Khotbah Roma 15:15-21, Minggu 16 Oktober 2016

Invocatio :
Dalam himpunan umat-Mu kuwartakan kabar gembira bahwa 
Engkau telah menyelamatkan kami. Dengan tiada hentinya hal itu
kumaklumkan, Engkau tahu semua itu, ya TUHAN.
 
Bacaan :
Mazmur 34:1-15
 
Tema :
TETAP LAH SAMPAIKAN
 
 
I. KATA PENGANTAR
• Perjalanan Napak Tilas yang dilakukan oleh Moderamen GBKP terhadap Pendeta-pendeta adalah merupakan sebuah perjalanan yang mengingatkan para Pendeta yang ikut dalam napak tilas tersebut betapa sulitnya pelayanan dalam menyampaikan kabar Injil ke Tanah Karo yang dilakukan oleh Pendeta-pendeta dari utusan NZG. Dimana dalam perjalanan tersebut di mulai dari Kuta Jurung, Rambe, Periaria, Buluh Gading, Laza, Sala Bulan, Rumah nangkong, Buluh Awar, Tanjung Beringin. Dalam setiap perjalanan Pendeta-pendeta diingatkan akan perjuangan Zending dalam mengabarkan berita Injil. Bahkan ada diantara mereka yang harus melihat kematian Istri dan anaknya sewaktu melahirkan (Pendeta Tampenawas), ada yang harus meninggalkan istrinya sendirian di Buluh Awar karena Pendeta tersebut meninggal dunia waktu pelayanannya di Buluh Awar (Pdt. J. Wijngaarden), dsb. Jika kita mengingat kembali akan perjuangan mereka tentunya sangat memotivasi kita semua Pelayan-pelayan Tuhan masa kini untuk setia dalam pelayanan kita.

• Para Zending sesungguhnya dapat tinggal di negerinya tanpa harus melewati kesulitan itu semua, akan tetapi mereka memutuskan untuk menerima pelayanan tersebut dengan suka cita meskipun banyak tantangan yang harus mereka hadapi. Bahkan beberapa lagu KEE GBKP tercipta dari pergumulan yang dihadapi oleh para Pendeta Zending yang melayani ke Buluh Awar seperti KEE No. 69, “KATAKEN MAN YESUS”, Ini diciptakan oleh Pdt. J. Wijngaarden yang waktu itu menderita sakit perut. Ketika dibawa ke rumah sakit dia berkata kepada istrinya bahwa dia akan meninggal, karena istrinya bersedih akhirnya dia berkata bahwa dia akan menciptakan sebuah lagu untuk menghibur istrinya dan berkata kepada istrinya agar istrinya tetap bertahan untuk melayani di Buluh Awar. Masih banyak cerita yang menhgharukan lainnya yang dihadapi oleh para penginjil waktu itu. Kesulitan demi kesulitan mereka hadapi dan lewati hingga akhirnya para pelayan Tuhan baik Pendeta maupun Pertua Diaken dan semua jemaat dapat meneruskan pelayanan mereka untuk mengabarkan berita suka cita yakni berita Injil. Oleh sebab itu melalui firman Tuhan saat ini kita diajak untuk Tetap menyampaikan berita Injil..

II. PEMBAHASAN TEKS
• Dari Yerusalem sampai ke Ilirikum, Injil Kristus (19) telah diberitakan oleh Rasul Paulus. Pemberitaan ini merupakan hasil pemahaman Paulus akan statusnya sebagai rasul bahwa Tuhan memberinya kasih karunia untuk menjadi pelayan Kristus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi. Ia mengemban tugas imam dalam mewartakan Injil Allah supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, serta yang disucikan oleh Roh Kudus (15-16). Itu sebabnya Paulus tidak melakukan penginjilan ke Roma, karena sudah ada Petrus di sana.

• Paulus tidak mau membangun di atas dasar yang telah didirikan oleh orang lain (20). Ini bukan karena menghindari persaingan, melainkan agar daerah-daerah lain yang belum tersentuh oleh Injil dapat dijangkau juga. Paulus memang fokus pada panggilan untuk menjangkau bangsa-bangsa bukan Yahudi. Kesadaran akan panggilan itulah yang membuat Paulus memusatkan pikiran, usaha, dan kekuatannya untuk memenuhi panggilan yang telah dia terima.

• Paulus memang tidak mempunyai andil secara langsung dalam mendirikan jemaat di Roma. Namun sebagai rasul Kristus (1:1; 15:16), ia memiliki otoritas untuk mengajar dan menasihati mereka. Sama seperti jemaat lainnya, jemaat Roma, juga mempunyai masalah yang sangat serius, yaitu hubungan antara orang-orang Kristen Yahudi dengan orang-orang Kristen nonYahudi di dalam jemaat. Justru Paulus menyatakan bahwa ia mengemban tugas sebagai pelayan atau rasul Kristus bagi bangsa-bangsa lain. Tugasnya memberitakan Injil (16,19) dan memimpin bangsa-bangsa lain kepada Kristus (18). Kerasulan Paulus diteguhkan dengan tanda-tanda (19; bnd. 2Kor. 12:12) yang menunjukkan bahwa Kristus sendirilah sesungguhnya yang mengerjakan itu semua melalui dirinya. Paulus berbesar hati atas panggilan kerasulannya karena ia dikaruniai kehormatan memberitakan Injil di tempat-tempat yang belum mendengar Injil (Rm. 15:20-21). Dengan menegaskan kerasulan-Nya, Paulus menyatakan kerinduannya bersekutu dengan mereka, sehingga mereka boleh mendukung rencana pelayanannya ke Spanyol (24).

