Suplemen PJJ tanggal 16-22 April 2017, Ogen I Korinti 15-53-58

Nast :
I Korinti 15 : 53-58

Tema :
Ras Kristus kita menang.
 

1. Adi isingetken kata menang berarti lit sikalak, janah adi isingetken menang kalah berati lit pertandingen/ siman lawan emaka ibas pertandingen e lit si sikalah lit si menang. Janah kerina kalak bertanding pasti ersura-sura gelah menang tapi malabo kerina banci menang/pemenang. Emaka gelah banci ndatken kemenangen maka ope denga pertandingen harus latihen/melatih diri terus menerus, latih latampil latih, las latapil lasn udan la tampil udan, menurun, menanjak, lurus belok-belok harus kerina ihadapi guna ndatken kekuaten si luar biasa. Emaka adina lawanta e hebat banci si kalahken dingen kita me pemenangna ( enda duniawi).

Bageme kita sebagai kalak kristen (jemaat), maka kepeken seh asa gundari tetap kap kita ibas gelanggang pertandigen, musuhta eme kuasa jahat, doni enda dem alu berbage bage kejahaten sini ipengaruhi iblis, janah kita me musuhnasi atena italukenna. Kita harus siap sedia (mempersipken) ken dirinta gelah ula kita banci talukenna. (band I kor. 9 : 24-27).
Emaka silatih lah dirinta erpalasken kata Dibata, dingen tetap kita ras kristus Tuhanta.

2. Teksta enda ngingetken man banta eme peristiwa kekeken Tuhan Yesus ibas simate nari, ija kenca ikuburken ibas wari peteluken maka kek Ia, dingen italukena kuasa kematen (Markus 16 : 6). Emaka doni kematan italukenNa, Ia keke utuh bagi kuga nai ope denga ia mate i kayu persilang.
Emaka sada keriahen man banta sitek man Yesus, sebab ibas ia enggo naluken kematen, maka kita pe ikut menang radu ras Tuhan Yesus, emaka kai sibiak doni enggo banci sitaluken erpakasken biak sirehna idur Tuhanta nari eme si masap-masap enggo igantiken ku biak sila ermasap-masap si labanci mate (kegeluhen- situhu-tuhu) bagi Yesus keke maka kita pe keke pagi guna kulanta iubah alu simbaru (ayat 53-54).

Kematen enggo itelan kemenangen enggo reh, emaka kuasa kematen e enggo italuken, lanai erbisa/la ergegeh kuasana (Ayat 55). Kematen /dosa enggo italukenNa, kemenangen enggo iberekenNa man banta (Ayat 57). Man banta kepeken labo ngadi bertanding, tapi bertanding radu ras Kristus Tuhanta sipemenag e. Emaka kita labanci lengah harus berkeyakinan teguh, tutus ibas ndahiken dahin si enggo ipercayakenNa man banta kerina. Kai sidahiken kita la percuma, eme kemenagen (ayat 58).

3. Pertarungan dunia lanjut, tapi kita harus megegeh, eme kita harus radu ras Kristus sienggo menang e, Janah lanai lit kebiarenta guan ngalakenca. Emaka ibas dalani kegeluhen doni enda tetap setia ndalaken kataNa, dingen tetap erberita simeriah arah perbahanta, pengerana bagepe arah kai silit ibas kiita (melayani).
Sebab kita nggeluh la rikutken sura-sura doni enda, (manusia) tapi kita nggeluh rikutken sura-sura Dibata ( Band Roma 8 : 9).
Janah guna menghadapi kerina si nyata ibas geluh enda maka kita harus memperlengkapi dirinta alu senjata Rohani ( Band Epesus 6 : 10-20).
Bagi ende-endenta no . 360 ( Ibas Tuhan Aku megegeh).
Bagepe lit ende-enden anak KA-KR.
Bila iblis mengganggu tembak saja.
Katanya jangan maju-maju saja.
Yesus memberi kemengan, oleh darahNya Kudus.
Yesus Memberi kekuatan , kita menang.
 
Selamat ber PJJ
 
Pdt Andarias Brahmana.
 

