Khotbah Yeremia 33:14-16, Minggu 02 Desember 2012 (Advent I)

Renungan

Introitus :
Pada waktu itu dan pada masa itu Aku akan menumbuhkan Tunas Keadilan bagi Daud. Ia akan melaksanakan kebenaraan dan keadilan di negeri itu (Jeremia 33:15).

Pembacaan : Lukas 21: 25-33; Khotbah : Yeremia 33:14-16

Tema : ”Sambutlah Raja yang Benar dan Adil” (Alokenlah Raja Sibenar rs Bujur)

Kata Pendahuluan
Nats khotbah Jeremia 33:14-16 dalam perikop (33:1-26), dengan judul Janji Pemulihan. Kata pemulihan artinya kembali kepada keadaan yang baik (awal baik, terjadi keadaan kurang baik, kembali kepada keadaan baik atau awalnya sehat, terjadi keadaan kurang sehat, kembali kepada keadaan sehat). Pemulihan Israel dan Yehuda ini dinubuatkan Nabi Yeremia. melebihi (menjangkau) apa yang terjadi setelah kembalinya para buangan dari Babel. Artinya bahwa ada dua peristiwa fakta sejarah yang akan terjadi yaitu: pertama, bahwa ada waktu para buangan akan kembali ke Yerusalem dan ada waktunya Mesias akan mendirikan kerajaanNya di bumi.
Minggu ini adalah Minggu Advent pertama (empat Minggu Advent). Minggu-minggu Advent adalah Minggu-minggu persiapan menyambut Yesus yang lahir (natal) dan sekaligus persiapan penyambutan kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Mempersiapkan hati kita untuk Tuhan, agar terjadi pemulihan (kembali ke yang baik).

Lebih lanjut: Khotbah Yeremia 33:14-16, Minggu 02 Desember 2012 (Advent I)

 

Khotbah Daniel 7:9-10, 13-14, Minggu 25 November 2012

Renungan

Introitus :
“Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Maha kuasa”. (Wahyu 1:8)

Bacaan : Wahyu 1:4b-8; Khotbah : Daniel 7:9-10; 13-14

Tema :
Kuasa Tuhan Tidak Terbatas dan Tak Berkesudahan (KuasaNa La Ermasap-masap Ras La Erkeri-kerin)

(1) Minggu ini kita sudah sampai pada Minggu Akhir Tahun Gerejawi seminggu sebelum kita memasuki minggu-minggu Adven. Minggu Akhir Tahun Gerejawi sering disebut sebagai minggu untuk kembali mengenang orang-orang yang kita kasihi yang sudah lebih dahulu menghadap kepada Allah Bapa (meninggal). Dengan kata lain untuk kembali mengingatkan kita bahwa hidup manusia ada batasnya dan ada akhirnya di dunia ini, sebab Allah memiliki otoritas untuk setiap waktu kehidupan manusia. Merenung ulang perjalanan hidup kita dihadapan Allah hingga saat ini, apakah hidup kita ada perubahan yang semakin baik, terlebih sebagai saluran berkat bagi orang lain atau tidak ada perubahan dari sama sekali dari tahun ke tahun (tidak bisa jadi berkat bagi orang lain), terlebih dalam tahun ini yang menekankan tahun solidaritas bagi sesama anggota jemat gereja.

Lebih lanjut: Khotbah Daniel 7:9-10, 13-14, Minggu 25 November 2012

 

Khotbah Ibrani 10:19-25, Minggu 18 November 2012

Renungan

Introitus :
Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan Iman yang teguh (Ibrani 10 : 22a )

Bacaan : Daniel 12 : 1 - 3; Khotbah : Ibrani 10 : 19 - 25

Thema :
Tetap mendekatkan diri kepada Allah dengan taat dan setia

 

