Khotbah Yohanes 17:20-26, Minggu 12 Mei 2013

Renungan

Introitus : 
Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan. Filipi 2 : 2
 
Bacaan : Pilipi 2 : 1 – 4 (Tungga); Khotbah : Johanes 17 : 20 – 26 (Tunggal)
 
Thema : 
Hendaknya Kita Semua Bersatu
 
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Bersatu kita teguh, Bercerai kita runtuh; pepatah ini sudah sangat kita kenal dalam kehidupan kita. Seperti lidi : bila hanya satu maka dia tidak akan mampu untuk menyapu sampah tapi bila satu ikatan, maka ia akan mampu untuk membersihkan sampah itu. Namun ungkapan bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh bila kita renungkan lebih mendalam lagi maka akan sangat terasa bahwa mengucapkan jauh lebih enteng ketimbang melakukannya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Yang paling sederhana jawabnya ialah karena di antara kita sering kali muncul perbedaan-perbedaan yang kerap ngga bisa dipertemukan. Jangankan dengan orang lain, dengan diri kita sendiri sering kali antara hati dan pikiran kita bisa berbeda dan sangat sulit dipersarukan. Dan akibatnya, kita akan mengatakan “pusingggg”.

Lebih lanjut: Khotbah Yohanes 17:20-26, Minggu 12 Mei 2013

 

Khotbah Roma 12:9-12, Minggu 5 Mei 2013

Renungan

Introitus : 
Mintalah maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Mat 7 : 7
 
Bacaan : Matius 7 : 7 – 10; Khotbah : Roma 12 : 9 – 12
 
Thema : 
Kekuatan Doa orang percaya (Gegeh toto kalak sitek)
 
Bapa, Ibu, Saudara-saudari yang dikasi Tuhan, Seorang pemuda Scotlandia yang bekerja dirumah tuannya, setelah sebulan bekerja Pemuda tersebut meminta untuk berhenti.
 
Seseorang bertanya: mengapa ia berhenti; apakah Tuan/nyonya rumahnya kejam?, ataukah anak-anaknya? Atau gajinya terlalu sedikit?, atau makanannya kurang enak???? Pemuda tersebut menjawab: “Tuan/nyanyo rumah serta anak-anaknya sangat baik, gaji lumayan, makanan sangat enak” , namun kenapa kamu tidak betah?

Lebih lanjut: Khotbah Roma 12:9-12, Minggu 5 Mei 2013

 

Khotbah Keluaran 15:19-21, Minggu 28 April 2013

Renungan

Introitus : 
Bernyanyilah bagi Tuhan hai segenap bumi, kabarkanlah keselamatan yang dari
padaNya dari hari kehari.
 
Pembacaan : Kolose 3 : 15 - 17 ( Tunggal); Khotbah : Keluaran 15 : 19 - 21 ( Tunggal )
 
Thema : 
Memuji Tuhan sama dengan menjaga kehidupan dengan baik.
 
Saudara saudari yang dikasihiTuhan Yesus.
Keluaran 15 : 19 – 21 ini merupakan ungkapan syukur bangsa Israel ( Meryam bersama dengan perempuan yang lain ),bernyanyi dan menari karena mereka merasakan pertolongan Tuhan dalam melepaskan mereka dari mesir. Bernyanyi adalah merupakansuatu ungkapan isi hati yang paling dalam kepada siapa lagu itu ditujukan. Contohnya : Didaerah karo,ada lagu Bunga rampe yang ditujukan kepada seseorang,dimana kalau penyanyi menyanyikannya dengan sungguh sungguh dan penuh perasaan maka terungkaplah secara mendalam isi hati sipenyanyi lagu tersebut yang disampaikan kepada seseorang. Bukan hanya sipenyanyi yang tergugah,tetapi yang mendengarkan lagu tersebutpun ikut tergugah. Demikian juga kalau seseorang bernyanyi dengan sungguh sungguh dan menghayati syair lagu yang kita nyanyikan bagi Tuhan.,itu merupakan ungkapan isi hati kita yang paling dalam bagiNya,sehingga orang orang yang mendengarkan lagu terseut turut bersuka cita dan bersyukur kepada Allah.

Lebih lanjut: Khotbah Keluaran 15:19-21, Minggu 28 April 2013

 

Khotbah Imamat 25:8-17, Minggu 21 April 2013

Renungan

Introitus : 
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Filipi 4:8).
 
Bacaan : Mazmur 66:1-7; Khotbah : Imamat 25:8-17
 
Thema : Kita Dibebaskan Untuk Membebaskan

 

Jemaat yang dikasihi Tuhan!
Dalam minggu gerejawi, hari ini disebut Minggu Jubilate (Bahasa Latin Jubilate artinya Bersorak-sorailah) seperti Mazmur 66:1 “Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi”. Mengapa bersorak-sorai? Karena Allah telah menolong Israel. Dalam ayat 6 Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia. Hal ini menunjuk kepada peristiwa ketika orang Israel menyeberangi Laut Teberau yang kering sesudah mereka meninggalkan Mesir. Karya Allah yang luar biasa dalam perjalanan bangsa Israel.

Lebih lanjut: Khotbah Imamat 25:8-17, Minggu 21 April 2013

 

Khotbah Matius 9:35-38, Minggu 14 April 2013 (Misericordias Domini : “Belas Kasih Allah”)

Renungan

Introitus : 
Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya (Yohanes 10:11)
 
Pembacaan : Yehezkiel 34:11-16 (Tunggal); Khotbah : Matius 9:35-38 (Tunggal)
 
Thema : 
Allah Setia Mengasihi Anak-AnakNya

 

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Allah,
Allah itu kasih, Allah itu Setia, Allah itu baik....dsb, menjadi suatu penyataan yang pasti kita imani sebagai orang percaya. Akan tetapi apakah penyataan ini menjadi perilaku bagi kita sebagai orang ber iman ? Iman tanpa perbuatan adalah mati (bd. Yak 2:26), mengingatkan kita tentang kehidupan orang beriman yang melakukan apa yang diimaninya di dalam kehidupannya. Sebagai anak Allah pengakuan akan Allah yang setia, Allah yang mengasihi haruslah mempengaruhi hidupnya yang menjalankan predikat Allah itu dalam kehidupan ini. Kenyataannya.... Sekalipun pertumbuhan dan pertambahan orang percaya semakin banyak, justru kehidupan yang mengasihi, kehidupan yang setia terus semakin tererosi.

Lebih lanjut: Khotbah Matius 9:35-38, Minggu 14 April 2013 (Misericordias Domini : “Belas Kasih Allah”)

 

Page 20 of 46

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 75 guests online

Login Form