Khotbah Yesaya 40:9-11, Minggu tanggal 07 Mei 2017 (MINGGU JUBILATE)

Invocatio:
“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia,dan oleh Dia dan kepada Dia:Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya” (Roma 11:36).

Bacaan:
Yohanes 10:1-10

Tema:
PujilahTuhan dan serukanlah kebaikan-Nya
 
 
I. Pendahuluan
Kitab Yesaya 40 merupakan kumpulan nubuat tentang pemulihan bangsa Israel,yang Allah lakukan terhadap umatNya,setelah mereka selesai mengalami masa pembuangan di Babel karena dosa-dosa mereka.Berita penghiburan ini,sekaligus menjadi berita pengampunan dan pembebasan kepada bangsa Israel yang telah menderita 40 tahun lamanya dibawah kekuasaan Babel.

Di tengah-tengah pergumulan umat Israel di pembuangan, nubuat tentang penghiburan dan pengampunan dari Allah menyatakan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya,Tuhan tetap memandang orang-orang yang mengalami malapetaka hukuman itu sebagai umatNya sendiri (Yes 51:16)dan Tuhan adalah tetap Allah mereka (Yes 51:15;40:9).Tuhan tetap mengasihi mereka sebagai umatNya.Penghiburan dan pengampunan itu sekaligus menjadi seruan kepada umat Tuhan supaya mereka mau menyiapkan hati mereka menyambut hari pembebasan yang segera akan tiba.
 
II. PendalamanTeks Bacaan:Yohanes 10:1-10
Dalam mewujudkan rencana penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus Injil Yohanes menggambarkan Yesus sebagai 2 hal yaitu:

1. Yesus sebagai gembala yang baik:Kandang domba di Palestina hanya memiliki satu pintu saja yang dikawal oleh gembalanya.Jika ada yang masuk tidak melalui pintu itu/tidak melalui pintu yang benar,memanjat tembok ia adalah seorang pencuri atau perampok.Mereka adalah gembala-gembala yang jahat,yang menggembalakan dirinya sendiri,mereka adalah gembala atau peminpin yang buruk (Yeh.34:1-4). Sebaliknya siapa yang melalui pintu ia adalah gembala domba yang baik,ini terlihat dari sikapnya sebagai penjaga yang membukakan pintu bagi dia,domba-dombanya mendengar suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya keluar.

2. Yesus digambarkan sebagai pintu: Akulah pintu,barangsiapa masuk melalui Aku,ia akan selamat dan ia masuk dan keluar dan menemukan padang rumput (ay 9).Hal ini menegaskan kepada kita hanya melalui Yesus lah kita memperoleh keselamatan dan padang rumput yang abadi yaitu makanan rohani.Untuk memperoleh hidup yang disedikan oleh Bapa hanyalah melalui satu pintu,yaitu Yesus sendiri,tidak ada jalan atau pintu yang lain.Dunia menawarkan ada banyak pintu untuk kesenangan hidup,tapi Yesus berkata “Akulah jalan kebenaran dan hidup,tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku”(Yoh 14:6). Hal ini membuat kita tidak lagi ragu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

III. Pendalaman NatsKhotbah:Yesaya 40:9-11
“Hai Sion,pembawa kabar baik”. Kata Sion menunjuk kepada benteng kota Yerusalem,dan seluruh bukit utara diberi nama Sion,dan Sion sendiri terletak di istana raja Daud dan terlebih-lebih bait suci.Kota Yerusalem dalam kepercayaan Israel disebut sebagai kota pilihan Allah sendiri,sebagai kota suci.Yerusalem dinyatakan sebagai tempat atau kota ÿang telah dipilih Tuhan”(1Raja 8:44;11:13).Antara Allah dan kota Yerusalem terdapat hubungan yang sangat erat,Yerusalem dimaknai sebagai pembawa pesan sukacita. “Hai Yerusalem,pembawa kabar baik,nyaringkanlah suaramu kuat-kuat,nyaringkanlah suaramu,jangan takut”.Pembawa kabar baik itu diperintahkan untuk menyaringkan suaranya kuat-kuat agar orang-orang dapat mendengarnya.

