Khotbah Keluaran 33:14-18, Minggu 10 Maret 2013

Renungan

Introitus :

FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku ( Mazmur 119 : 105 )

Bacaan : Matius 5 : 13 – 16; Khotbah : Keluaran 33 : 14 – 18

Tema:

Nyatakanlah terang kemuliaanMu (Cidahkenlah min sinalsal kemulianNdu)

Saudara-saudara  yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,

Dalam sebuah perjalanan ditengah malam yang gelap tentu kita sangatlah membutuhkan penerang sebagai  penunjuk jalan sehingga kita tidak tersesat dan dapat merasakan aman karena dapat melihat. Penerang itu bisa saja berupa senter, lampu ataupun obor. Tetapi jika penerang seperti itu tidak ada maka kunang-kunang malam yang memancar cahaya yang kecil pun sangat berarti bagi kita. Musa sebagai pemimpin umat Israel meminta agar Tuhan memandu perjalanan umatNya, membimbing umatNya dan memberi  ketenteraman kepada umatNya. SebalikNya umat juga harus mau  megandalkan Tuhan dalam perjalanannya.

Dalam nats Kitab Keluaran pasal 33 : 1-3,  Musa di utus Tuhan untuk pergi membawa bangsa Israel setelah keluar dari Mesir menuju tanah yang telah dijanjikan kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Dalam perjalanan ini Tuhan sendiri tidak berjalan ditengah-tengah bangsa Israel karena bangsa ini adalah bangsa yang tegar tengkuk supaya Tuhan tidak membinasakan bangsa ini ditengah jalan. Ini berarti Tuhan tidak mau menemani dan tidak mau menuntun/memandu bangsa Israel. Penyertaan Tuhan tidak lagi tersedia bagi Israel. Hal ini adalah ancaman bagi Israel sekaligus pembelajaran iman.

Lebih lanjut: Khotbah Keluaran 33:14-18, Minggu 10 Maret 2013

 

Khotbah 1 Korintus 10:1-13, Minggu 3 Maret 2013 ( Passion IV)

Renungan

Introitus :

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa (Roma 12:12)

Bacaan : Yakobus 1:12-18; Khotbah : 1 Korintus 10:1-13

Thema :

Sabarlah dalam kesesakan

Jemaat yang dikasihi Tuhan!

Dalam minggu gerejawi, hari ini disebut Passion ke-IV artinya sebuah rangkaian dimana gereja-gereja diingatkan tentang kesengsaraan Tuhan Yesus Kristus. Walaupun Yesus berbuat baik, melawan kejahatan, membela manusia dan membimbing manusia ke dalam kehidupan yang baik, namun Dia mengalami banyak penderitaan. Sebagai pengikut Tuhan Yesus Kristus, tentunya kita tidak perlu kaget kalau dalam upaya menyaksikan karya kasih Tuhan, dalam mengikuti kehendak Tuhan, dalam menegakkan keadilan dan kebenaran, kita juga mengalami banyak penderitaan. Yang perlu diwaspadai jangan sampai karena kesalahan, kelalaian, kejahatan dan keberdosaan kita, menyebabkan kita harus menderita. Karena kita korupsi, masuk penjara. Bukan kesesakan seperti itu yang dimaksudkan. Ya, minggu ini juga kita dituntun untuk melihat solusi atas tantangan dan pergumulan kita. Karena minggu ini disebut juga minggu Okuli (Bahasa Latin Oculi = Mata-ku) dalam Mazmur 25:15 “Mataku tetap terarah kepada Tuhan, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring”.

Lebih lanjut: Khotbah 1 Korintus 10:1-13, Minggu 3 Maret 2013 ( Passion IV)

 

Khotbah Kejadian 15:1-6, Minggu 24 Februari 2013 (Pasion III)

Renungan

Introitus :
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman,itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.
 
Pembacaan : Galatia 3 : 6 -14; Khotbah : Kejadian 15 : 1-6
 
Thema :
Kita dibenarkan karena iman (kita ibenarken arah kiniteken).
 
