Khotbah Efesus 1:15-23, Kamis 29 Mei 2014 (Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga)

Renungan

Introitus :
Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. (Kisah Para Rasul 1:9)

Bacaan : Lukas 24:44-53 (Tunggal); Khotbah : Epesus 1:15-23 (Tunggal)

Tema : Kuasa Kristus Melebihi Segalanya


I. PENDAHULUAN
Saudara-saudara, nats khotbah di hari Kenaikan Tuhan Yesus ke surga ini merupakan sebuah doa ucapan syukur rasul Paulus untuk orang-orang kudus di Efesus karena ia telah mendengar iman mereka kepada Yesus Kristus dan praktek kasih yang telah mereka lakukan kepada semua orang. Paulus juga mendoakan agar mereka diberi Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Kristus dengan benar. Dalam doa Paulus juga meminta agar mereka semakin diterangi sehingga dimampukan mengetahui harapan panggilan mereka, betapa kayanya kemulian pewarisan Allah diantara orang-orang kudus, dan betapa tidak terukur besarnya kuasa Allah bagi orang-orang percaya. Yang terbukti dari tiga peristiwa, dimana Allah telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati, Allah mendudukkan Kristus di sebelah kanan-Nya di sorga yang melebihi segala sesuatu dan meletakkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus. Allah juga membuat Kristus menjadi kepala dari segala yang ada, juga bagi jemaat yang adalah tubuh-Nya.

Lebih lanjut: Khotbah Efesus 1:15-23, Kamis 29 Mei 2014 (Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga)

 

Khotbah Lukas 23:33-43, Jumat 18 April 2014 (Jumat Agung)

Renungan

Introitus :

“Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah” (Yesaya 53:4).

Bacaan : Mazmur 22 : 2-12 (Responsoria); Khotbah : Lukas 23:33-43 (Tunggal)

Tema : “Hukuman kita Ditanggung Yesus”

 

I. Pendahuluan

Umumnya kematian dipandang manusia sebagai sesuatu yang mengerikan, tetapi sudut pandang tertentu melihat kematian sebagai sesuatu yang menyenangkan. Keinginan hati manusia dipenuhi saat kematian seseorang yang tidak ia sukai. Merasa puas dan menang atas kematian orang lain.

Pada tahun 1551, ketika tersiar kabar di katedral tanah kelahiran John Calvin di Noyon bahwa sang reformator telah meninggal, mereka merayakannya dan mengucap syukur kepada Tuhan karena telah mengakhiri hidup seorang sesat. Padahal semangat Calvin untuk membaharui gereja tetapi dianggap sebagai pembuat keonaran dan mengganggu ketenteraman. Kegembiraan mereka terhenti karena akhirnya mereka mengetahui bahwa rumor kematian Calvin sangat prematur. Calvin masih hidup tigabelas tahun lagi setelah isu itu.

Lebih lanjut: Khotbah Lukas 23:33-43, Jumat 18 April 2014 (Jumat Agung)

 

Khotbah Matius 1:18-25, Rabu 25 Desember 2013 (NATAL I)

Renungan

Introitus : 
 “Mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita” (Matius 1:23b).
 
Bacaan : Yesaya 7 : 10 – 17; Khotbah : Matius 1 : 18 – 25
 
Thema : “Allah menyertai kita”
 
Pendahuluan
Allah berinisiatif mendekati kita dan hidup diantara manusia. Sungguh mulia Allah yang mau merendahkan diri menemui ciptaan-Nya. Tentunya hal ini sangat berharga bagi kita, kita selayaknya memuji kebesaran Tuhan dalam semua rencana dan kerelaan hatiNya.
Tujuan Tuhan untuk memberikan pengenalan akan diriNya. Kalau selama ini Allah terasa begitu jauh dan sulit untuk dikenali; tetapi dengan kedatanganNya kedunia seharusnya tidak ada lagi alasan ‘aku tidak mengenalNya’. Tuhan tidak ingin ada salah pengertian tentang diriNya, Ia tidak ingin dikenal sebagai Allah yang menakutkan tetapi sebagai Allah yang mengasihi manusia. Ia tidak ingin menjadi Allah yang tidak terjangkau, tetapi menjadi Allah yang dekat dengan manusia.

Lebih lanjut: Khotbah Matius 1:18-25, Rabu 25 Desember 2013 (NATAL I)

 

Khotbah Tahun Baru Yeaya 42:1-9, 1 Januari 2014

Renungan

Introitus : 
Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu menyertai engkau, kemanapun engkau pergi (Yosua 1:9)
 
Bacaan : Yohanes 1:10-18.; Khotbah : Yesaya 42:1-9
 
Tema : “Allah berjalan bersama kita.”
 
 
Kata Pendahuluan
Saudara-saudara yang terkasih,
Kita sering mendengar kalimat”Hidup itu perjalanan.” Hidup itu perjalanan berarti hidup itu bergerak dari satu tempat ke tempat lain, dengan segala tantangannya, contoh: Perjalanan mendaki gunung atau naik kapal. Perjalanan naik gunung (perjalanan ndarat), ada lobang kecil, lobang besar, jalan terjal, cuaca yang tidak bersahabat, binatang buas, daerah berbahaya, dll. yang menghadang untuk mencapai tujuan. Demikian juga perjalanan laut ada waktu tenang, ada juga waktu yang menakutkan.

Lebih lanjut: Khotbah Tahun Baru Yeaya 42:1-9, 1 Januari 2014

 

Khotbah Mazmur 118:1-9, Khotbah Tutup Tahun 31 Desember 2013

Renungan

Introitus : 
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya (Mazmur 118:1).
 
Bacaan : Keluaran 15:1-18 (Antiphonal); Khotbah : Mazmur 118:1-9 (Responsoria)
 
Thema : 
Dalam semua pernuatanNya, bersyukurlah (Ibas kerina perbahanenNa, Kataken bujur)
 
Renungan
Patut kita mengucap syukur kepada Tuhan, atas segala kebaikannya yang boleh kita alami, khususnya boleh menjalani tahun 2013. Saat ini kita berada pada hari terakhir tahun 2013. Kalau kita flashback kebelakang, khususnya tahun 2013 ini tentunya banyak pengalaman yang kita alami, apakah itu suka maupun duka, untung atau rugi, menyenangkan atau sebaliknya. Mungkin juga kita pernah mengalami “kesesakan” seperti dialami Pemazmur dalam ayat 5. Saya tidak tahu apakah Tuhan menjawab doa kita dan member kelegaan. Baiklah kita masing-masing memberikan evaluasi. Memang benar, terkadang jawaban doa lebih dari satu tahun sehingga tidak bijak membuat kesimpulan terlalu dini. Monika ibu Agustinus selama 40 tahun lamanya ia terus berdoa bagi anaknya, Agustinus yang sedari kecil sudah nakal, pemalas, suka mencuri dan memukul, bahkan umur 16 tahun sudah bisa melakukan percabulan, baru kemudian bertobat dan menjadi tokoh gereja yang terkenal. Benar Firman Tuhan, “Idah pada waktunya” (Pengkhotbah 3:11) atau seperti lagu rohani dengan judul “Indah RencanaMu Tuhan”. Sekali lagi, mungkin ada diantara jemaat hingga saat ini masih dalam kesesakan, tetapi hendaknya tetaplah menyakini bahwa Allah pasti memberikan kelegaan pada waktunya.

Lebih lanjut: Khotbah Mazmur 118:1-9, Khotbah Tutup Tahun 31 Desember 2013

 

Page 1 of 3

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 76 guests online

Login Form