“Lihat,itu Tuhan Allah (ay 10). Ungkapan ini menunjukkan bahwa Allah sendiri yang akan datang menolong mereka yang sedang dalam pembuangan,Dia tidak menyuruh orang lain,Dia sendirilah lah yang bergerak,Allah telah datang untuk menyelamatkan mereka.Allah hadir sebagai pahlawan yang perkasa yang membawa rampasannya dalam kemenangan.Dengan kekuatan dan tanganNya Ia berkuasa.Dalam membebaskan bangsaNya dari tengah-tengah bangsa yang sedang berkuasa melalui tanda-tanda mujizat dan kekuatan yang besar.Allah hadir bagi bangsaNya dan memberikan kemenangan.

“Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternakNya dan menghimpunnya dengan tanganNya”.Tuhan itu digambarkan sebagi seorang gembala (Mzm 23,Mzm 80:2).Dengan tanganNya yang teracung,Ia telah mengumpulkan umatNya yang tersebar di babel,sama seperti peristiwa Tuhan menghimpun bangsa Israel keluar dari tanah Mesir.Sikap Allah yang digambarkan sebagai gembala menunjukkan bahwa Ia adalah Tuhan yang tanpa terkecuali tua muda yang kuat dan lemah,Ia menuntun kita menurut jalanNya.Bangsa Israel yang telah terpisah-pisah dikumpulkanNya dan sebagai gembala Ia berdiri di depan menuntun dan menunjukkan jalan pulang ke Yerusalem.Dia telah memulihkan keadaan bangsa Israel,bekas-bekas luka penderitaan selama pembuangan telah lenyap,Karena Dia menggendong dengan hati-hati,memberi kekuatan kepada yang lemah dan menambah semangat.

IV.Renungan
Konteks kehidupan bangsa Israel di tanah pembuangan masih relevan dengan kehidupan yang kita alami saat ini.Adanya kekerasan, ketakutan, teror, ketidakadilan, perbudakan narkoba, kemiskinan, peminpin yang tidak mengayomi rakyatnya dan seterusnya.Siapakah yang bisa kita andalkan untuk menghadapi situasi seperti itu?Didalam Mazmur 121:1-2 “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung,darimanakah pertolonganku? Pertolonganku ialah dari Tuhan,yang menjadikan langit dan bumi.Allah sendiri datang menolong dan membebaskan umatNya.Betapapun dalam pelanggaran dan dosa bangsa Israel,tapi Allah tetap mengasihi mereka,Allah memulihkan bekas-bekas luka penderitaan dan Dia menggendong kita dengan hati-hati,menuntun kita seperti gembala yang mengiringi gembalanya.Tidak ada pertolongan lain yang bisa diandalkan hanya Allah melalui Yesus Kristus yang sanggup memberikan pemulihan dari setiap situasi kehidupan. 

Dalam konteks keberadaan kita sebagai orang yang sudah diampuni,dipulihkan oleh Allah melalui Yesus Kristus.Kita menjalani kehidupan ini dengan penuh sukacita,kehidupan kita senantiasa memancarkan dan menyuarakan kasih Allah.Keberadaan kita senantiasa membawa sukacita bukan ketakutan.Serukanlah kedatanganNya,sambutlah Ia dengan segala kerelaan dan jadilah kita sebagai pancaran kasihNya melalui kepedulian kita terhadap sesama dan dunia ini.

Pdt. Rena Tetty Ginting, S.Th
GBKP Bandung Barat
 

Suplemen PA Mamre tanggal 26 Maret-01 April 2017, Ogen Kejadin 41:37-43

Tema :
Nggeluh ibas Tuhan erbahanca Mamre erdolat

Tujun :
Mamre ngasup nggeluh medolat.

Metode :
Diskusi
 
 


Penaruh:
1. Erdolat ibas Kamus Karo (asal kata dolat = wibawa) ertina berwibawa, mempunyai sifat atau sikap yang menimbulkan rasa hormat (kagum) orang lain.
 
Pendalaman:
1. Musyawarah Raja Paro ras pegawaina (ayat 37-38a)
Pemerintahen paksa e pemerintahen autokratis ertina kerina urusen ibas Raja.Kai pe banci ibahanna.Tapi khusus kerna Jusup teridah pemerintahen demokratis (pemerintahen rakyat) ibanna lebe musyawarah ras pegawaina. Intinakal gelah kerina meyakini kepemimpinan Jusup.
Lit lompatan jauh eme ibas penjara nari lompat ku istana raja; ibas sekalak ukumen siterhina lompat jadi kepala pemerintahan.

