.
 
Selamat er PA Moria
 
Pdt Andarias Brahmana
Ketua BPMK GBKP Klasis Jakarta-Kalimantan
 

Khotbah Ibrani 12:5-8, Minggu 09 Juli 2017

Invocatio :
Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya (Amsal 13:24).

Bacaan :
Amsal 15:10-14 (Responsoria)

Tema :
Ajarlah Anak-Anak Dengan Disiplin
 
 
I. Pengantar
Orang tua yang sungguh-sungguh mengasihi anak-anaknya akan memberikan pendidikan melalui keteladanan hidup kepada anaknya. Teladan yang yang jelas tentang bagaimana seorang harus hidup. Anthony de Mello dalam bukunya Doa Sang Katak 2 Meditasi dengan Cerita menuliskan suatu cerita tentang betapa pentingnya pendidikan melalui teladan orang tua dan juga orang yang ada disekeliling kepada anak. Sedemikian ceritanya. Ada tiga orang anak yang dituduh telah mencuri buah semangka dan dibawa ke pengadilan. Mereka menghadap hakim dengan perasaan takut. Mereka berpikir akan menerima hukuman berat karena hakim itu dikenal sebagai orang yang sangat keras. Hakim itu juga seorang pendidik yang bijaksana. Dengan satu ketokan palu ia berkata, “Kalau di sini ada orang yang ketika masih anak-anak belum pernah mencuri buah semangka, silahkan tunjuk jari.” Ia menunggu. Para pegawai pengadilan, polisi, pengunjung dan hakim sendiri tetap meletakkan tangan mereka di meja mereka. Ketika sudah puas melihat bahwa tidak ada satu jaripun yang diangkat dalam sidang itu, hakim itu berkata, “Perkara ditolak”.

Cerita ini memperlihatkan kepada kita bahwa betapa pentingnya keteladanan hidup dalam memberikan pendidikan kepada anak. Melalui bahan kotbah hari ini, kita akan melihat bagaimana kita diberikan pengajaran untuk mengajar anak-anak untuk berdisiplin.
 
II. Pembahasan Nats
Bahan kotbah dari Ibrani 12:5-8, dapat kita lihat bahwa di sini penulis surat Ibrani memberikan suatu penjelasan tentang mengapa orang harus menanggung kesusahan yang melanda hidupnya dengan sukacita. Mengapa demikian? Karena sesuatu yang harus mereka tanggung itu hanya kecil saja jika dibandingkan dengan apa yang telah ditanggung oleh Yesus Kristus. Mereka harus menanggung kesusahan, karena kesusahan itu adalah pelajaran disiplin dari Allah dan hidup tanpa disiplin tidak punya nilai sedikitpun. Seorang ayah akan menghajar anaknya. Sama seperti yang disampaikan dalam invocatio: “Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya (Amsal 13:24)”. Adalah bukan suatu tanda kasih untuk membiarkan anak berbuat sekehendaknya, dan menganggap enteng semuanya. Sikap seperti itu akan menunjukkan bahwa sang ayah memandang anaknya sebagai anak yangtidak perlu dikasihi atau dipertanggungjawabkan. Tetapi Allah, yang memberikan hajarankepada kita manusia adalah Allah yang dari padanya kita menerima jiwa yang kekal, danyang dalam kebijaksanaanNya selalu mengusahakan yang terbaik untuk kita. Tuhanmendisiplinkan kita karena IA mengasihi kita. Dengan mendisiplinkan kita, IA menegaskanlagi bahwa kitaadalah bagian dari keluargaNya, kita adalah anak Allah. Ketika kitamendisiplinkan anak-anak, kita sedang mengisyaratkan bahwa kita mengasihi mereka.