• Teladan Paulus yang patut kita ikuti adalah hak dan kewajiban tidak dicampuradukkan. Ia berhak didengar, namun ia tidak memaksa. Ia berkewajiban menginjili orang nonYahudi, ia melibatkan jemaat Roma untuk mendukung pelayanan mulia ini. Tanpa segan atau ragu Paulus memuji kelebihan dan keistimewaan Jemaat Roma. Mereka penuh dengan segala kebaikan, memiliki banyak pengetahuan dan karunia saling menasihati (ayat1). Pujian rasul ini tentu sangat menyukakan hati jemaat.

• Paulus tanpa segan mengingatkan orang Roma tentang panggilannya sebagai rasul bagi orang non-Yahudi. Sebagian orang Kristen Yahudi meremehkan orang non-Yahudi, tetapi Paulus malah bangga boleh dipanggil menjadi rasul bagi mereka yang bukan Yahudi. Dengan girang ia menyaksikan perbuatan Tuhan yang sangat memberkati pelayanannya (ayat 17-19), disertai kuasa dan tanda mukjijat. Pelayanan dalam panggilan dan penyertaan Tuhan memang tidak akan membuat kita kecewa atau menyesal. Sebagai Kristen pelayan Injil, hidup kita tidak luput dari tantangan atau salib. Panggilan yang jelas dan penyertaan Tuhan akan membuat kita kuat berjuang dan pada waktunya 'menuai' penuh sukacita.

• Prinsip pelayananan Paulus adalah ia berprinsip melayani Injil di wilayah (bidang) yang belum pernah dijangkau atau dijamah orang lain (ayat 20-21). Paulus rela keluar dari Yerusalem (pusat kehidupan budaya-agama Yahudi) dan melakukan perjalanan misi ke daerah-daerah baru wilayah orang kafir.

• Paulus mau melakukan itu semua karena Paulus sudah merasakan penyertaan Tuhan dalam hidupnya dan bagaimana kehidupannya diubahkan Tuhan setelah dia bertemu dengan Yesus. Sebagaimana yang dijelaskan dalam bacaan kita Mazmur 34:1-15 dimana Mazmur ini mengajak para pembacanya untuk mengalami Tuhan. Alami sendiri kebaikan-Nya (ayat 9) sebagaimana yang telah pemazmur rasakan. Apa yang pemazmur rasakan dan alami? Rupanya mazmur ini lahir dari pengalaman Daud yang dilindungi Tuhan saat melarikan diri dari Saul, yang hendak membunuh dirinya (ayat 1; lih. 1 Samuel 18-27). Sebagai seorang buronan, berulang kali Daud mengalami kesesakan, penindasan, dan merasa terjepit. Namun setiap kali ia menjerit kepada Tuhan, Tuhan menolong tepat pada waktunya (ayat 7). Perlindungan Tuhan dirasakan bagai dijaga oleh pasukan malaikat yang mengelilingi dia (ayat 8). Bagaikan satpam atau pengawal khusus yang dua puluh empat jam sehari menjaga penuh. Pemazmur mengajak para pembacanya merespons Tuhan agar pengalaman hidup mereka diperkaya, mazmur mengajak pembacanya agar mau memandang Tuhan sehingga hidup mereka akan penuh kesukacitaan (ayat 7). Pemazmur juga mengajak pembacanya agar takutlah akan Tuhan, maka Dia akan mencukupkan segala kebutuhan kita (ayat 10-11).
 
III. APLIKASI
• Sebagaimana yang dijelaskan di kata pengantar, bagaimana para Zending mau meninggalkan zona amannya di negerinya sendiri dan pergi ke Tanah Karo yang penuh dengan tantangan bahkan sampai meninggal duni atau melihat istri dan anak meninggal dunia. Demikianlah dalam khotbah kita minggu ini, kita diajak untuk tidak diam di zona aman kita tapi keluar untuk memberitakan kabar keselamatan bagi semua orang.

• Mungkin saja dalam kehidupan kita dipenuhi oleh berkat-berkat Tuhan yang melimpah, kita memiliki jabatan yang tinggi, kita tidak memiliki persoalan yang berat seperti yang dihadapi orang lain, tapi apakah kita pernah terpikir untuk keluar dari zona aman kita untuk memberitakan kasih Tuhan yang sudah kita rasakan dalam hidup kita supaya dapat dirasakan oleh orang lain?

• Sebagai orang beriman kita dituntut untuk mau keluar dari zona aman kita memberitakan kabar keselamatan bagi setiap orang baik dari perkataan kita maupun perbuatan kita. Mungkin banyak tantangan yang harus kita lewati tapi yakinkan satu hal bahwa Tuhan tidak akan pernah diam dalam setiap pergumulan kita tetapi Tuhan akan bekerja ketika kita berseru kepadaNya. Mengalami Tuhan bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tak usah menunggu saat tekanan hidup tak tertahankan lagi. Alami Tuhan dengan melibatkan Dia dalam segala aspek hidup kita. Dekatkan diri pada-Nya dengan sikap yang terbuka agar Dia dengan bebas menyapa dan menjamah hidup kita. Saat kita mengalami kehadiran atau pertolongan-Nya, naikkan syukur bersama-sama umat Tuhan lainnya. Mahsyurkan nama-Nya di hadapan orang lain. Jangan pernah berhenti mewartakan kabar suka cita kepada setiap orang tapi berusahalah senntiasa untuk dapat mewartakan kabar suka cita (Injil) kepada setiap orang. Seperti yang dikatakan dalam Invocatio “ Dalam himpunan umat-Mu kuwartakan kabar gembira bahwa Engkau telah menyelamatkan kami. Dengan tiada hentinya hal itu kumaklumkan, Engkau tahu semua itu, ya TUHAN. Amin
 