2. Pujian Paro man Jusup ras Dibatana (ayat 38b-39)
Situhuna Raja Paro, silabo nandai Dibata, tapi peranan Jusup mperkenalken Dibata ibas ngertiken nipi Raja erbahanca Raja Paro pe ibas ayat 38b naksiken maka Jusup “sekalak si lit kesah Dibata ibas dirina jine”.

3. Pelantiken Yusup jadi wakil Raja Paro (ayat 40-41)
Raja Paro meyakini Jusup suruh-suruhen Dibata. Adi bage pelantiken jabaten jadi wakil Raja Parope, la terlepas ibas sura-sura ras peraten Dibata. Dibata make kuasa Raja Paro guna melantik Jusup. Peristiwa enda merupaken realisasi nipi Jusup sanga Jusup ras senina-seninana irumah orangtuana Jakup.

4. Paro mereken tanda kehormatan man Yusup (ayat 42)
Lit 3 (telu) jenis kehamaten ibereken Raja Paro man Jusup:
• Cincin (cincin stempel kerajaan Mesir), mengungkap kekuasaan.
• Baju (simejilenakal), mengungkap kebesaran.
• Bura (bura emas), mengungkap keleng ate.

5. Pemindon Paro man rakyat Mesir gelah mpehaga Yusup (ayat 43)
Sanga Paro mindo man rakyat Mesir gelah mpehaga Jusup, tentuna Jusup teringet kuga nipina ndube sanga Jusup nuri-nuri man bapana janah isaksiken senina-sennana : ija bintang, bulan ras matawari tunduk man bana. Fakta-na nipi ndai enggo jadi kenyataan.

Pengkenaina:
1. Pengalamen Jusup menginspirasi Mamre gelah ola mengandalken kuat kuasa manusia sibanci mengecewaken, tapi andalkenlah kuat kuasa Tuhan la pernah mengecewakan.

2. Pengalamen Jusup sada lompaten jauh, ibas penjara nari lompat ku istana raja; ibas sekalak ukumen siterhina lompat jadi kepala pemerintahan wakil Raja . Impossible jadi possible (si la mungkin banci mungkin) ibasTuhan.

3. Sosok Jusup jadi bayangen Tuhan Yesus, asum nina: “Ma kin Mesias siipadanken Dibata e arus ngenanami kiniseran e janahalu bage bengket kemulianNa?” Lukas 24:26
Paulus naksiken pengalamenna man Perpulungen Pilipi ibas Surat Pilipi siijuluki surat sukacita siitulis i penjara nari. Kalak siibas penjara biasana nuri-nuri kerna kiniseranna. Tapi Paulus la nuri-nuri kerna kiniseranna, justru sebalikna isehkenna Beritasi Meriah man Perpulungen Pilipi. Bagi Yesus Kristus jadi usihen ibas pola pikir-Na ibasPilipi 2:6-11, bage me Jusup ibas Kejadin 41:37-43

4. Adi ate Mamre erdolat bahanlah bagi siibahan Jusup eme nggeluh ibasTuhan.
 
Pdt. EP. Sembiring
   

Suplemen PA Moria tanggal 26 Feb-04 Maret 2017, ogen Bilangen 27:1-11

Bahan : Bilangen 27 : 1 - 11
Thema : Lit Kin Aku La Bujur Man Bandu
 

1. Bujur .... bali kin enda ras Adil, La sembelahen, ntah Bali Pengenehenen. Adi ninta bali;ku jange inganna kita ngelakoken e? Banci kang kita erbelas maka se enda kerina banci si lakoken nandangi dirinta, isi jabunta, kade-kade ntah teman meriah, ras tentu saja man Tuhan. Tapi ibas PA nta minggu enda iingetken kita mulihi kerna sekalak diberu si mperjuangken keadilen nandangi diberu. Diberu e eme Ibu Kartini, ia la erngadi-ngadi ngupayaken seh gelah kecibal ntah kegeluhen diberu tuhu-tuhu lit ergana. Sabab bali bagi ibas mbue ingan i doni enda, mungkin bas kita kalak Karo pe maka kecibal diberu labo iakap “meherga” (paksa si adi). Padaal, adi rukur kita mbages, maka ijadiken Tuhan diberu jenari itaruhkenNa ku dilaki; tentu penting kal nge diberu e man dilaki. Saja sejarah doni enda ibas paksa kedungenna ngubahken “posisi” diberu ibas kegeluhen.