Berdasarkan surat Ibrani 12:5-8, marilah memperhatikan beberapa hal tentangdidikan Tuhan atas orang-orang percaya dan kesukaran serta penderitaan yangdiizinkanNya terjadi dalam kehidupan. Mari kita menilik beberapa hal berikut tentangdidikan Tuhan :
1. Semuanya itu merupakan tanda bahwa kita adalah anak Allah (ayat 7-8)
2. Semuanya itu merupakan jaminan kasih dan perhatian Allah kepada kita (ayat 6)
3. Didikan Tuhan akan mendorong kita untuk tetap dapat bertahan dalam kesukarandengan pimpinan Allah, tunduk kepada kehendak Allah dan tetap setia kepadaNya(ayat 5-6). Dengan melakukan hal ini, kita akan tetap hidup sebagai anak-anakrohani Allah (ayat 7-9).
4. Dalam kehendak Allah, kesulitan mungkin tiba bagi kita :
Sebagai akibat perjuangan rohani untuk melawan iblis (Efesus 6:11-18)
Sebagai ujian untuk memperkuat iman kita (1 Petrus 1:6-7).
Sebagai persiapan untuk menghibur saudara seiman yang lain (2 Korintus 1:3-dan menyatakan kehidupan Kristus (2 Korintus 4:8-10,12,16).
5. Di dalam segala bentuk kesengsaraan kita harus mencari Allah, memeriksakehidupan kita (2 Tawarikh 26:5; Masmur 3:5; 9:13; 34:18) dan meninggalkansegala sesuatu yang bertentangan dengan kekudusanNya (ayat 10, 14)
Penjelasan di atas memperlihatkan betapa pentingnya didikan yang disampaikan olehTuhan kepada kita sebagai seorang yang percaya kepadaNya. Dia adalah Bapa kitayang penuh dengan hikmat dalam memberikan didikan untuk mendisiplinkan kita agartetap setia serta mengandalkanNya dalam langkah kehidupan setiap hari.
 
III. Aplikasi
Jikalau Allah yang sedemikian mengasihi kita setiap orang yang percaya kepadaNyamemberikan didikan yang sangat berguna dalam kehidupan kita, bagaimanakah kita selakuorang tua dalam mendidik anak-anak kita agar menjadi seorang yang disiplin?

Salah satu pemberian terbesar yang dapat diberikan oleh orangtua kepada anaknyaadalah disiplin. Tentu saja hal ini dimulai dari orang tua sendiri yang juga harus disiplindalam memberikan pengajaran kepada anak. Keluarga menjadi kelas katekisasi. Anak-anakbelajar katekisasi di rumah mereka. Gurunya adalah ayah dan ibu mereka sendiri.

Kehidupan keluarga sehari-hari dijadikan kelas katekisai. Dengan demikian, ayah dan ibumemiliki peranan penting dalam pendidikan iman. Ayah dan ibu menjadi “guru danpendeta” bagi anak-anaknya. Dalam kelas ini anak-anak dapat diajarkan tentang imankepada Tuhan (Ulangan 6:4-9) sehingga anak-anak tumbuh dalam disiplin baik moral danjuga spiritual. Selain keluarga sebagai kelas katekisasi, keluarga dapat juga disebut sebagaiUniversitas, yaitu universitas keluarga sebagai tempat mendidik anggota keluarga setiaphari.

Sedangkan dalam metode pendidikan yang akan diterapkan, sesungguhnya tidak
ada satu metode yang khusus, yang dapat diteraplkan kepada anak-anak. Mengapa?Karena setiap anak memiliki keunikan masing-masing. Itulah sebabnya, metode tertentumungkin tepat bagi anak tertentu, tetapi tidak tepat dan mengakibatkan kegagalan bagianak lainnya. Mari kita perhatikan beberapa hal berikut yang penting bagi kita untukberdisiplin dalam memberikan pengajaran kepada anak-anak kita :
1. Tanggung jawab utama ada pada kedua orang tua. Yang lain hanya membantu,pelengkap.
2. Keteladanan: Like father, like son.
3. Didik dalam kasih dan ajaran Tuhan (Ef.6:4)
4. Nyatakan penerimaan kepada anak, begaimana pun kondisinya
5. Namun demikian, harus tetap tegas dalam pengajaran dan mendisiplin (band:1Sam.2:11-26, kisah anak-anak Eli)
6. Miliki ketekunan dan disiplin; bukan instant (bd. Ul.6:6-9).
7. Harus konsisten, baik dalam ajaran, maupun perilaku.
8. Gunakan setiap kesempatan (Ul.6:6-9)
9. Bila perlu, gunakan hukuman: Ams:13:4; 15:10; 22:15; 23:13-14; 29:15.
10. Jadilah guru
11. Miliki kedekatan dengan anak: jadilah teman bermain mereka. Cari dan ciptakansebanyak mungkin jenis permainan yang membuat kita menjadi salah seorang‘teman’ bermain mereka.
12. Sediakan waktu secukupnya bersama anak-anak. Tidak cukup hanya kwalitas, tapijuga kwantitas. Ingat: kasih menuntut waktu dan pengorbanan. Dan lagi, sesuatuyang sangat penting dan berharga bagi kita dapat diukur dari segi penggunaanwaktu kita. Apakah anak-anak, keluarga penting bagi kita? Apakah hal itu terlihatdari waktu dan prioritas yang kita gunakan ?
 