Pdt. Jaya Abadi Tarigan
Rg. Bandung Pusat
 

Khotbah Keluaran 17:8-16, Minggu 04 September 2016

Invocatio :
Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-
jalan orang benar (Amsal 2:20)

Bacaan :
Kejadian 39:1-6 (Tunggal)

Tema :
Permata GBKP Terteki
 
 
1. Memahami dan Merenungkan Bacaan 1
a. Yusuf diperkirakan dijual pada saat usia 17 tahun dan diperkirakan bahwa Yusuf berada di rumah Potifar selama lebih kurang 10 tahun. Sekalipun dia berada di rumah Potifar tetapi dia tetap disertai oleh Tuhan (ay. 2). Dan penyertaan tersebut menyebabkan ada step-step kemajuan hidup Yusuf di rumah Potifar. Kemajuan tersebut adalah; segala yang diperbuatnya berhasil (ay. 2b). Potifar melihat bahwa Tuhanlah yang membuat pekerjaan Yusuf berhasil (ay. 3a) dan ini menyebabkan Potifar mengijinkan Yusuf melayani dia (ay. 4a). Tuhan memberkati Yusuf, bukan saat Yusuf berdiam diri, tetapi saat Yusuf juga bekerja. Ini terlihat dari kata-kata “Pekerjaannya” (ay. 2), “dikerjakannya” (ay. 3), “melayani dia” (ay. 4). Ingatlah bahwa Tuhan tidak akan memberkati orang yang malas.

b. Potifar menyerahkan segala miliknya dalam kuasa Yusuf, sehingga dengan bantuan Yusuf ia tidak perlu mengurus apa-apa lagi kecuali makanannya sendiri (ay. 4b-6). Memang tidak diizankan bagi seorang Ibrani untuk mengurus makanan orang Mesir karena itu dianggap sebagai kekejian.

c. Penyerahan segala sesuatu ke dalam tangan Yusuf menyebabkan Potifar diberkati oleh Tuhan. (ay. 5b). Sama seperti Laban diberkati karena kehadiran Yakub (Kej. 30:27). Perenungan bagi kita bahwa kehadiran kita dimanapun kita bekerja, kita menjadi berkat bagi orang lain dan sekitar kita. Tetapi, penyebab utama dari semua itu adalah kedekatan dengan Tuhan. Kita akan menjadi berkat bagi orang lain, disaat kita terkoneksi baik dengan Tuhan. Yusuf disebut sebagai orang berhasil, bahkan akhirnya dipercaya sebagai penguasa Mesir (pada akhirnya) karena ia memiliki Tuhan yang hidup, yang senantiasa menyertai hidupnya. Keberhasilan Yusuf bukan karena apa yang dia miliki tetapi siapa yang dia miliki yaitu TUHAN yang dalam Efesus 3:20 dikatakan "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita"

d. Selama 10 tahun Yusuf ada di rumah Potifar dan oleh sebab “Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya” (ay. 6b). Dan kita bandingkan dengan ayat 10a “Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.” Tetapi Yusuf tetap masih bertahan dalam iman. Ini menunjukkan kehebatan Yusuf. Selama 10 tahun hidup di kalangan orang kafir, kerohaniannya bisa tetap terjaga dengan baik. Iman Yusuf tidak tergantung kondisi luar. Sekali lagi, bahwa Yusuf tidak melakukan hal zinah dengan istri Potifar bukan karena takut dengan Potifar yang merupakan tuannya, tetapi karena dia takut akan Tuhan. Yang perlu kita renungkan adalah ketika saat ini orang-orang lebih takut berbuat hal negatif dihadapan manusia daripada dihadapan Tuhan. (ingat lagu KAKR “mata Tuhan melihat apa yang kita perbuat”). Jadi kalau tidak mau berdosa jangan dekati sumber dosa. Yusuf ketika digoda istri Potifar dia lari keluar (ay. 13) bukan lari ditempat. Ingatlah bahwa “integritas diuji saat kita merasa tidak ada ORANG yang melihat”. Integritas adalah menyatunya kata dan perbuatan atau menyatunya iman di dalam tindakan nyata. Alkitab berkata : ...TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya. Keberhasilan merupakan anugerah Allah. Tetapi, pada tingkat tertentu keberhasilan bisa menjadi jerat yang membuat dia lupa diri. Karena itu, keberhasilan yang sejati harus disertai dengan integritas yang teruji. Jangan mau kompromi dengan dosa. Ula kari ninta “sekali nge!” sekali nge lebe maka dua kali ras seterusna. Ingat PERMATA, saat ini banyak sekali yang “harga dirinya” murahan, tidak menjaga kekudusan saat masih PERMATA. Jangan sekali-sekali berzinah! Ada kalimat mengatakan “carilah pasangan yang mengajakmu buka Alkitab, bukan mengajakmu buka baju”

e. Memang kita tidak bisa menghindari adanya dosa ataupun godaan-godaan. Tetapi seperti kata Marthin Luther “Kita tidak bisa menghalangi burang terbang di atas kepala kita, tapi kita bisa mencegah burung bersarang di atas kepala kita”. Artinya dosa dan godaan akan tetap ada, tetapi jangan itu yang menguasai kita, sehingga kita benar-benar menjadi orang yang bisa dipercaya. Luk. 16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” Perlu diingat oleh setiap kita secara khusus oleh PERMATA, dalam mencari pekerjaan atau pasangan hidup tetaplah berintegritas, TUHAN sendiri yang akan mem-PROMOSI-kan kita. Seperti Yusuf yang diberi kemampuan untuk menafsir mimpi Firaun yang pada akhirnya menjadi orang nomor dua di Mesir. Akan tetap ada cara ajaib Tuhan yang jauh di luar nalar kita.
 
