Khotbah Ibrani 10:19-25, Minggu 18 November 2012

Renungan

Introitus :
Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan Iman yang teguh (Ibrani 10 : 22a )

Bacaan : Daniel 12 : 1 - 3; Khotbah : Ibrani 10 : 19 - 25

Thema :
Tetap mendekatkan diri kepada Allah dengan taat dan setia

 

Pendahuluan
Seseorang dapat menunjukkan kepada orang lain jalan menuju istana namun tak berwenang untuk membawa orang itu langsung bertemu dengan presiden. Namun berbeda dengan Yesus, Ia langsung dapat membawa kita langsung sampai ke hadirat Allah.
Pendalaman Nats
Surat Ibrani dituliskan untuk menguatkan iman orang Kristen yang sedang mengalami penderitaan dan tantangan yang hebat dari ajaran sesat serta ketidaktaatan kepada Allah. Penulis ibrani menekankan 3 hal kebenaran :
  1. Yesus adalah anak Allah lebih besar kuasanya dibandingkan nabi-nabi yang ada dalam kitab perjanjian lama
  2. Yesus adalah imam, lebih besar kuasaNya dari imam-imam yang ada dalam kitab perjanjian lama
  3. Dalam Yesus orang yang percaya diselamatkan dari dosa, ketakutan dan kematian.

    Lebih lanjut: Khotbah Ibrani 10:19-25, Minggu 18 November 2012

 

Khotbah Ibrani 9:24-28, Minggu 11 November 2012

Renungan

Introitus :
Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong yang Harapannya pada Tuhan Allahnya (Masmur 146 : 5).

Bacaan : Masmur 146 : 1 – 10; Khotbah : Ibrani 9 : 24 -28

Thema :
Hanya Allah satu satunya penolong

 

Kalau seseorang tenggelam dalam sungai, maka dia akan berusaha mencari pertolongan supaya selamat dari bahaya. Kalau ada sepotong kayu yang mengapung maka dia akan menjadikan kayu yang sepotong itu menjadi penolongnya supaya selamat. Demikian juga setiap orang yang percaya didunia ini pasti menghadapi berbagai bagai tantangan hidup,penderitaan penderitaan,penyakit dan lain lain sebagainya yang bisa membuatnya jatuh kedalam dosa. Dari manakah datangnya pertolongan kita, sanggupkah kita berjalan sendiri tanpa ada pertolongan? Jawabnya manusi tidak sanggup kalau tidak ada pertolongan. JADI SIAPA YANG BISA MENOLONG, Dalam masmur 121:1 katanya: Aku melayangkan mataku kegunung gunung, dari manakah datangnya pertolonganku, pertolonganku datang dari Allah yang menciptakaaan langit dan bumi. Itu merupakan suatu pengakuan pemasmur yang tegas sesuai dengan pengalaman pengalaman imannya. Bahwa hanya Tuhan yang dapat menolongnya dari rintangan rintangan yang ia hadapi dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang musafir.

Lebih lanjut: Khotbah Ibrani 9:24-28, Minggu 11 November 2012

 

Khotbah Markus 12:28-34, Minggu 04 Nopember 2012

Renungan

INTROITUS :
Supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan Tuhan ,Allahmu, dan berpegang kepada segala ketetapan dan perintahNya yang kusampaikan kepadamu dan supaya lanjut umurmu.Ul.6:2
 
BACAAN : Ulangan 6 : 1 - 9; KHOTBAH : Markus 12 : 28 - 34
 
TEMA :
Mengasihi Tuhan dengan segenap hati
 
PENDAHULUAN
Seorang anak sekolah minggu bertanya kepada gurunya: Guru, Bahasa apakah yang dipakai Yesus ketika Ia datang kedunia ini? Si Guru yang tidak pernah belajar di Sekolah teologia menjadi bingung. Bahasa Ibranikah??? bahasa Yunanikah??? Atau mungkin bahasa Inggris? Jerman?Belanda? atau Bahasa Roh???
Dengan jujur si Guru sekolah minggu berkata bahwa dia juga tidak tau dan akan menberikan jawabanya minggu depan.
Setelah beberapa hari dalam suatu perenungan yang mendalam di serta dengan pengamatan dalam sikap hidup orang-orang disekitarnya, akhirnya si Guru sekolah minggu menemukan jawabannya.
Bahasa yang dipakai Yesus ketika datang kedunia ini bahkan sampai sekarang adalah bahasa KASIH.