SELAMAT MENDIDIK ANAK-ANAK DENGAN DISIPLIN.

Pdt. Crismori Veronika br Ginting
GBKP Yogyakarta
 

Suplemen PA Mamre tanggal 11-17 Juni 2017, Ogen : Pilipi 2:1-4

Tema :
Sisampat-sampaten
 
Tujun :
Mamre reh ngasupna nehken kekelengen arah peningkatan ekonomi
Mrtode : Brainstorming (curah pendapat)
 
 
I.Kata Penaruh
Pilipi eme sada kota besar si menjadi pusat kegiaten perdagangen si maju, tapi labo jadi sada kota si terkenal perban standar moral pendudukna kurang baik. Surat Pilipi merupaken sada surat rasul Paulus siisina kerna ungkapen ‘ucapan terima kasih’ rasul Paulus siikirimken arah Epafroditus ku gereja Pilipi kerna pemere sienggo ikirimkenna sanga rasul Paulus i bas penjara i Roma. Paulus pe nerangkenca kerna tertundanya perdalanen Epafroditus si jadi utusen gereja Pilipi, ras guna membangkitken semangat kalak sierkiniten gelah banci sisampat-sampaten gelah teridah kiniersadaan i bas perpulungen.Tema penting i bas surat enda eme Jesus Kristus ras ‘pelayanan Injil’/Berita si Meriah. Kristus eme Berita i bas pelayanenta ras si jadi usihen, memotivasi ras kinibayaken kalak si tek. Bagepe penekanen kerna tetap meriah ukur/Sukacita walau pe ngaloken tantangen-tantangen i bas mritaken kerna kinulin si engo ibreken i bas Jesus Kristus. Sebab ‘Sukacita dari Tuhan’ eme sada gegeh i bas pelayaen kalak si tek (bnd. Nehemia 8:10)
 
II. Uraian Teks/Tafsiren
I bas Pilipi 2:1-4 enda merupaken bagin surat Paulus man perpulungen/gereja i Pilipi ija Paulus mpersingeti perpulungen/gereja e kerna bahaya si banci mengancam perpecahen perpulungen. Sebab banci jadi i bas nambahna semangat pelayanen si ilakoken perpulungen e maka ‘rentan’ kerna perpecahen, turah semangat mementingken diri sendiri. Emaka i bas ayat 1, Paulus nuriken kerna kebutuhen kinersadaan ras persekutuan si lebih mengegeh i bas perpulungen Pilipi, sebab “kegeluhenndu i bas Kristus erbahanca kam megegeh”, perpecahen eme sada penolaken kerna sura-sura ras tujun Kristus. Kalak si enggo ngaloken pasu-pasu ras keleng ate Dibata wajib mpepalerkenca man kalak si deban (bnd. 1 Yoh. 4:7-12). Kalak si tek si enggo iperembakeken i bas Kesah Dibata harus banci ersada. Sebab i bas keleng ate Dibata erbahanca kerina anak-anak Dibata saling memperdiateken. Adi kerina e enggo lit maka jadi sada keriahen kal i bas Paulus (ayat 2 ; 4:1). (ayat 3) Kerangapen ras ukur menganjang eme ‘musuh’ i bas perpulungen ras penghalang kiniersadaan. Lit 2 dalan si banci ilakoken gelah tetap banci ersada eme, sipemena mpeteruk ukur ras ‘menganggap’ kalak si deban lebih utama asangken diri sendiri alu tetap mperdiateken kemampuan ras talenta-talenta kalak si deban sebab kerina jelma lit kelebihen ras kekurangenna (bnd. Roma 12:10). Sipeduaken (ayat 4) membiasaken diri guna rukur ras ncakapken kerna keperlun/kepentingen kalak si deban ola kepentingen sendiri (bnd. Roma 15:2-3; 1 Kor. 10:24, 33; Gal. 6:2). Enda me syarat si penting guna melayani kalak si deban ras mpertahanken kiersadaan i bas perpulungen/gereja gelah Dibata tetap banci termulia (bnd. Epesus 4:1-3). Sebab gereja/perpulungen banci ‘pecah’ labo perban ‘doktrin’ si lit tapi ‘kepentingen sendiri’ lebih penting ras la ngikutken ‘jejak’ Kristus.

