Khotbah Yeremia 1:4-10, Minggu 3 Februari 2013

Renungan

Introitus :

Tetapi apabila aku berpikir: “Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya”, maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup. [Yeremia 20:9]

Bacaan : Matius 10: 5-15; Khotbah : Yeremia 1: 4-10

Thema :

Kerjakanlah/Lakukanlah Pekerjaan Tuhan (Dahikenlah Dahin Tuhan)

Pendahuluan

Nabi Yeremia adalah anak Imam Hilkia dari Anatot-Tanah Benyamin. Yeremia adalah salah seorang Nabi besar di Perjanjian lama. Arti nama Yeremia ialah: “Tuhan Adalah Tinggi (Luhur).” Pelayanannya meliputi masa waktu 40 tahun, sekitar tahun 626 SM-587 SM; pada pemerintahan raja Yehuda: Raja Yosia, Yoahas, Yoyakhin, Yoyakhim dan Zedekia. Pada masa itu kerajaan-kerajaan sekitar Yehuda mulai berkembang, dan bangkit ingin menguasai Yehuda. Kerajaan tersebut antara lain: Asyur, Mesir dan Babel. Situasi Yehuda pada saat itu berada dalam krisis moral, kepemimpinan, agama, tidak memperdulikan hak-hak orang miskin, janda, yatim piatu, dll. Dalam situasi yang demikianlah Yeremia dipanggil Allah dengan tugas: “Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam. Bagaimana sikap dan reaksi Yeremia atas tugas tersebut? Inilah yang menjadi bahan renungan kita pada minggu ini.

Lebih lanjut: Khotbah Yeremia 1:4-10, Minggu 3 Februari 2013

 

Khotbah Lukas 4:14-21, Minggu 27 Januari 2013

Renungan

Introitus :
Tetapi Ia berkata kepada mereka: “juga di kota-kota lain. Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah aku diutus.”

Bacaan : Nehemia 8:1-12; Khotbah : Lukas 4:14-21

Thema :
Aloken Berita Si Meriah/Terimalah Kabar Baik

Kabar baik menurut KBBI berarti berita yang menyenangkan, berita yang mengembirakan. Dalam Alkitab Kabar baik mendefinisikan tentang Injil, dimana bahasa Yunani kata Injil yaitu euaggelion artinya kabar baik. Sedangkan dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan Gospel = Good News = kabar baik. Berarti Injil maupun Gospel adalah kitab yang mencatat Kabar Baik, bahwa Allah mau datang ke bumi dan melakukan misi penyelamatan bagi umat manusia akibat dari dosa yaitu kematian kekal. Dan ini sebenarnya merupakan berita yang menyenangkan dan mengembirakan bagi umat manusia yang hidup dalam kegelapan dosa. Walau pun tidak semua manusia mau menerimanya dan percaya pada berita ini.

Lebih lanjut: Khotbah Lukas 4:14-21, Minggu 27 Januari 2013

 

Khotbah Matius 8:23-27, Minggu 20 Januari 2013

Renungan

Introitus :  
Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu/Kawali aku bagi ngkawali anak mata, buniken aku i teruh kabengNdu (Masmur 17:8)

Bacaan :   Masmur 36 : 6-13; Khotbah :   Matius 8:23-27 (Tunggal)

Thema :  
 
”Teneng Ibas Ndalani Kegeluhen”/Tenang Menjalani Kehidupan

Saudara-saudara didalam Yesus Kristus,

Salah satu yang dicari atau diperjuangkan manusia di dalam kehidupan ini adalah kebahagiaan hidup. Hal ini menjadi wajar karena setiap manusia pasti ingin hidupnya berbahagia. Untuk mendapatkannya banyak hal atau cara yang dilakukan, misalnya saja ketika kita beranggapan bahwa materi atau uang yang banyak memberikan kebahagiaan maka wajar sekali jika uang yang menjadi perjuangan di dalam kehidupan ini, bahkan sering sekali untuk mendapatkannya segala cara dilakukan termasuk didalamnya upaya yang instant dengan cara merugikan orang lain bahkan diri sendiri sebagai akibatnya. Secara umum banyak orang beranggapan bahwa uang/materi/kekayaan, jabatan/kedudukan (termasuk status sosial), pengetahuan (kehebatan) inilah yang dapat mendatangkan kebahagiaan hidup. Hal ini juga dapat dilihat dari realita kehidupan ini maka orang-orang yang mendapatkan hal tersebut diatas sudah dianggap hidup bahagia. Pertanyaannya : Apakah benar semuanya itu pasti mendatangkan kebahagiaan ?

Lebih lanjut: Khotbah Matius 8:23-27, Minggu 20 Januari 2013

 

Khotbah Lukas 3:15-17, 21-22, Minggu 13 Januari 2013

Renungan

Introitus    :
Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraannya dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipetahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi dan menjadi sama dengan manusia (Filipi 2:6-7).

Bacaan : Mazmur 29:1-12; Khotbah : Lukas 3:15-17, 21-22

Tema  :
Yesus Adalah Raja Penolong (“Mesias”)

Pendahuluan

Saudara-saudara yang kekasih dalam Nama Tuhan Yesus,

Minggu ini adalah minggu ke dua ditahun 2013,  Semangat Natal (tema natal: Allah telah mengasihi kita) telah   kita terima yang menjadi kekuatan atau modal  bagi kita untuk memasuki tahun 2013 dan menjalani Tahun  2013.  Minggu kedua tahun 2013 ini, tema khotbah kita, Yesus  adalah raja penolong (“Mesias).  Tema ini menyadarkan kita betapa pentingnya penolong dalam hidup ini.  Coba kita renungkan kalau Pembantu Rumah Tangga (PRT) mogok kerja  atau  pulang ke desa.  Betapa repotnya kita yang ditinggalkan PRT tersebut, untuk mengerjakan pekerjaan pembantu tkita tersebut.  Yang  paling merepotkan adalah pekerjaan yang biasa dikerjakan PRT tidak biasa kita kerjakan.  Pada waktu demikian biasanya berkeluh kesah dan menyadari betapa pentingnya pembantu itu dalam kehidupan keluarga kita.

Lebih lanjut: Khotbah Lukas 3:15-17, 21-22, Minggu 13 Januari 2013

 

Khotbah Mazmur 72:1-7, 11-14, Minggu 6 Januari 2013 (Ephipanias)

Renungan

Introitus  :

 Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumur hidupnya untuk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya (Ulangan 17:19).

 

Bacaan: Matius 2:1-12; Khotbah: Mazmur 72:1-7, 11-14

Thema:
Pemimpin yang adil dan benar (Pemimpin si bujur ras adil)

Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus

Kita sering mendengar orang memperbincangkan, mendiskusikan mengenai pemimpin, baik dalam arti orangnya maupun dalam kaitan dengan pengertian, tugas/fungsi, kedudukan, dst dari seorang pemimpin[1]. Bahkan dalam doa kita sering mendoakan para pemimpin agar mereka memimpin dengan adil, benar dan jujur. Dalam konteks pemerintah, agar pemimpin itu memperhatikan kesejahteraan rakyatnya, terjamin keamananya. Banyak lagi harapan kepada seorang pemimpin.  Demikian pentingnya peranan seorang pemimpin sehingga menjadi perbincangan yang tidak habis-habisnya.

Lebih lanjut: Khotbah Mazmur 72:1-7, 11-14, Minggu 6 Januari 2013 (Ephipanias)

 

Page 20 of 44

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 71 guests online

Login Form