2. Memahami dan merenungkan bacaan ke 2
a. Menurut Kej.36:12, “Timna adalah gundik Elifas anak Esau; ia melahirkan Amalek bagi Elifas. Itulah cucu-cucu Ada isteri Esau,” Amalek adalah cucu Esau. Dan Bilangan 24:20, Amalek adalah bangsa pertama yang melawan Israel, “Ketika ia melihat orang Amalek, diucapkannyalah sanjaknya, katanya: Yang pertama di antara bangsa-bangsa ialah Amalek, tetapi akhirnya ia akan sampai kepada kebinasaan.” Amalek memerangi Israel karena ingin merebut sumber air.

b. Nats ini bercerita tentang pertempuran antara Israel dan Amalek di Rafidim. Tetapi pertempuran itu adalah pertempuran dimana Allah sendiri yang berperang melawan Amalek (Ul.25:17–19; Kel.17:14). Amalek jelas-jelas memberontak kepada Allah, sehingga Allah-lah yang berperang. Sehingga Musa naik ke bukit, dan berdoa, dan bukannya membuat mujizat langsung dari tongkat. Hasil doa Musa, Allah dikenal sebagai Jehovah Nissi (Tuhan panji-panji Israel). Satu-satunya tempat dalam Alkitab dimana Tuhan disebut sebagai Jehovah Nissi. Jehovah Nissi menunjukkan bahwa ketika Israel melangkah menuju Kanaan, Tuhan menyertai. Tuhan menjadi “penunjuk arah” bagi umatNya. Yang perlu kita renungkan adalah dunia dan segala isinya ini banyak menawarkan segala-sesuatu, tetapi ingatlah bahwa Allahlah Sang Penuntun hidup kita yang sejati. Jangan mengikuti arah yang dunia ini inginkan, tetapi ikutklah YEHOVAH NISSI (TUHAN Panji-panji Israel Sang Penuntun).

c. Perjalanan kehidupan kita persis sama seperti proses keluarnya bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Di tengah jalan banyak tantangan dan rintangan. Ingat, bahwa menjadi Kristen tidak pernah ditawarkan jalan penuh dengan bunga mawar bahkan dikatakan “harus pikul salib”. Menjadi PERMATA saat ini memiliki tantangan tersendiri. Baik tantangan dari dalam diri sendiri yaitu keinginan daging dan tantangan dari luar seperti misal teknologi-medsos-game online dsb. Ingatlah bahwa kita tidak akan mampu jika mengandalkan kemampuan diri sendiri dalam menghadapi tantangan tsb. Efesus 6:11-18 “ Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus” Jangan memberi kesempatan mata untuk melihat sesuatu yang mendatangkan dosa, telinga jangan dipersiapkan untuk mendengar hal-hal yang membuat hati kita rusak, pikiran dilindungi oleh damai sejahtera Allah, mulut dijaga supaya tidak mengeluarkan kata-kata tidak baik. Ini semua dikenakan pada kepala kita sebagai ketopong keselamatan.

d. Dalam hukum perang, seorang yang mengangkat tangan di hadapan musuh menunjukkan tanda menyerah. Demikian pula saat Musa mengangkat kedua tangannya, berarti dia merasa tidak mampu menghadapi Amalek sehingga Tuhan berperang melawan Amalek. Bukti kehidupan yang menyerah sepenuh kepada Tuhan ialah ‘bila kita mengangkat tangan, Tuhan akan turun tangan’. Mengangkat tangan juga berarti berada di pihak Allah; kalau Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita (Rom. 8:31).

e. “Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya supaya ia duduk di atasnya. Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam.” (ay. 12) Tugas pekerjaan besar hanya akan berhasil kalau dilakukan bersama-sama dalam kesatuan sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak namun semua anggota meskipun banyak merupakan satu tubuh; demikian pula Kristus (1 Kor 12:12). PERMATA bukan “aku” tetapi “kita”. Biarlah setiap anggota tidak mementingkan dirinya sendiri. Jaga integritas dan biarlah segala tanggungjawab yang diemban seperti Yusuf dan Yosua tetap bisa dipercaya.
 
Pdt. Dasma S. Turnip
Runggun Pontianak
 

Suplemen PA Moria tanggal 21-27 Agustus 2016, Ogen Kolose 3:12-17

Tema :
Makeken Paken Anak Dibata
 
Tujun :
Gelah Moria:
• Erlajar kerna paken anak Dibata
• Menaken percakapen kerna paken anak Dibata guna pekenaken kegeluhen

Metode :
Aksi
 

Kata Penaruh
Kai jadina adi kerina kalak si tek nangtangi cara nggeluh si male ras nggeluhken kegeluhen si mbaru? Doni enda pasti jadi dame. Gereja ras sektor ibas gereja-gerejanta pasti dame. Jabu-jabu kalak kristen pasti dame. Pribadi lepas pribadi kalak Kristen pasti dame. Adi kerina kalak Kristen enggo makeken cara nggeluh si mbaru emaka lanai bo lit ingan nebeh ate, dendam, meganjang rukur, rendah diri, pelit, ras sidebanna, e maka lanai bo lit ingan si iblis ibas kegeluhen kalak sitek. Tapi sebalikna kai ka jadina adi enggo pe kalak jadi kristen tapi lalap denga ia nggeluh salu cara kegeluhen si male; pergelut, pernembeh, perubat-rubat, dendam, cian ate, pelit ras sidebanna tentu lalit ije keharmonisen ras perbedan-perbedan si lit berpotensi jadi sumber perubaten. La lit ingan kedamen ibas kegeluhen pribadi, keluarga, sektor, gereja ras bermasyarakat.
 