2. Bage ka ibas PA nta sekali enda, icidahken uga “perjuangen” diberu-diberu guna ndatken “gelar ras bagin” sebage tading-tadingen ibas bapana nari. Enda jadi erkiteken ibas tradisi si lit ibas kegeluhen kalak Israel, adi anak diberu labo dat bagin ibas tading-tadingen orang tuana. Si iperjuangken anak-anak Selopahat eme pengakun maka ula min “bene garis dareh” bapana erkiteken kerina anak bapana e diberu. Guna si e, maka ipindokenna man pemimpin-pemimpinna guna banci ngerunggui persoalenna enda, Teridah maka persoalen enda ibas paksana mbarenda labo persoalen si mesunah. Teridah maka Musa selaku pemimpin labo ngasup ndungisa adi lakin alu penampat Tuhan.

3. Kai si icidahken Tuhan man Musa? Teridah maka Tuhan ngataken man Musa maka labo lit hak manusia meneken “hak” nandangi anak-anakNa. Keadilen si ipindo anak-anak Selopahat dungna labo saja ibereken man bana; tapi lit “aturen nggeluh si mbaru” si arus ipeseh ras dungna ilakoken kerina kalak Israel. Ertina, kai si isuraken anak-anak Selopahat enda mbaba perubahen nilai-nilai kegeluhen janah kedungenna tentu labo anak-anak Selopahat enda saja si ngenanamisa tapi kerina si kecibal kegeluhenna bali bagi kalak enda tentu ikut ngenanamisa.

4. Genduari pe, enggo me si gejabken ras mbue teridah maka cara rukur ras perbahanen si mbeda-mbedaken kerna kecibal nggeluh antara si dilaki ras diberu nggo me ndauh kal urak. Janah kecibal diberu pe genduari enda enggo lanai terbedaken kerna peran ras kedudukenna baik ibas gereja, pemerintah, perusahaan bage pe ibas kerina dampar nggeluh manusia. Si jadi perenungen man banta eme : si gejab nge si enda kerina maka lit peran Tuhan ibas njadiken maka kecibal diberu genduari enda enggo tuhu-tuhu mehuli. Adi bage, Tuhan e tentu Tuhan si mereken keadilen man banta diberu GBKP (Moria ras pernanden ibas kalak Karo). Ertina, adi Tuhan enggo mereken keadilen ntah kebujuren man banta, tentu tetap si idah kai ka si jadi tanggungjawab selaku diberu bagi si enggo isehken Tuhan man diberu si pertama. Tetaplah jadi si erguna nandangi keluarga, kade-kade, teman meriah ntah teman sada kiniteken, bage pe nandangi tinepana. Engkai? Sabab alu ngelakoken kerina enda, teridah maka diberu si ijadiken Tuhan seh ibas paksa enda eme diberu si erguna ras penting ertina guna kegeluhen manusia.

Pdt. Benhard Roy C Munthe
 

Pekan Penatalayanan Wari VII, Filipi 1:20-26

Invocatio :
Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata : “Siapakah yang akan
Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”
(Yesaya 6:8)

Ogen :
Yohanes 21:15-18

Tema :
Aku Ikut Mengambil Bagian Sebagai Pelayan Tuhan (Kubuat
Baginku Selaku Aron Dibata)
 
Pengantar
Kehidupan di dunia ini pasti akan diperhadapkan dengan dua hal, yaitu kehidupan dan kematian. Paulus, sebagai seorang rasul Kristus, ketika diperhadapkan dengan hal ini mengatakan bahwa “Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan.” Saat menulis surat Filipi, Paulus berada dalam penjara. Ia tidak tahu apakah kemudian akan selamat, ataukah harus mati di penjara. Namun, baik mati maupun hidup sama baiknya bagi Paulus. Mengapa Paulus dapat memiliki keyakinan seperti itu? Apakah hidup Anda juga untuk Kristus ?
Melalui Filipi 1:20-26, kita akan berupaya untuk memahami kehidupan setiap orang yangpercaya kepada Tuhan.
 