Pendahuluan
Seseorang dapat menunjukkan kepada orang lain jalan menuju istana namun tak berwenang untuk membawa orang itu langsung bertemu dengan presiden. Namun berbeda dengan Yesus, Ia langsung dapat membawa kita langsung sampai ke hadirat Allah.
Pendalaman Nats
Surat Ibrani dituliskan untuk menguatkan iman orang Kristen yang sedang mengalami penderitaan dan tantangan yang hebat dari ajaran sesat serta ketidaktaatan kepada Allah. Penulis ibrani menekankan 3 hal kebenaran :
  1. Yesus adalah anak Allah lebih besar kuasanya dibandingkan nabi-nabi yang ada dalam kitab perjanjian lama
  2. Yesus adalah imam, lebih besar kuasaNya dari imam-imam yang ada dalam kitab perjanjian lama
  3. Dalam Yesus orang yang percaya diselamatkan dari dosa, ketakutan dan kematian.

    Lebih lanjut: Khotbah Ibrani 10:19-25, Minggu 18 November 2012

 

Khotbah Ibrani 9:24-28, Minggu 11 November 2012

Renungan

Introitus :
Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong yang Harapannya pada Tuhan Allahnya (Masmur 146 : 5).

Bacaan : Masmur 146 : 1 – 10; Khotbah : Ibrani 9 : 24 -28

Thema :
Hanya Allah satu satunya penolong

 

Kalau seseorang tenggelam dalam sungai, maka dia akan berusaha mencari pertolongan supaya selamat dari bahaya. Kalau ada sepotong kayu yang mengapung maka dia akan menjadikan kayu yang sepotong itu menjadi penolongnya supaya selamat. Demikian juga setiap orang yang percaya didunia ini pasti menghadapi berbagai bagai tantangan hidup,penderitaan penderitaan,penyakit dan lain lain sebagainya yang bisa membuatnya jatuh kedalam dosa. Dari manakah datangnya pertolongan kita, sanggupkah kita berjalan sendiri tanpa ada pertolongan? Jawabnya manusi tidak sanggup kalau tidak ada pertolongan. JADI SIAPA YANG BISA MENOLONG, Dalam masmur 121:1 katanya: Aku melayangkan mataku kegunung gunung, dari manakah datangnya pertolonganku, pertolonganku datang dari Allah yang menciptakaaan langit dan bumi. Itu merupakan suatu pengakuan pemasmur yang tegas sesuai dengan pengalaman pengalaman imannya. Bahwa hanya Tuhan yang dapat menolongnya dari rintangan rintangan yang ia hadapi dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang musafir.

Lebih lanjut: Khotbah Ibrani 9:24-28, Minggu 11 November 2012

 

Khotbah Markus 12:28-34, Minggu 04 Nopember 2012

Renungan

INTROITUS :
Supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan Tuhan ,Allahmu, dan berpegang kepada segala ketetapan dan perintahNya yang kusampaikan kepadamu dan supaya lanjut umurmu.Ul.6:2
 
BACAAN : Ulangan 6 : 1 - 9; KHOTBAH : Markus 12 : 28 - 34
 
TEMA :
Mengasihi Tuhan dengan segenap hati
 
PENDAHULUAN
Seorang anak sekolah minggu bertanya kepada gurunya: Guru, Bahasa apakah yang dipakai Yesus ketika Ia datang kedunia ini? Si Guru yang tidak pernah belajar di Sekolah teologia menjadi bingung. Bahasa Ibranikah??? bahasa Yunanikah??? Atau mungkin bahasa Inggris? Jerman?Belanda? atau Bahasa Roh???
Dengan jujur si Guru sekolah minggu berkata bahwa dia juga tidak tau dan akan menberikan jawabanya minggu depan.
Setelah beberapa hari dalam suatu perenungan yang mendalam di serta dengan pengamatan dalam sikap hidup orang-orang disekitarnya, akhirnya si Guru sekolah minggu menemukan jawabannya.
Bahasa yang dipakai Yesus ketika datang kedunia ini bahkan sampai sekarang adalah bahasa KASIH.

Lebih lanjut: Khotbah Markus 12:28-34, Minggu 04 Nopember 2012

 

Page 20 of 42

 

 "SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 72 guests online

Login Form