Pembahasen
Teks enda ngajuk kalak si tek i Kolose gelah ngaloken dame Kristus ibas pusuhna. Dame Kristus e me kengasupen ngalo-ngalo teman, sada ras si debanna lit ibas hubungen harmonis. Selaku kalak si ipilih ras ipebadiaken Dibata si itebus alu dareh ni Kristus, terutama man kelompok Jahudi si jadi Kristen maka geluh ke kristenen e labo bias terjeng praktek-praktek ibadah saja tapi arus min jadi perbahanen. Kalak si erkiniteken iajuk gelah nggeluh ibas gaya kegeluhen si mbaru alu make paken ate perkuah, mehuli, rukur meteruk, lemah lembut dingen sabar. Perbahanen kalak si enggo itebus Kristus, si enggo jadi sikerajangen Kristus arus min ngikuti kegeluhen Kristus, ngelakoken kai si ilakoken Kristus khususna ibas nggit ngalemi teman, sebab ibas kiniersadan kalak si tek (gereja) la tertutup kemungkinen banci terjadi konflik. Erkiteken si e ope denga terjadi perubaten ibas perpulungen, Rasul Paulus ngingeken man perpulungen gelah tetap njaga hubungen sada ras sidebanna irakut alu kekelengen si mpersadaken ras nempurnaken kiniersadan e gelah adi jadi selisih paham la jadi perubaten ras la lit ije potensi terjadina perpecahen.
 
Roma 5:1 "Erdandanken kita enggo rembak ras Dibata erkiteken kinitekenta, e maka kita nggeluh i bas perdamen ras Dibata arah Tuhanta Jesus Kristus."Ibas hubungan perkade kaden sada kiniteken" (persaudaraan rohani) tiap tiap kalak arus min kubas perayaken nggeluh ibas dame. Dame ibas pusuh e me ibas pusuh si mbagesna nari (pusat kehendak), enggo min mendarah daging. Kerina perpulungen itebus dingen ipersada Kristus guna ersada ibas dame, alu bage ngasup perpulungen e nggeluh ibas keriahen ras kemalemen ate, e me ku "tingkat kegeluhen si meganjangna kal" ngataken bujur (bersyukur). Nggeluh kiniersadan perpulungen e lanai lit ije si rubat rubat, selisih paham, persaingen ras sidebanna janah ngasup nggejapken maka kerina kinilitenna entah si lit ibas temanna rehna ibas Dibata nari, ipergunanaken guna kemulian Dibata, bagi cara nggeluh perpulunge si pemena si jadi model kegeluhen kalak Kristen sepanjang jaman, alu ersada ukur ibas ertedeh ate, tep-tep wari ia jumpa pulung mpermuliaken Dibata janah kinibayakenna ibahanna jadi penampat man temanna si ibas kekurangen (bdg. Kis 2:43-47).
 
Pusuh kalak si enggo ipelimbarui ibas Tuhan Jesus perayakenna bagi ate Tuhan, cakap si ibelaskenna pe bagi cakap Tuhan. Lanai iambur amburna rananna ncakapken si la erguna tapi si membangun, si memotifasi, si masu masu. Cakap ni Kristus e me cakap si seri ras cakap si ibelasken Kristus, alu pengajaren si mpekeke ukur ngelakoken kebenaren. Kerina min perpulungen mediate man temanna, lit si salah la ipediatna nggeluh ibas kesalahen tapi ipersingetina salu hikmat, isehkenna pengajaren kata Dibata. Keriahenna rende muji Dibata alu ngendeken ende enden pujin ras erberita ( ermazmur) kerna kiniulin Tuhan, khususna kiniulin Tuhan si enggo inanamina (kesaksin pribadi).
Kekelengen e ijadikenna pengerakut kiniersadan ibas kinierbagen, alu kiniersadan si nggit mengesampingken perbedan, nggeluh ras kalak si labo seri ras ia tapi labo ihapuskenna perbedan si lit e (tetap berbeda tapi banci lalap ersada). Kekelengen e seh kal pentingna sebab perpulungen e terancam perpecahen; perpecahen ibas perukuren ras cara nggeluh ibas la ngasup ngaloken teman sebab perbedan-perbedan. Teptep kalak si tek e arus min ndarami ras ndalanken dame Kristus gelah ibas paksa terjadi perbedan pendapat la berpotensi jadi perpecahen. Dame Kristus merentah ibas pusuhndu ertina dame Kristus e jadi "wasit" khusna ibas paksa terjadi perbedan pendapat gelah kerina kalak si tek nadingken kebenaren menurut pendapatna ras merayak ndarami kebenaren ibas Jesus Kristus Takal Ni Perpulungen.
 
Refleksi ras komitmen
Ibas memaknai makeken paken si mbaru (kegeluhen si mbaru) arus min dame si ibereken Kristus ibas pusuh e si ngajari ibas erbahan keputusen. Ula bagi piga-piga kalak si pentar, ibas ia muat keputusen e ertimbangken pemetehna, logikana, emosina si maun maun enggo menyimpang arah kebenaren. Maun jumpa kita kalak si erpendidiken ras pentar, tapi carana ertimbang ras muat keputusen la ertimbangken pusuh peratenna si mbagesna, e maka keputusen si ibijaksanaina la mpertimbangken kepentingen kalak si deban, la mpertimbangken nilai-nilai sosial. Umpamana saja bagi pejabat si la mpertimbangken kepentingen jelma si enterem, ibuatna sen rakyat, ngalo sogok ia, hanya demi rumah mewah, demi mobil mewah ras kesenangenna alu la mperdiateken kepentingen rakyat.
 