Tafsiran : Filipi 1:20-26
Ayat 20 “Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku
dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sedia kala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku”
Pengharapan Paulus adalah bahwa ia tidak akan dipermalukan. Paulus merasa pastibahwa dalam Kristus ia menemukan keberanian untuk tidak merasa malu karena Injil, melalui Kristus pekerjaanNya dapat menjadi berguna bagi semua orang. J. B. Lightfoot menulis, “Hak untuk berbicara adalah tanda pengenal, hak istimewa dari pelayan Kristus.” Berbicara tetang kebenaran dengan penuh keberanian bukan hanya hak istimewa pelayan Kristus, tetapi juga menjadi kewajibannya.
 
Karena itu, bila Paulus memakai kesempatannya secara berani dan efektif, Kristus akan dimuliakan di dalam dia. Tidak menjadi masalah apa yang terjadi pada dirinya. Bila ia mati, ia akan menerima mahkota seorang martir. Bila ia hidup, ia akan memiliki kesempatan dengan hak istimewanya untuk terus memberitakan dan bersaksi bagi Kristus. Seperti yang diungkapkan olehEllicott, bahwa Paulus sesungguhnya sedang berkata, “Tubuhku adalah gedung teater dimana kemuliaan Kristus sedang dipertontonkan.” Inilah tanggungjawab orang Kristen yang cukup penting. Sekali kita telah memilih Kristus, melalui seluruh hidup dan tindakan kita membawa kemuliaan, atau justru mempermalukan namaNya. Seorang pemimpin dinilai dari pengikutnya
dan Kristus dinilai dari kita.
 
Ayat 21-22 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.
Ketika dalam penjara Paulus menantikan pemeriksaan perkaranya. Ia menghadapai dua kemungkinan, yaitu hidup atau mati. Namun, kemungkinan manapun baginya tetap sama.
 
“Hidup adalah Kristus”. Bagi Paulus, Kristus adalah awal kehidupannya sebab pada hari ketika ia berjalan ke Damaskus, ia memulai hidup yang baru. Kristus adalah hidup baru yang ia jalani. Tak satupun hari dijalani Paulus tanpa kehadiranNya dan dalam saat-saat yang menakutkan, Kristus hadir disana untuk menghiburnya (Kis. 18:9,10). Kristus adalah tujuan hidupnya sebab dihadiratNya yang kekal Paulus mengarahkan seluruh hidupnya. Kristus adalah inspirasi bagi kehidupan; IA juga dinamika dalam kehidupan. Bagi Paulus, Kristus telah memberi tugas kehidupan karena Dialah yang mengangkat Paulus menjadi rasul dan mengutusnya sebagai pengabar Injil kepada orang-orang bukan Yahudi. Bagi Paulus, Kristus telah memberi kekuatan untuk menjalani hidup sebab kasih karunia Kristus yang serba mencukupi, telah menyempurnakan kelemahan Paulus. Baginya, Kristus adalah upah kehidupan karena upah satu satunya yang berarti adalah hubungan yang semakin dekat dengan Tuhannya. Apabila Kristus direnggut dari hidupnya maka bagi Paulus hidup ini menjadi tidak berarti apa-apa.
 
“Mati adalah keuntungan.” Kematian adalah pintu masuk ke hadirat Kristus yang makin dekat. Di sini, Paulus melihat bahwa kematian adalah sebagai kepindahan segera ke dalam hadirat Tuhan. Bila kita percaya kepada Yesus Kristus, kematian merupakan persekutuan (union) dan persekutuan kembali (reunion); persekutuan dengan Dia dan persekutuan kembali dengan mereka yang kita kasihi dan mereka yang pergi meninggalkan kita untuk sementara.
 
