Khotbah Lukas 10:25-37, Minggu 28 Juli 2013 (Minggu IX Setelah Trinitas)

Renungan

Introitus:
Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN (Imamat 19:18)
 
Bacaan : Imamat 19:9-18 (Anthiponal); Khotbah : Lukas 10:25-37 (Tunggal)
 
Tema : Kamu adalah Sesamaku (Kam Kap Sininangku)
 
Semua orang pasti ingin selamat, pencuri, penjahat ulung maupun perampok kalau ditanyakan kepada mereka, apakah kamu mau masuk surga ? semuanya pasti mau, apa lagi kalau kita tanyakan kepada orang yang aktiv dalam kegiatan gereja pasti jawaban mereka “ya sorga yang baka”.
 
Memang keselamatan atau sorga menjadi impian semua orang, demikian seorang ahli Taurat mencobai Yesus. Dengan menanyakan “apa yang harus di perbuat untuk mendapatkan hidup yang kekal”.
 
Kata “mencobai” itu menunjukkan bahwa si ahli Taurat itu tidak sungguh-sungguh ingin bertanya. Kata mencobai dapat berarti ingin menguji (sampai dimana pengetahuan Yesus tentang Taurat) tapi dapat juga untuk menjebak “kebenaran” tentang ajaran yang Yesus lakukan dan jika Yesus salah dalam memberikan jawaban dapat juga terjebak membawa diri-Nya ke Pengadilan Agama.

Lebih lanjut: Khotbah Lukas 10:25-37, Minggu 28 Juli 2013 (Minggu IX Setelah Trinitas)

 

Khotbah Yohanes 15:9-17, Minggu 21 Juli 2013

Renungan

Introitus : 
“Barang siapa menuruti segala perintahNya, ia diam di dalam Allah dan Allah diam di dalam dia” (1 Yohanes 3:24a ).
 
Bacaan : 1 Yohanes 3 : 19 – 24 (Tunggal); Khotbah : Yohanes 15 : 9 – 17 (Anthiponal)
 
Thema : “Tetap hidup dalam kasih Allah”
 
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus
Setiap orang butuh dikagumi. Kita butuh di cintai,butuh dipelihara,butuh dijaga, disembuhkan dan dikasihi. Selanjutnya kita juga butuh ditemani, diterima, diampuni, didamaikan, didampingi, dimengerti, ditolong, diakui, disambut dan di hargai. Kita juga butuh di bimbing, dihibur, diarahkan, di topang, diberi petunjuk dan diberi kebebasan. Semua itu merupakan kebutuhan dasariah kita. Untuk memperoleh semuanya itu Allah menyapa kita dengan mengingatkan kita lewat FirmanNya hari ini untuk, tetap hidup dalam kasih Allah (Thema). Bagaimanakah sikap setiap orang yang hidup dalam kasih Allah?

Lebih lanjut: Khotbah Yohanes 15:9-17, Minggu 21 Juli 2013

 

Khotbah 1 Raja-raja 3:4-14, Minggu 14 Juli 2013

Renungan

Introitus : 
Supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia,tapi pada kekuatan Allah (I Kor 2 : 5)
 
Bacaan : I Kor 2 : 6 - 16 ( Tunggal); Khotbah : I Raja raja 3 : 4 - 14 ( Tunggal)
 
Thema : Memohon hikmat
 
Saudara saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus .
Didalam Amsal 1 : 7,dikatakan: Takut akan Tuhan adalah permulaan dari pengetahuan,tetapi orang bodoh menghinahikmat dan didikan. Didalam perjanjian lama kata hikmat adalah Khokhma yang artinya : Bijaksana, pentar yang datangnya dari pada Allah.Orang yang menerima hikmat yang datangnya dari pada Allah,mampu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak dikehendaki oleh Allah.Dan orang yang menerima hikmat itu sanggup melakukan apa yang dikehendaki oleh Allah,dan menolak apa yang tidak dikehendaki oleh Allah.Berbeda dengankepintaran yang datang nya dari dunia,hal itu tidak mimikirkan atau tidak memandang apa itu kehendak Allah atau tidak,yang penting cita cita mereka tercapai. Hikmat/kepentaran yang datangnya daripada Tuhan menuntun orang kejalan yang benar yang diukehendaki oleh Tuhan,menyatakan keadilan dan kebenaran. Raja Salomo dikatakan sebagai Raja yang penuh hikmat pada waktu mengambil keputusan terhadap dua orang prempuan yang sedang melahirkan dalam satu kamar. Dimana Ibu yang satu pada waktu tidur menimpa bayinya sehingga meninggal,setelah itu dia menggantikannya dengan bayi Ibu yang satu lagi dimana bayinya itu hidup. Ibu yang bayinya hidup tidak menyaksikan hal itu karena dia tidur nyenyak. Setelah bangun pagi mereka bertengkar karena Ibu yang bayinya hidup melihat bayinya sudah ditukar olehibu yang didekatnya yaitu bayi yang sudah meninggal. Raja salomo mengambil keputusan yang tepat,penuh dengan kebijaksanaan siapa sebenarnya ibu bayi yang hidup dan siapa ibu bayi yang telah meninggal.