Kalak si tek, keputusen-keputusen si ibahanna alu palas dame ni Kristus si ngerajai pusuhna, dame e jadi pengendali kerina aspek kegeluhenna, maka "jiwa sosialna sehat." La ia nggit ncariken untung man bana saja, apaika alu ngkorbanken kalak si deban, tapi nggit ia mbagiken kinilitenna gelah kegeluhen kalak tersampati ras reh ulina. Mehuli hubungenna ras kerina jelma, keriahen ukurna lanai itentuken barang barang doni enda entah situasi si ialamina, janah ibas kerina keadaan ngasup ia ngataken bujur man Dibata (ermasmur).
 
Kalak si dame Kristus merentah ibas pusuhna tetap mpersadaken dirina ras kerina jelma, ngasup mpersadaken dirina ras perpulungen si erbage-bage e jadi "sada kula", la nerapken bana alu mpedauh dirina ibas perjumpan perjumpan si ibahan ibas perpulungen. Bagi perjabun adi anggota jabu e la mere pusuhna ikuasai dame Kristus jabu e labo banci dame. Ate keleng (cinta) saja labo bias, sebab adi la dame Kristus si merentah ibas pusuh, cinta e banci jadi luntur erkitekiteken melala sebab, umpamana cian ate, ketersinggungen, ke egoisen ras sebab sebab sidebanna. Tapi adi pusuh ikuasai dame Kristus ibas sijadi la bagi ukur pe ngasup ia mbelasken cakap bagi si isehken Jesus i datas kayu persilang "O Bapa alemi min kalak enda, sabab la iangkana kai si ibahanna enda." (Lukas 23:34).
 
Suasana hati nentuken kai si ibelasken. Erkiteken si e kalak si pusuhna dem alu nembeh ate e maka intonasi ibas ia erbelas lebih keras. Erkiteken si e moria selaku pernanden perlu nggermetkenca, adi lit pernanden nembeh rusur tiap-tiap ngerana ku anakna, nggit pe nina ku anakna "motu" ras belas-belas sidebanna, perlu ngkoreksi diri sebab entah maun mungkin labo anak-anak e si ermasalah tapi pusuh pernanden e nge si la dame. Adi dame Kristus e lah si merentah ibas pusuh, lalit si metahat wajah dunia, gereja ras jabu-jabunta, ras pribadi lepas pribadi pe banci irubah jadi rupa dame.
 
Selamat er-PA Moria
Pdt. Ekwin Wesly G Manik
GBKP Sitelusada
HP 08128483563
   

Suplemen PA Moria tanggal 07-13 Agustus 2016, Ogen Kejadin 39:6-23

 
Tema :
Tetap Ukur
 
Tujun : Gelah Moria:
• Ngidah ketetapen ukur Jusup ibas ngalaken godan nandangi kinitekena.
• Ngasup netapken ukur (konsisten) ibas ndalani kegeluhen.
Metode : Shering

Kata Penaruh
Megati jumpa kita kalak si la konsisten ndalanken geluh ekinitekenna. Umpamana saja ibas perjabun, lit hubungen perbulangen ras ndehara lanai harmonis seh pe lit si sirang erkite-kiteken la konsisten ndalanken janji perjabun si engo ibelaskenna asum ia ipasu-pasu si iakukenna ilebe-lebe Tuhan Dibata ras itengah-tengah perpulungen. Ngingkari janji perjabun e bali nge ras ngingkari kemulian Tuhan ras la mehamat man gereja ras keluarga. E maka kata la konsisten situhuna seri nge e ras "jahat", lit ije pembenaren diri ras nuduh kalak sideban jahat. Melala kalak ndabuh ibas godan erta doni erbahanca lanai setia ibas penembahenna man Dibata, lanai setia ngkelengi jabuna.
 
Pembahasen
Kenca Jusup ibaba ku Mesir, ia itukur Potipar, e me kepala pegawai istana. Mula-mulana Jusup ipercayaken Potipar jadi asisten pribadina. Asum i idahna Jusup ertanggung jawab ndahiken pendahinna, terandalkn ras terteki ras Tuhan si ngarak ngarak Jusup, e maka man Jusup ibere Potipar tanggung jawab si mbaru, lebih asa asisten rumah tangga, e me ipercayakenna kerina urusen rumah tanggana ras erta-ertana man Jusup. Seri kuasa Jusup ras Potipar ibas rumah Potipar, tentu lit pengecualin, isadari Jusup batasen batasen si arus ijagana, umpamana ndehara Potipar e me milik pribadi tuanna si labo banci ipercayaken man bana. Jusup sadar diri (tidak kebablasan), e maka ibas man pe pedauh-dauh nge ia ras kalak Mesir nari. (bdg. Kej. 43:32).
 
Jusup paguh dagingna dingen rupana pe mejile. Mungkin potongen dagingnaras rupana si mejile e nusur ibas Rahel nandena nari (bdg. Kej. 29:17). Daya tarik ibas Jusup labo hanya ibas paguh dagingna ras rupana si mejile tapi pe ibas kesalehenna ras kepatuhenna ndalanken tanggung jawabna. Umpamana saja Jusup ibas paguh dagingna ras mejile rupana tapi ia kalak si jahat, la ertanggung jawab pasti lagu langkah si la mehuli e erbahanca daging si paguh ras rupa si mejile e kurang daya tarikna. "Daging si paguh ras rupa si mejile e luntur erkite-kiteken perbahanen la ertanggung jawab ras jahat."
 