III. Aplikasi
Kristus eme usihen i bas kegeluhen ras pelayanen Kristiani perban si utama IA lebih ngukuri ras mperdiateken jelma si deban asangken diriNya sendiri. Arah Kata Dibata enda ngajuk Mamre uga maka banci ras ngasup lebih mperdiateken kepentingen kalak si deban asangken kepentingen sendiri. Salah sada tugas gereja eme diakonia=pelayanen, si wujudna labo hanya pelayanen kerna sakit penyakit secara fisik perpulungen tapi pelayanen uga maka banci perpulungen e sejahtera i bas ekonomina. Sebab adi sehat ia secara fisik ras ‘ekonomina’ maka dampakna man gereja pe banci erdalan lebih mehuli.

Pustaka si Badia pe ngerana kerna pembebasen man jelma si tertindas ras mesera baban geluhna contohna diberu mbalu-balu, anak melumang, kalak si tertaban ras sidebanna. Hal enda simenjadi dasar gereja guna ncidahken ‘sikap praktis pembebasen’. Tep-tep perpulungen ras gereja simenyadari tugas ras tanggungjawabna selaku anak-anak Dibata si enggo iselamatken i bas Kristus harus erbahan sada pembebasen man kerina jelma/perpulungen si latih baban geluhna. Gereje la banci hanya diam ras pasif, tapi gereja banci jadi jalan keluar perpulungen guna ndatken kegeluhen si layak ras sejahtera.

Model diakonia transformatif gereja banci jadi sada dalan keluar guna wewujudken tugas ras tanggungjawab panggilanna selaku gereja. Sada wujud pengaplikasian diakonia transformatif eme terbentukna koperasi alu harapen maka perpulungen banci nambah ‘kreatif ras berinovasi’ i bas pengembangen diri guna meningkatken kesejahteraan jabuna. Hal enda semakin i dukung arah litna MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) si banci mbuka kesempaten ‘lebih luas’, alu e mreken ‘motivasi’ man perpulungen guna ‘mengali lagi’ potensi si lit i bas dirina dalam rangka persaingen i dunia global khususna i negara-negara Asia. Iharapken arah keina e (koperasi ras MEA) semakin menigkatken kesejahteraan perpulungen sibanci erdampak ku peningkaten pertumbuhen gereja.
 
Pdt. Mulianta Enaria Br Purba
Rg. Cibubur
   

SuplemenSuplemen PJJ Tgl 04- 10 Juni 2017, Ogen : Perngandungen 3: 22-24

Nats :
Perngandungen 3 : 22-24
Thema :
                      KELENG ATE TUHAN LA ERKERI-KERIN                                         
Kitab perngandungen eme kitab simelala erisiken puisi-puisi ceda ate erkiteken keruntuhen Jerusalem ras pembuangan. Aminna kitab-kitab e buen isina kerna ceda ate, tapi isuratken ka nge ije kiniteken man Dibata dingen pengarapen kerna wari-wari sipepagi. Puisi-puisi enda ipake kalak Jahudi ibas kebaktin pesta tahunen erpuasa ceda ate kerna kiniseran bangsa tahun 586 ope denga Kristus.
Ibas Pasal 3 : 1-66, I turiken penggejaben kerna perbeben siderpa kegeluhen bangsa Israel, bagi ukumen tempa iakapna bana kerna kiniseran-kiniseran sireh e, teridah arah penggejaben :
1.  Keadaan simberat tuhu-tuhu( 1-7 )
IgeraNa aku kugelapen…, iulih-ulihina rusur gudam aku…daging ras kulingku ipelepasNa kesip.., ierukNa aku bas penjara…, ipaksana aku nggeluh bas kegelapen kematen…, iketNa aku alu rante.
Kiniseran e ngkeleweti geluh bangsa Israel, tuhu-tuhu seh beratna… istilah peribahasa “ Sudah jatuh tertimpa tangga, dikejar anjing pula “. Perbeben e negu-negu kempak kekoten ras keputusaasaan, lanai tempa lit sierlayas nari bas geluhna.
 