Lebih lanjut: Khotbah Markus 12:28-34, Minggu 04 Nopember 2012

 

Khotbah Yeremia 31:7-9, Minggu 28 Oktober 2012

Renungan

Introitus :
Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di tanah negeb (Mazmur 126:4)

Bacaan : Mazmur 126 : 1-6; Khotbah : Jeremia 31 : 7-9

Thema :
Tuhan Allah membebaskan umatNya

(1) Pembebasan adalah merupakan harapan seluruh umat manusia, apalagi di kala menghadapi persoalan-persoalan rumit misalnya: persoalan rumah tangga, ekonomi, anak-anak, pekerjaan apalagi persoalan ketidak adilan yang sering terlihat bagi kita yang percaya pada Yesus. Manusia selalu mencari jalan keluar termasukpun kita orang percaya pada Yesus. Tentunya pertanyaan kemana harus cari jalan keluar agar terbebas dari masalah-masalah tadi...? disinilah ditentukan oleh sikap hidup manusia tadi, cari jalan pintas lewat para normal, dukun atau melarikan diri dari hal-hal positip misalnya mabuk-mabukan dan kedunia hitam. Atausebagai orang percaya pada Tuhan Yesus datang pada Yesus berlutut dibawah kaki Yesus... tergantung pada oknum, namun Tuhan Allah mengharapkan agar terus dan terus bersandar pada kuasanya, walau apapun apa yang telah terjadi sebab Allah akan membebaskan orang percaya dan setia padaNya, Dia tidak pernah membiarkan umatNyaterbelenggu oleh apa saja, apalagi oleh keterkaitan dengan dosa.

Lebih lanjut: Khotbah Yeremia 31:7-9, Minggu 28 Oktober 2012

 

Khotbah Markus 10:35-45, Minggu 21 Oktober 2012 (Minggu XX Setelah Trinitas)

Renungan

Introitus :

Hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul (Yes 53:11b- TB-LAI) Suruh-suruhenKu si tutus e, nterem kalak ibahanna benar, janah ia me simersan ukumen nterem jelma (Yes 53:11c Terj. Bhs Karo)

Bacaan : Yesaya 53:4-12; Khotbah: Markus 10:35-45

Tema:
Melayani Adalah Gaya Hidup Orang Percaya/Ngelai E Me Orat Nggeluh Kalak Si Tek
Pendahuluan
Menjadi orang yang besar dan terkemuka mungkin menjadi kerinduan “kebanyakan orang”. Berbagai cara yang dilakukan orang supaya menjadi yang “lebih besar dan terkemuka”. Salah satu cara yang dilakukan orang supaya menjadi besar adalah “mengkoleksi harta sebanyak-banyaknya, asumsinya dengan “uang/harta” dunia bisa dikendalikan (diatur). Memang tak jarang kita dengar dalam kehidupan ini “kuasa” dapat dibeli dengan uang (bdk. money politic). Menjadi “pemimpin di negeri ini terkadang bukan berdasarkan “kepemilikan kharisma” pemimpin, tetapi berdasakan kuantitas (jumlah) “harta/uang”. Seorang pengamat politik mengatakan : Menjadi pemimpin di negeri ini harus memiliki banyak uang, katanya : “….menjadi seorang caleg berapa uang yang harus di persiapkan untuk dapat di usung oleh salah satu partai”. Lanjutnya : “menjadi orang nomor satu di tingkat Pusat, tingkat 1 dan 2 daerah, berapa dana yang harus dipersiapkan kepada orang-orang (partai-partai) pendukung dan belum lagi dana kampanye yang sangat besar”, lalu katanya :” orang cilik sama sekali tidak punya kesempatan menjadi pemimpin …. Karena tidak punya modal.

Lebih lanjut: Khotbah Markus 10:35-45, Minggu 21 Oktober 2012 (Minggu XX Setelah Trinitas)

 

Page 20 of 41

 

 "SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 33 guests online