Kepeken ndehara Potipar mperdiateken Jusup ras leket ukurna man Jusup, e maka ipindona gelah ras ia "medem". Tentu asum Jusup i rayu ndehara Potipar situasi rumah e mendukung, paksa melungen entah pe ibas ruangen si khusus si hanya Potipar ras ndeharana ras kalak tertentu banci masuk ku ruangen e, ras Jusup mungkin sebage kalak tertentu si banci masuk ku ruangen e. Keadan e la erbahanca Jusup tergoda ngueken pemindon ndehara Potipar. Adi ertimbang arah rupa ndehara Potipar pastilah rupana mejile, tapi Jusup la bo erpikiren negatif kerna ndehara tuanna e. Sikap hormatna man Potipar tentu seri nge ras sikap hormatna man ndehara Potipar erbahanca ibas ukur Jusup labo lit turah sura-sura na jahat leket ukurna man ndehara tuanna e. Kiniteken jusup teruji ibas godan e, piga piga kali ndehara Potipar nggoda ia, tapi labo ia ndabuh. Ibas ingan si melungen e adi ate Jusup ngikutken sura-sura ndehara Potipar ise pe labo metehsa, lalit saksina, keadan ras kesempaten mendukung ia adi atena erbahan si jahat. Tapi kiniteken Jusup ras perbahanenna si mehuli e labo erkite-kiteken ia idah kalak entah i awasi kalak, tapi erkite-kiteken kinitekenna ras erkemalangen ia man Dibata, mbiar ia man Dibata, e me si njaga ukurna maka la ia nggit melketi dirina alu dosa. La ate Jusup sitik pe encedai ukurna "Ise ngenehen sekalak diberu, jenari leket ukurna ras diberu e, situhuna ia engo erlua-lua ibas ukurna." (Matius 5:28). Pilihen Jusup e me ngelakoken si mehuli saja.
 
Erkiteken Jusup nulak pemindon ndehara Potipar, kecewa ras merawa ia, iakapna ndube Jusup labo nulak dirina (lit sifat kalak sikelna la banci itulak) e maka ibas sada waktu ndehara Potipar njebak Jusup, serko ia, ikatakenna jahat si enggo ilakoken Jusup man bana ras icidahkenna jubah Jusup si berhasil irampasna. Ndehara potipar berhasil mpekeke rawa Potipar, saja arah hukumen penjara si ibereken Potipar man Jusup nuduhken mbelin kap kekelengen Potipar man Jusup, sebab seharusna kalak si terdat erbahan si jahat erlua-lua hukumenna hukumen mate. Ibas penjara e pe kekelengen Dibata la erleka ibas Jusup nari, e maka ia isenangi kepala penjara ras jelma si enterem ras ibere kepala penjara e kepercayan man bana ngurus kerina kalak si lit ibas penjara e. Erkiteken Dibata si ngarak-ngarak Jusup ras kesetianna si tetap man Dibata e maka kasa kai si idahiken Jusup ibahan Dibata berhasil kerina.
 
Refleksi ras komitmen
Ibas gerejanta megati denga kita jumpa hal-hal si la konsisten, bagi moria si erpengue jadi pengurus Moria, nina pandita si mababai pelantiken nungkun "Adi tuhu bage atendu, nindulah sekalak-sekalak, tuhu bage ateku" janah radu ras moria si ilantik e ngaloisa "Tuhu bage ateku". Tapi piga-piga dekah erdalan kepengurusen e, lit ka pengurus Moria si erpengue ndube la ndahiken tanggung jawabna. Mungkin saja alu penjemba Kesah si Badia ibas pelantiken e ngasup ia ngakuken "Tuhu bage ateku", tapi kenca piga-piga dekah la kepe lit ketetapen ukur ibas ia, lalit ketetapen kiniteken ibas ia, alu erbage-bage alsen; kitik anak kami, melala dahin-sibuk kal, kurang sehat, musim perudan ras sidebanna la idalankenna kai si engo jadi pengakunna ndube.
 
Kalak si erketetapen ukur, setia kap ia ibas kiniteken ras mbiar man Dibata, e maka la lit alasen ibas ia si ergegeh si erbahanca lanai idalankena tanggung jawab na. Kerina si ngolangi e ianggapna godan si ngolangi ia ngelakoken tanggung jawabna. Ketetapen ukur e arusna ngasup naluken kerina bentuk godan si ngolangi ketutusen. Adi Dibata iandalken, e maka labo kurang pemeteh ras kengasupen ndahiken kiniteken ibas komitmen si mehuli. Umpamana bagi kalak si ngisap adi tetaplah ukurna ngadi ngisap ras mbiar ia man Dibata maka labo mesera iakapna nadingken kebiasan ngisap si nganggu kesehatenna ras kalak si isekitarna e. Tapi adi labo lit ketetapen ukur ibas kalak si pengisap enggo pe ia sakit labo ingadikenna ngisap. Kalak si mbelin kinitekenna maka reh tetapna kap ukurna ndalanken kinitekenna man Dibata sebab kiniteken e sedalinen kap ras ketetapen ukur. Jadi kalak si melukah monce-once ndalanken kinitekenna kurang kap kinitekenna, nina Raul Palus kiniteken si bage langa dewasa bagi anak-anak si melukah iombang-ambingken galumbang dingen ijole-joleken ku jah ku je alu angin pengajaren kalak penipu; si mababi kalak papak alu penebu-nebuna si guak (bdg. Epesus 4:14). Emaka erkinitekenlah ban mbiar man Dibata, labo mbiar man manusia, gelah ibas kerina kesempaten, kai pe perbeben si reh entah godan, ibas paksa la lit si ngidahsa entah iperdiateken kalak la monce ukur erkiniteken man Dibata, sebab labo pengidah jelma si man kebiarenken tapi kemulian Dibata kap si arus ihamati.
 