2.  Ibas perbeben simberat bas pusuh tergejab tempa-tempa Tuhan la erdiate ras la nampati
( 8-13 ). Serko mindo penampat, tapi la diate Dibata megiken aku…, ling-ling batu ngolang-ngolangi kujapa pe aku nulih…, ipegestengNa anak panahNa janah aku ibahanNa jadi sasarenNa..ipanahkenNa anak panahNa kempak pusuhku.
 
Ungkapen enda ncidahken perbeben si reh man bangsa enda tempa iaturken Tuhan, harus jadi ngkenai bangsaNa, la lit dalan nilah. Perbeben e tempa iatanken/ijinken Tuhan jadi.
 
3.  Bas perbeben teman pe la jadi teman ( 14-20 )
Kepeken ibas perbeben sipertemani bangsa e pe lalit. Justru sinawa-nawai melala gedang-gedang wari, sipesega-sega ras sindedeh nge melala. Teman seharusna jadi penampat bas susah tapi sebaliklah teman pe la jadi teman. Emaka kai siperluken bangsa e kebutuhen utamana pe labo lit simperdiatekenca emaka nina penulis puisi enda nina : nggo lupa aku uga aku mejuah-juah, uga dame, uga malem ate. Inganku tading pe lanai lit, getem kel ukurku.
 
4.  Amin pe mberat perbeben peturahlah tetap pengarapen man Tuhan ( 22-24 bahan PJJ- nta )
 
-     Lenga bo keri keleng ate Tuhan, perkuah ateNa tetap nge lit. Keleng ate Tuhan e mbincar tep-tep erpagi-pagi, bali tetapna ras matawari si pultak arah Timur.
Kai pe sijadi bas kegeluhen, gia seh beratna perbeben tapi peturahlah pengarapen maka keleng ate Tuhan lenga bo keri. Adi mbincar denga matawari tep-tep erpagi-pagi berarti ibere Tuhan denga kita ngidah wari simbaru. Wari simbaru sialoken erkiteken ibere Tuhan denga kita nggeluh. Adi nggeluh denga kita berarti ipelihara Tuhan denga nge kita. Emaka ula mbiar ras ula aru ateta( Band. Matius 6: 25 )
 
-    Tuhan kap baginku emaka man baNa ngenca aku erpengarapen ( ibas bhs Indonesia : “ Tuhan adalah bagianku” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap padaNya ). Penulis mengakui bahwa Tuhan adalah bagianku…berarti bersamaku, ada denganku dan di dalam aku. Erkiteken Tuhan ras kalak si lit bas perbeben emaka kalak singenanami perbeben la sekalak ngalakennca tapi ras Tuhan ngalakenca . Adi Tuhan ras kita emaka ngasup kita ngalaken kerina keadaan erkiteken kuasa siibereken Kristus man banta ( Band.Pilipi 4:13 ).
 
5.  Perbeben ras kiniseran melala derpa kegeluhen manusia. Banci jadi erkiteken bencana alam, ekonomi lemah, anak-anak sigutul, keluarga si la dame, sakit, ras sidebanna. Erpengarapenlah rusur maka bas susah, si gejab maka keleng ate Tuhan langa bo keri. Sebagai contoh : lit iderpa pinakit, mesui iakapTuhu latih ndalanisa, tapi peturahlah rusur pengarapen maka banci malem sebab ibas Tuhan, la lit si metahat. Adi kune pe la malem nehenlah uga Tuhan tetap erkeleng ate pengasup kita erdame ras pinakitta. Iinget sisakit e keleng ate Tuhan lit lalap arah kai sibanci sigejabkenna, umpamana la pernah tulpak biaya ertambar, lit rusur kade-kade si nungkuni kesehatannta, gereja pe rusur notoken ras ndahi ia. Mari sisaksiken maka keleng ate Tuhan langa bo keri, lit lalap seh rasa lalap. Amin
 
Pdt. Karvintaria br Ginting, STh
GBKP Rg. Klender-Klasis Jakarta Kalimantan
HP : 08126359640
 

Khotbah Kisah Para Rasul 104:24-34,35b, Minggu tanggal 04 Juni 2017 (Pentakosta I)

Invocatio :
Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya (Yehezkiel 36:27).
 
