Khotbah Yeremia 31:7-9, Minggu 28 Oktober 2012

Renungan

Introitus :
Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di tanah negeb (Mazmur 126:4)

Bacaan : Mazmur 126 : 1-6; Khotbah : Jeremia 31 : 7-9

Thema :
Tuhan Allah membebaskan umatNya

(1) Pembebasan adalah merupakan harapan seluruh umat manusia, apalagi di kala menghadapi persoalan-persoalan rumit misalnya: persoalan rumah tangga, ekonomi, anak-anak, pekerjaan apalagi persoalan ketidak adilan yang sering terlihat bagi kita yang percaya pada Yesus. Manusia selalu mencari jalan keluar termasukpun kita orang percaya pada Yesus. Tentunya pertanyaan kemana harus cari jalan keluar agar terbebas dari masalah-masalah tadi...? disinilah ditentukan oleh sikap hidup manusia tadi, cari jalan pintas lewat para normal, dukun atau melarikan diri dari hal-hal positip misalnya mabuk-mabukan dan kedunia hitam. Atausebagai orang percaya pada Tuhan Yesus datang pada Yesus berlutut dibawah kaki Yesus... tergantung pada oknum, namun Tuhan Allah mengharapkan agar terus dan terus bersandar pada kuasanya, walau apapun apa yang telah terjadi sebab Allah akan membebaskan orang percaya dan setia padaNya, Dia tidak pernah membiarkan umatNyaterbelenggu oleh apa saja, apalagi oleh keterkaitan dengan dosa.

Lebih lanjut: Khotbah Yeremia 31:7-9, Minggu 28 Oktober 2012

 

Khotbah Markus 10:35-45, Minggu 21 Oktober 2012 (Minggu XX Setelah Trinitas)

Renungan

Introitus :

Hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul (Yes 53:11b- TB-LAI) Suruh-suruhenKu si tutus e, nterem kalak ibahanna benar, janah ia me simersan ukumen nterem jelma (Yes 53:11c Terj. Bhs Karo)

Bacaan : Yesaya 53:4-12; Khotbah: Markus 10:35-45

Tema:
Melayani Adalah Gaya Hidup Orang Percaya/Ngelai E Me Orat Nggeluh Kalak Si Tek
Pendahuluan
Menjadi orang yang besar dan terkemuka mungkin menjadi kerinduan “kebanyakan orang”. Berbagai cara yang dilakukan orang supaya menjadi yang “lebih besar dan terkemuka”. Salah satu cara yang dilakukan orang supaya menjadi besar adalah “mengkoleksi harta sebanyak-banyaknya, asumsinya dengan “uang/harta” dunia bisa dikendalikan (diatur). Memang tak jarang kita dengar dalam kehidupan ini “kuasa” dapat dibeli dengan uang (bdk. money politic). Menjadi “pemimpin di negeri ini terkadang bukan berdasarkan “kepemilikan kharisma” pemimpin, tetapi berdasakan kuantitas (jumlah) “harta/uang”. Seorang pengamat politik mengatakan : Menjadi pemimpin di negeri ini harus memiliki banyak uang, katanya : “….menjadi seorang caleg berapa uang yang harus di persiapkan untuk dapat di usung oleh salah satu partai”. Lanjutnya : “menjadi orang nomor satu di tingkat Pusat, tingkat 1 dan 2 daerah, berapa dana yang harus dipersiapkan kepada orang-orang (partai-partai) pendukung dan belum lagi dana kampanye yang sangat besar”, lalu katanya :” orang cilik sama sekali tidak punya kesempatan menjadi pemimpin …. Karena tidak punya modal.

Lebih lanjut: Khotbah Markus 10:35-45, Minggu 21 Oktober 2012 (Minggu XX Setelah Trinitas)

 

Khotbah Amos 5:6-5; 10-15, Minggu 14 Oktober 2012

Renungan

Introitus :
Dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.(Epesus5:10)
 
Bacaan : Ibrani 4:12-16; Khotbah : Amos 5: 6-7;10-15
 
Thema :

Carilah yang baik, bencilah yang jahat (Daramilah simehuli, cigalah atendu si jahat)