Orang percaya yang sejati, yang hidup di tengah-tengah kehendak Allah, tidak perlu takut terhadap kematian. Mereka mengetahui bahwa Allah mempunyai maksud untuk kehidupan mereka dan bahwa kematian, bila itu datang, hanya merupakan akhir tugas mereka di dunia dan awal kehidupan yang lebih indah bersama Kristus.
 
Hidup atau mati: demi dan dalam Kristus. Inilah kerinduan terdalam Paulus, yaitu bahwa hidup atau matinya untuk mempermuliakan Kristus. Karena hubungannya dengan Kristus sedemikian akrab maka kondisi-kondisi yang berubah-ubah tidak mempengaruhi kesetiaannya, kualitas kerohaniannya maupun kobaran semangat pelayanannya. Sebaliknya penderitaan adalah kesempatan untuk mengalami keindahan persekutuan Kristen lebih dalam  dan membuat ia lebih berharap berjumpa Kristus. Untuk Paulus hidup atau mati tidak masalah. Yang penting dalam pengalaman mana pun, ia tetap menyatakan Kristus dan ia ingin memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi jemaat Tuhan. Alangkah hebatnya pengaruh orang-orang yang berprinsip sama dalam kualitas pelayanan gerejani kita. Kiranya Roh Allah mengaruniakan kita prinsip hidup yang sama dengan Paulus.
 
Ayat 23-26 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-
sama dengan Kristus --itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada
kamu.
Paulus berada diantara dua pilihan. “Aku didesak” katanya “dari dua pihak”. Kata yang digunakan adalah senekhomai, kata yang akan dipakai oleh pengembara ketika berada di jurang yang sempit, dan dinding batu pada kedua sisinya, tak sanggup lagi berputar arah selain hanya dapat berjalan terus. Paulus sesungguhnya ingin pergi supaya tinggal bersama Kristus; namun demi kawan-kawannya dan demi apa yang dapat dilakukannya bersama untuk mereka, ia ingin tetap tinggal di dunia. Lalu muncullah pikiran bahwa pilihannya tidak tergantung pada dirinya,tetapi pada Allah.“Aku ingin pergi”, kata Paulus. Kata “pergi” yang dipakai di sini adalah analeuin.
 
1. Kata yang digunakan untuk merobohkan tenda, mengendorkan tali-tali yang mengikatnya, mencabut pasak-pasaknya, dan meneruskan perjalanan. Jadi, kematian adalah “meneruskan perjalanan”. Tiap hari merupakan hari per-arak-arak-an yang semakin dekat ke rumah hingga akhirnya perkemahan dalam dunia ini dibongkar dan ditukar dengan tempat tinggal yang permanen dalam dunia kemuliaan.
 
2. Kata ini juga digunakan untuk mengendorkan tali-tali kapal, mengangkat jangkar dan mengembangkan layar. Kematian adalah layar terkembang. Di dalam kematian, kita berangkat menuju pelabuhan kekal untuk tinggal bersama Allah.
 
Adalah keyakinan Paulus bahwa ia akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan mereka. Kerinduan Paulus untuk hidup bukanlah demi dirinya sendiri, melainkan demi mereka yang seterusnya ingin ia bantu. Apabila Paulus dibebaskan untuk datang menjumpai mereka lagi, mereka akan memiliki dirinya sebagai alasan untuk menjadi bangga dalam Yesus Kristus. Maksudnya, mereka dapat memandang dia dan melihat dalam dirinya suatu contoh bagaimana, melalui Kristus, seorang dapat menghadapi keadaan yang paling buruk dan tidak gentar. Merupakan tugas setiap orang Kristen untuk meyakini bahwa orang sanggup melihat apa yang dapat dilakukan Kristus bagi orang yang telah memberi hidupnya kepadaNya.
 