Bacaan :
Mazmur 104:24-34, 35b (Responsoria)

Tema :
Roh Kudus Memenuhi UmatNya
 
 
I. PENDAHULUAN
Pentakosta dirayakan lima puluh hari setelah hari raya Roti Tidak Beragi di tengah-tengah umat Israel (Imamat 23). Hari Pentakosta terjadi lima puluh hari setelah “Kristus, anak domba Paskah kita” dikorbankan untuk kita. Hari Pentakosta atau turunnya Roh Kudus atas murid-murid Yesus merupakan pemenuhan janji Yesus untuk memberikan kuasa dalam pemberitaan Injil. Dengan demikian, Pentakosta merupakan perpaduan antara maksud Allah yang berkuasa dan persiapan rohani orang-orang yang telah dipercayai-Nya untuk melaksanakan maksud-Nya. Kejadian ini merupakan suatu pengalaman pribadi ataupun kelompok (murid-murid Yesus) yang menandakan pembaharuan dan penyucian oleh Roh Kudus dalam jemaat secara ajaib. Besarnya perubahan yang diakibatkan oleh pengurapan Roh Kudus dalam diri murid-murid Yesus bisa kita lihat, dimana mereka sebelumnya merasa takut setelah ditinggalkan Yesus karena Yesus naik ke Sorga. Dulunya juga ada perselisihan terus-menerus di antara mereka untuk menentukan siapa yang terbesar di antara mereka. Semenjak mereka menerima Kuasa Roh Kudus tidak lagi demikian, bahkan mereka telah menjadi satu tim yang melupakan kepentingan pribadi dan hanya mempunyai satu tujuan, yaitu dengan setia melibatkan diri dalam pemberitaan Injil tentang Kristus yang bangkit dari kematian dan telah naik ke Sorga.
 
II. PEMBAHASAN
Murid-murid Yesus berkumpul bertepatan dengan pesta orang Yahudi yang disebut dengan Pentakosta. Dalam tradisi Yahudi, Pentakosta (Khamisyim Yom = Hari Kelimpahan) adalah perayaan Pesta Panen. Peziarah-peziarah Yahudi datang ke Yerusalem untuk merayakan sukacita dan mensyukuri berkat tuaian sebagai ungkapan rasa hormat kepada Allah yang memberi hasil yang melimpah. Sejak dahulu orang-orang Yahudi sering menghubungkan angin dengan Roh, demikian juga api dan Roh (bnd. Lukas 3:16).

Ketika semua orang dipenuhi oleh Roh Kudus, maka berbicaralah mereka dalam bahasa-bahasa yang diberikan Roh kepada mereka (bnd. Kis. 10:46 ; 19:6). Bahasa yang diberikan oleh Roh Kudus pada hari Pentakosta adalah bahasa-bahasa yang ada dan digunakan pada saat itu (Partia, Melia, Elam, Mesopotamia, Yudea, Kapadokia, Pontus, Asia, Frigia, Famfilia, Mesir, daerah-daerah Libia dekat Kinere, Roma, Kreta dan Arab). Artinya, dengan curahan Roh Kudus maka setiap orang dimampukan untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Peristiwa yang terjadi pada saat itu menimbulkan keanehan dan ketakjuban bagi orang-orang yang ada pada saat itu. Hal ini disebabkan karena yang terjadi adalah di luar nalar kemanusiaan pada saat itu, dimana murid-murid Yesus selama ini tidak pernah bergaul berkomunikasi dengan orang lain di luar komunitas mereka sebagai orang Galilea, tiba-tiba mampu berkata-kata tentang perbuatan-perbuatan besar yang Allah lakukan dengan bahasa lain, yaitu bahasa yang ada di sekitar mereka.

Di lain pihak, kejadian itu juga mengandung kemarahan bagi orang-orang yang membenci Yesus (lih. Kis. 4:1-37) dimana mereka menyindir Para Rasul dengan mengatakan mereka mabuk. Ini terjadi karena ketakutan akan hilangnya wibawa Imam dan pejabat yang berwenang pada saat itu. Sebab mereka tahu yang berkata-kata itu adalah murid-murid Yesus yang belum lama baru mereka menyalibkan Yesus. Sehingga dibuatlah suatu pernyataan bahwa mereka sedang mabuk. Dengan pernyataan itu sekaligus menjatuhkan wibawa Para Rasul dan sebagai suatu usaha untuk menghilangkan simpati orang banyak kepada mereka (murid-murid Yesus).
 