Lebih lanjut: Khotbah 1 Raja-raja 3:4-14, Minggu 14 Juli 2013

 

Khotbah Kolose 4:1-6, Minggu 7 Juli 2013

Renungan

Introitus : 
Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini? (1 Raja-Raja 3: 9)
 
Bacaan : Yakobus 1 : 2 - 8; Khotbah : Kolose 4 : 1 - 6
 
Thema : Berdoalah agar kamu bijak (Ertotolah gelah kam pentar)
 
Saudara – Saudari yang dikasihi Yesus Kristus,
Ada sebuah cerita lama tentang sebuah keluarga yang tinggal di tepi sebuah hutan; keluarga ini memiliki seorang anak yang masih kecil. Suatu ketika, anak ini bermain-main di hutan dan tanpa sadar ia sudah masuk agak jauh ke dalam hutan tersebut. Si anak tak menyadari bahwa ia sudah berada jauh ke dalam hutan itu. Kemudian, ia bertemu dengan seekor harimau yang sangat kelaparan. Harimau itu mengaum dan siap untuk menerkam sang anak; si anak sangat ketakutan. Namun ia tidak kehilangan ingatan akan pengajaran doa yang diajarkan oleh orang tuanya bahwa setiap kali hendak makan maka ia diwajibkan untuk berdoa. Dengan ingatannya itu, ia lalu berdoa yang isinya sangatlah singkat yakni “Tuhan Yesus berkati makanan ini. Amin”. Dan yang terjadi adalah, harimau itu pergi meninggalkan mangsanya yaitu sang anak. Anak itu terbebas dari bahaya yang sangat besar.

Lebih lanjut: Khotbah Kolose 4:1-6, Minggu 7 Juli 2013

 

Khotbah Matius 8:18-22, Minggu 30 Juni 2013 (Minggu 5 Setelah Trinitatis)

Renungan

Introitus : 
lalu Ia berkata kepadanya:"Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia (Matius 9 :9b) 

Bacaan : I Raj-raja 19: 19 -21; Khotbah : Matius 8 : 18 – 22 

Thema : “Setialah mengikut Yesus” (“Setialah ngikutken Jesus”) 


Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, mungkin kita masih mengingat lagu : "Mengikut Yesus keputusanku”:
Mengikut Yesus, Keputusanku, Mengikut Yesus, Keputusanku, Mengikut Yesus, Keputusanku, ‘Ku Tak Ingkar, ‘Ku Tak Ingkar! 
'Ku Tetap Ikut, Walau Sendiri, ‘Ku Tetap Ikut, Walau Sendiri, ‘Ku Tetap Ikut, Walau Sendiri, ‘Ku Tak Ingkar, ‘Ku Tak Ingkar! 
Salib Di Depan, Dunia Kutinggal, Salib Di Depan, Dunia Kutinggal, Salib Di Depan, Dunia Kutinggal, ‘Ku Tak Ingkar, ‘Ku Tak Ingkar! 

Mengikut Yesus adalah tidak akan ingkar, atau S3. Setia Sampai Selamanya. Mungkin ada resiko yang akan kita hadapi, kenyataan yang tidak sesuai dengan yang pernah kita banyangkan. Tapi apapun yang akan terjadi akibat keputusan tersebut tidak akan membuat kita kendor atau tidak semangat mengikutNya.

Lebih lanjut: Khotbah Matius 8:18-22, Minggu 30 Juni 2013 (Minggu 5 Setelah Trinitatis)

 

Page 20 of 49

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 65 guests online

Login Form