Jadi, bagi Paulus persoalannya bukan mati atau hidup, asalkan kedua-duanya memuliakan Tuhan. Di satu sisi memang kematian akan menyelesaikan perkara penderitaan dan kesusahan di dunia ini. Kematian berarti permulaan dari menikmati secara penuh persekutuan keselamatan yang telah Kristus kerjakan. Namun, di sisi lainnya Paulus melihat kebutuhan dan sekaligus panggilan Tuhan untuk tetap berkarya di dalam dunia ini. Paulus melihat kebutuhan konkrit jemaat Filipi dan pelayanan mereka. Oleh sebab itu Paulus memutuskan untuk taat pada kehendak Allah yaitu tinggal di dalam dunia ini untuk hidup menghasilkan buah. Kematian bukan pelarian bagi Paulus. Selama ia hidup, ia harus memberi buah: menjadi berkat bagi orang-orang yang kepadanya Tuhan pertemukan. Kalau tiba waktunya kematian menjemput, Paulus tahu ia akan ke sorga mulia. Namun, sekarang selagi ia hidup berarti bekerja dan melayani Tuhan.
 
Aplikasi
Ada sebuah kisah yang dapat menolong kita untuk memahami tentang kehidupan sebagai seorang yang sudah hidup dalam Kristus. Kisah tetang seorang pemahat dari Perancis, Dannecker, terkenal karena karyanya yang menampilkan Ariadne dan dewi-dewi Yunani lainnya. Suatu kali ia terdorong untuk mencurahkan segenap energi dan waktunya untuk menghasilkan sebuah adikarya. Ia bertekad untuk mengukir sosok Kristus. Dua kali usahanya gagal sebelum  akhirnya berhasil memahat patung Kristus secara prima. Karyanya begitu elok dan agung, sehingga setiap orang yang memandangnya sangat begitu mengaguminya.
 
Suatu kali ia menerima undangan dari Napoleon. "Datanglah ke Paris," kata Napoleon. "Tolong ukirkan bagi saya patung Venus untuk ditempatkan di Louvre." Dannecker menolak. Jawabannya sederhana, namun telak: "Tuan, tangan yang pernah memahat Kristus ini tak akan dapat lagi memahat dewi kafir."
Sosok Kristus yang sejati, adikarya yang sesungguhnya, juga telah "dipahat" di dalam diri setiap anak Tuhan. Kita dipanggil untuk menanggalkan manusia lama yang duniawi dan mengenakan manusia baru yang rohani. Kalau dahulu kita "diukir" menurut pola pikir duniawi yang cenderung egois dan merusak, sekarang kita tengah "ditatah" untuk menjadi manusia baru, serupa dengan karakter Kristus. Proses pembentukan ini berlangsung melalui ketaatan kepada pimpinan Tuhan. Sehingga dalam kehidupan kita akan mampu menyatakan bahwa dalam kehidupan ini “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”. Mendorong kita ketika menjalani kehidupan di dunia ini, maka seluruh pengabdian hidup kita hanyalah bagi kemuliaanNya.
 
Dalam situasi kehidupan yang bagaimanapun Paulus tetap berkomitmen untuk melayani Tuhan, bahkan dalam penjara sekalipun, ia tetap melayani Tuhan. Tidak ada satu hal apapun yang membuatnya kendor ataupun patah semangat untuk melayani Tuhan. Meskipun diperhadapkan dengan kematian sekalipun, ia tetap setia ikut ambil bagian dalam pelayanan kepada Tuhan. Hal ini terjadi karena Paulus menyadari bahwa “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20)
 
Demikian juga halnya dengan Yesaya seperti yang disampaikan dalam introitus, yang mengatakan : Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata : “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku : “Ini aku, utuslah aku!” (Yesaya 6:8). Pengenalan yang sungguh kepada Tuhan, membawanya hidup untuk melayani Tuhan sehingga ia mengatakan “Ini aku, utuslah aku”.
 
“Tuhan, engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau”, demikian yang disampaikan oleh Yohanes dalam Yohanes 21:15-18. Kata Yesus kepadanya “Gembalakanlah domba-dombaKu”.
 
Sebagai seorang yang percaya kepada Kristus maka menjadi suatu sukacita yang besar untuk melayaniNya, ikut ambil bagian dalam pelayanan kepada Tuhan. Memberikan warna yang berbeda dalam kehidupan. Ketika ada banyak terjadi pertikaian, maka kita menjadi pendamai. Ketika banyak terjadi kejahatan, maka kita menjadi pembawa kebenaran.
Selamat Melayani Tuhan.
Pdt. Chrismori Br Ginting, S.Pd, S.Th
GBKP Runggun Yogyakarta
   

Page 1 of 77