Untuk menjelaskan situasi yang terjadi pada saat itu kepada orang banyak, Petrus dengan beraninya berbicara dengan mengatakan bahwa Para Rasul dengan tindakan dan tingkah lakunya itu bukan karena mabuk, karena bagaimana mungkin itu terjadi karena hari masih pagi (jam sembilan). Akan tetapi, situasi tersebut adalah sebagai pemenuhan akan nubuat Nabi Yoel, bahwa pada akhir zaman Allah akan mencurahkan RohNya kepada manusia (Yoel 2:28-32). Dalam perjanjian lama, kedatangan Roh kepada seseorang kerap kali menyebabkan tingkah laku yang berbeda atau tidak biasa (1 Sam. 10:5-13).
 
Dari perkataan Nabi Yoel menunjukkan bagaimana orang-orang Kristen hidup pada hari-hari terakhir (ayat 17) dengan tetap setia menantikan kedatangan hari Tuhan, yaitu hari yang besar dan mulia (ayat 20), hari akhir penghakiman dan pada hari itu siapa yang berseru dan menyerukan nama Tuhan akan diselamatkan (ayat 21).
 
III. REFLEKSI
Allah membebaskan dan menyelamatkan kita bukanlah karena kebaikan kita, tetapi adalah inisiatif Allah sendiri. Kebaikan dan kebijaksanaan Allah itu menjadi renungan bagi kita dan inilah yang menjadi tekad serta pengakuan kita bersama sebagai orang percaya. Mari kita memuji dan memuliakan Tuhan sepanjang waktu selama nafas kehidupan masih ada bagi kita, sebab Tuhan baik adanya dan tidak berkesudahan kasih setiaNya. Inilah yang kita ambil dari Invocatio kita minggu ini.
 
Dalam bacaan Mazmur, kita lihat tentang iman dan pengharapannya kepada Tuhan. Kesimpulan itu adalah hasil perenungan pemazmur akan Allah dalam segala kebaikan dan kasihNya. Oleh karena itu, pemazmur berseru untuk selalu memuliakan Tuhan, menyanyikan lagu baru bagi Tuhan karena kesetiaanNya bagi umatNya. Itulah ungkapan kepercayaan yang menjadi credo bagi pemazmur dan seluruh bangsa yang kiranya dapat memiliki spirit yang sama seperti pemazmur.
 
Sekarang ini di tengah-tengan kehidupan bangsa, kita sangat giat dikumandangkan aksi damai, mempertahankan persatuan dan kesatuan (NKRI) dan tetap menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika. Ini semua dilakukan karena ada pihak-pihak yang ingin merusak persatuan bangsa Indonesia. Mari kita junjung tinggi nilai-nilai perbedaan baik suku, ras dan agama dengan mempertahankan Pancasila sebagai Dasar Negara kita.
 
Sebagai orang Kristen harus terus membenahi diri dalam semangat kebersamaan, sehingga semuanya merasakan anugerah-Nya yang luar biasa, dan peran Roh kudus mendukung visi dan misi yang kita sepakati bersama, yaitu semangat persaudaraan dalam kasih, dalam iman dan dalam pengharapan yang abadi yang disandarkan kepada Yesus Sang Kepala Gereja.
 
Roh Kudus telah turun atas kita dan telah tinggal dalam diri kita. Ia mempersatukan kita sebagai umat Tuhan dalam gereja-Nya sebagai bentuk dan tempat persekutuan kudus yang semakin besar dan menyebar ke seluruh penjuru dunia. Akan tetapi, tak dapat kita pungkiri bahwa persekutuan yang besar itu juga mendapatkan ancaman dan tantangan seiring dengan kemajuan zaman dan banyaknya orang-orang yang tidak seiman dengan kita. Akan tetapi, kita tidak perlu takut karena dengan kehadiran Roh Kudus pada hari Pentakosta, Roh Kudus memenuhi seluruh umat dengan penyertaanNya sebagai penolong, penghibur, dan pemberi sukacita dan damai sejahtera. Seperti janjiNya dalam Mat. 28:20, “… Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Amin.
 
Pdt. Abdi E. Sebayang, M.Th
GBKP Rg. Graha Harapan
   

Page 1 of 81