Selamat er-PA Moria
Pdt. Ekwin Wesly G Manik
GBKP Sitelusada
HP 08128483563
 

Suplemen PJJ Tanggal 31 Juli- 06 Agustus 2016, Ogen Bilangen 3:5-10

Nats    : Bilangen 3:5-10
Thema    : Njaga Kebadian Perkakas Rumah Pertoton
 
 
1. Bulan Agustus eme bulan perawaten inventaris Gereja, jana biasana ilakoken ibas minggu si pertama bas bulan e. Janah ope denga tahun 2000, maka setiap minggu inventari, ilakoken pepulung dana. Lit deba banna lelang-lelang, lit deba hanya pesembahen kulebe. Hal enda ilakoken eme untuk menanggulangi/ngelitken/ngurus inventaris gerejanta ibas ingan masing-masing. Tapi kenca tahun 2000, maka pepulung dana enda lanai icantumken bas program gerejanta sebab enggo ibahan pos persembahen tahunen. Namun bas Almanak lalap ibahan ije minggu inventaris, aminna gia sifatna pemberitahuan/mengingatkan kita. Lanai ban pepulung dana.

Hal enda ilakoken gerejanta maka tetap siinget guna ngelitken ras ngerawat inventaris e sada tanggung jawab bersama-sama sabab labo lit sipehuli gerejanta adina la kin kita sipehulisa, ula kal arapken kalak si deban ngerawat ras ngelitken inventaris gerejanta, harus kita asa ngasup ras gegehta lit maka sirawat si enggo lit, janag si usahaken si lenga lit. Maka radu ras kita pehuli ras ngelitkenca, ula timai kalak, kai banci si ban harus si ban guna kiniulin rumah Tuhan.
 
2. Bangsa Israel lenga seh i taneh perjanjian, tapi Dibata enggo ngangkat Imam, ras Dibata nuruh umatNa guna membangun kemah perjumpan, ras kerina alat-alat sini ibutuhken ingan e (Bil 2:2). Mbangun ingan e eme guna ingan pulung bage pe ersembah man Dibata, bage pe guna erdahin bas ingan e eme kelompok Imam-imam, gelah ibabaina umat enda erkemalengen man Dibata

Kalak Lewi si la dat bagin taneh, itugasken guna nampati Imam Harun. Enggo jelas iaturken Dibata kai dahinna, si idah ibahanta enda :
a.    Nampati Imam Harun
b.    Ngurus kerina alat-alat si lit ibas kemah e
c.    Ia ertanggung jawab nampati Harun ras anak-anakna
d.    Harun ras anak-anakna, ndahiken dahin ke imamen saja
Enda me tugas-tugas, lit si ngurus kemah/ingan jumpa, ngerawat, bagepe lit ka si ndahi pendahin ke imamen. Tentuna la ka bo terlepas ibas penampat umat nari. Aminna gia enggo itentuken kerina si ertanggung jawab maka kerina nge ikut ibas ngatur ras ngurus kemah ingan perjumpan bage pe ersembah man baNa.
 
3. Minggu/bulan enda eme perawaten inventaris Gereja. Aminna gia enggo lit Pdt, Pt/Dkn bage pe enggo lit bagin-baginna kerina singaturkenca, tentuna labo terlepas man banta kerina jemaat harus ngidah kuga kita berpartisipasi guna ngaturken ras ngurus rumah pertoton/gerejanta, emaka iarapken maka kerinalah kita si bertanggung jawab lako membangun ras merawat. Ertina si lenga lit si memang perlu, harus i litken janah si enggo lit harus irawat alu mehuli gelah barang-barang e awet.

Sebab megati si idah baik i kota bagepe i kuta, membangun, ngelitken barang-barang la si akap mesera. Tapi ibas ngerawatsa e mesera siakap, emaka megati barang-barang e cedan aminna gia lenga ndekah i pake. Gereja halemenna jorok, ruangenna pe bage ka, mimbar erabu-abu, kamar persikapen pe melket apai ka kamar mandina/toilet. Megati kita sendiri pe malas natapsa. Sampa ija ije berseraken. Abu-abu pe melala dengan si baba arah selop ras sepatunta. Megati ulin si rawat rumahta asangken rumah pertotonta.
 
4. Arah teks Alkitabta ndai maka kita harus natap uga Dibata nuruh Musa gelah iaturkenna kerina umat e baik pejabat bage pe umat gelah ikut ertanggung jawab lako pekena-kena rumah Tuhan/kemah. Kita pe bage, harus ertanggung jawablah kita kerina (Pdt,Pt,Dkn, jemaat) guna pekena-kena rumah gerejanta. Kita merasa kurang enak badan min adina si idah rumah gerejanta jorok, emaka adi lit si idah jorok, mis lah sibersihken. Ula timai kalak si deban. Kai banci si ban, si ban lah.

Apa yang saya buat kebaikan/keindahan hari ini, lakukanlah. Jangan tunggu hari esok. Sebab erbahan simehuli/indah e me njawaben kiniteken si nyata. Dibata pe la kap na mehuli adi rumahNa e ikotori. Bagi Yesus mpelawes kalak si erbinaga i rumah pertoton (Mat 21:12-17). Emaka mari KAKR ras guruna, Permata, Moria, Mamre bagepe lansia, si pesikap kal gerejanta, ula mbangun ngenca sigegehi tapi ngerawatsa la diateta.
 
Salam
Pdt. A. Brahmana
081317054961
   

Page 1 of 70