Pendahuluan
Adalah merupakan keinginan dan kebanggaan manusia kalau kita dianggap orang yang benar didalam kehidupan manusia. Kebenaran di hadapan manusia ialah kalau kita mampu malakukan undang - undang dan etika bermasyarakat. Tema yang kita bicarakan tentunya jauh melebihi kebenaran menurut ukuran manusia,karena tema ini menyangkut pembenaran/penebusan dari dosa.
 
Pembenaran atau penebusan akan dosa manusia,merupakan syarat mutlak untuk memperoleh keselamatan atau kehidupan kekal yang merupakan tujuan akhir bagi setiap orang percaya.Diantara begitu banyak agama di dunia ini hanya agama Kristen yang menganut Dogma tentang keselamatan hanya karena anugerah yang diberikan Allah kepada manusia di dalam Jesus Kristus.

Lebih lanjut: Khotbah Kejadian 15:1-6, Minggu 24 Februari 2013 (Pasion III)

 

Khotbah Matius 4:1-11, Minggu 17 Februari 2013 (Pasion II = Invocavit: “Bila ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawab …” (maz. 91:15).

Renungan

Introitus : 
Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar (Mazmur 2:11)
Bacaan : Ulangan 610-19; Khotbah : Matius 4:1-11
Thema : 
Hanya Tuhan Allah yang harus di sembah

Pembuka:
(1) Tidak ada Manusia yang hidup di Dunia ini tidak rnengaiami godaan dan percobaan.
(2) Bila kita merenungkan sejenak tentang Yesus dicobai yang berhasi! mengatasinya dengan kemenangan, karena tetap setia dan berpihak pada Allah BapaNya.
(3) Bagaimana Adam dan Hawa manusia pertama yang gagal mempertahankan penyembahanNya kepada Allah Pencipta karena ingin menjadi seperti Allah, kalah oleh godaan ibiis (Kej 3: 4-8)=
  • Yesus Kristus dicobai ibiis, justru seteiah 40 hari/40 malam berpuasa dan disaat lapar dipadang gurun dalam situasi “Krisis Hidup”
 

Khotbah 2 Korintus 3:12-4:2, Minggu 10 Februari 2013 (Pasion I)

Renungan

Introitus :
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. (Kejadian 1:27) 

Bacaan : Keluaran 34:29-35; Khotbah : 2 Korintus 3:12-4:2 

Thema :
”Tuhan memberi kita kemuliaan”

 

Pengantar

Manusia pada umumnya ingin dinilai berpenampilan menarik, terutama kaum hawa, ingin dinilai cantik. Karena itu klinik kecantikan yang sudah punya nama dapat menjawab harapan kaum hawa tidak pernah sepi dari pengunjung. Mereka rela membayar mahal demi mendapatkan kecantikan dan penampilan yang menarik. Ada yang mengubah bentuk alis matanya, bentuk bibirnya, menambah mancung hidungnya, memutihkan kulit wajahnya dan lain-lain dan mereka berhasil mendapaatkannya. Tapi mungkin diantara mereka ada yang sudah menarik dan cantik dan tidak perlu ditambah lagi. Yang mereka perlu umpamanya mengubah hatinya, sifat dan karakternya yang suka menjengkelkan dan mengundang kemarahan orang lain. Tidakkah seharusnya seiring dengan perubahan semakin cantik dan menarik juga mengubah hatinya sehingga perbuataannya juga “ cantik dan menarik”? Mereka sendirilah yang mengetahui suasana hatinya, orang lain dapat menilainya. seperti seorang bapak yang memakai jas atau safari yang mewah dan moderen, tapi hanya dia sendiri yang tahu baju singlet apa yang di pakainya, ada sobeknya atau sudah lusuh???!!! Tidak kah seharusnya ada penyesuaian baju luar dan dalam supaya nyaman dan sempurna?

Lebih lanjut: Khotbah 2 Korintus 3:12-4:2, Minggu 10 Februari 2013 (Pasion I)

 

Page 20 of 45

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 134 guests online

Login Form