Pendahuluan
Nabi Amos bernubuat ketika Uzia menjadi raja di Yehuda(781-740 SM) dan Yerobeam II menjadi raja Israel (786-746 SM), lebih kurang antara tahun 762 dan 750 SM. Yerobeam II memerintah Israel dalam suasana damai. Tanpa perlu mengkhawatirkan ancaman militer yang serius. Israel menjadi bangsa yang kaya. Banyak orang menjadi kaya, membangun rumah yang bagus(3:15), dan berpesta pora(4:1). Namun orang kaya tidak memakai kekayaan atau pengaruh mereka untuk menolong sesama. Sebaliknya, mereka semakin serakah, menipu orang jujur dan membebani orang miskin dengan pajak yang berat. Umat tetap melakukan perayaan-perayaan keagamaan, tetapi Tuhan mulai bosan dengan ibadat-ibadat mereka yang pura-pura. Tuhan menghendaki mereka memperlakukan sesama dengan adil dan setia hanya kepada Tuhan.

Lebih lanjut: Khotbah Amos 5:6-5; 10-15, Minggu 14 Oktober 2012

 

Khotbah Ibrani 2:5-12, Minggu 7 Oktober 2012

Renungan

Introitus :
Ada orang yang pernah memberi kesaksian di dalam nas, katanya: “Apakah manusia sehingga engkau mengingatnya, anak-anak manusia sehingga engkau mengindahkannya? (Ibrani 2:6)

Bacaan : Markus 10:2-16 Khotbah : Ibrani 2:5-12

Thema :

Terpujilah Tuhan di tengah-tengah jemaat Kata

Pendahuluan

Untuk memuji Tuhan dalam keadaan baik-baik [1] tidak terlampau sulit dibandingken memuji Tuhan dalam keadaan kurang baik. Memuji Tuhan dalam keadaan kurang baik dibutuhkan suatu harapan bahwa keadaan kurang baik itu akan berubah menjadi keadaan yang baik. Demikianlah surat Ibrani ditujukan kepada jemaat (orang-orang Kristen Yahudi) yang sedang mengalami penganiayaan dan keputusasaan. Untuk memperkuat iman jemaat penulis Ibrani berusaha memperkuat iman jemaat dengan menjelaskan secara teliti apa saja keunggulan dan ketegasan penyataan Allah dan penebusan di dalam Yesus Kristus. Pemahaman keunggulan dan ketegasan penyataan Allah dan penebusan di dalam Yesus Kristus membuat puji-puji terhadap Tuhan tetap hidup dalam jemaat (boleh bersukacita di tengah-tengah penderitaan dan kesukaran).

Lebih lanjut: Khotbah Ibrani 2:5-12, Minggu 7 Oktober 2012

 

Khotbah Mazmur 19:8-15, Minggu 30 September 2012

Renungan

Introitus:
“Firmanmu itu pelita bagi kakiku, dan terang bagi jalanku” (Mmasmur 119 : 105)

Bacaan: Markus 9 : 38 – 50; Khotbah: Masmur 19 : 8 - 15

Tema:
“Undang-undang Tuhan jadi sumber hidup dan pengertian”

 

Pendahuluan
Seorang istri, yang berumah tangga dengan suami yang ia tidak dicintai, merasa sangat tertekan dan terbeban atas tugas-tugas rutinnya diru-mah setiap hari. Ia sangat tertekan sekali karena suami membuat daftar apa yang ia harus kerjakan mulai dari bangun pagi sampai malam. Pada suatu hari sang suami terkena serangan jantung dan me-ninggal. Beberapa bulan kemulian ia kembali berumah tangga dengan orang yang ia cintai. Ia sangat bahagia, setiap hari bangun pagi ia melakukan tugas rumah tangga. Suatu saat ketika membongkar laci lemarinya, ia melihat daftar tugas atau pekerjaan rumah yang dibuat suami pertamanya, iseng-iseng dia membacanya satu-persatu. Ia memban-dingkan apa yang ia baca dan yang ia lakukan ketika bersama suami-nya yang pertama persis sama dengan apa yang dia lakukan sekarang bersama suaminya yang kedua. Namun mengapa dulu ia mesara tertekan/terbeban melakukannya, sedang sekarang ia begitu bahagia??? Karena cinta alias Kasih. Firman Tuhan atau undang-undang Tuhan sangat menyenangkan jika kita melakukannya atas dorongan kasih dan cinta kita kepadaNya.

Lebih lanjut: Khotbah Mazmur 19:8-15, Minggu 30 September 2012

 

Page 20 of 41

 

 "SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 37 guests online