Khotbah Matius 5:13-20, Minggu 09 Februari 2014

Renungan

Introitus:
Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu (Wahyu 21:27).
 
Bacaan: Yesaya 58:1-9a (Tunggal); Khotbah:  Matius 5:13-20 (Tunggal)
 
Thema:
Sorga adalah tempat orang yang hidupnya bercahaya di depan semua orang (Bd.Matius 5:16).
 
Renungan
Saudara/i yang dikasihi Tuhan.
Saya tidah tahu apakah ada orang yang tidak mau masuk sorga. Tetapi setiap orang beragama saya yakin semua mau masuk sorga, walaupun ada orang yang tidak mau sekarang masuk sorga. Ia mau masuk sorga setelah terpaksa mandah dari dunia ini oleh karena sakit, keadaan sangat susah, atau karena badan sudah lapuk dimakan usia. Kalau masih keadaan normal apa lagi apa yang dia mau di dunia ini dapat diperoleh, kemungkinan (kalau jujur) masih belum mau ke sorga. Bagaimana dengan saudara? Yang pasti walaupun mau masuk sorga, itu tidak serta merta jadi seperti yang diingini. Sebab mau masuk sorga tidaklah mudah. Di dalam Matius 7:21 dikatakan “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga”. Juga di dalam Wahyu 21:27 “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu”. Tetapi juga bukanlah tidak mungkin atau sukar sebab di dalam Yohanes 3:16 disebutkan “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”; bandingkan juga di dalam Roma 10:9 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan”. Jadi jalan masuk ke sorga hanyalah dengan menerima anugrah pengampunan di dalam percaya Kepada Yesus (Bd.Efesus 2:8-9) yang telah mati dan pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati dan naik ke sorga.

Lebih lanjut: Khotbah Matius 5:13-20, Minggu 09 Februari 2014

 

Khotbah Mikha 6:1-8, Minggu 02 Februari 2014

Renungan

Introitus : 
FirmanNya“ Jika kamu sungguh-sungguh mendengar suara Tuhan, Allahmu dan melakukan apa yang benar dimataNya, dan memasang telingamu kepada perintah- perintahNya dan tetap mengikuti segala ketetapanNya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir, sebab Aku Tuhanlah yang telah menyembuhkan engkau.” ( Keluaran 15 :26 )
 
Bacaan : 1 Korintus 1 : 18 – 31 ( Antiphonal ); Khotbah : Mikha 6 : 1 – 8 (Tunggal)
 
Tema : 
Berhikmat untuk mengerti perbuatan Allah (Pentar ngantusi perbahanen Dibata)
 
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Kepintaran/Hikmat ( bahasa ibrani “ khokma”, Bahasa Yunani : “Sophia” ) hal yang selalu dicari manusia dalam hidupnya. Berbagai macam ilmu pengetahuan dan ilmu filsafat ada di dunia. Manusia mempelajarinya, oleh pengetahuannya manusia bisa disebut pintar. Namun pertanyaannya bila pintar apakah sudah dapat dikatakan berhikmat ? Ada cerita tentang seorang Profesor menaiki perahu melintasi sungai dengan juru mudi perahu. Diatas perahu Profesor bertanya ke jurumudi tentang berbagai bidang ilmu yang dia ketahui kepada Jurumudi :

Lebih lanjut: Khotbah Mikha 6:1-8, Minggu 02 Februari 2014

 

Khotbah 1 Korintus 1:10-17, Minggu 26 Januari 2014

Renungan

Introitus : 
Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan. Filipi 2 : 2
 
Bacaan : Mazmur 27 : 1 – 9 (Responsoria); Khotbah : I Korintus 1 : 10 – 17
 
Thema : Bersatu hatilah, dan satulah tujuan
 
Saudara-saudari dalam Kristus Yesus,
Lidi sebatang akan tetap dinamakan lidi sebatang, tapi apa bila begitu banyak lidi dipersatukan maka ia akan berubah nama dan juga mempunyai fungsi membersihkan yang sangat luar biasa. Demikian juga dengan seutas ijuk, tidak akan ada yang mampu ia lakukan, namun apabila utas demi utas dipersatukan, maka akan berubah nama dan fungsinya. Pertama,lidi, ia akan menjadi atau dinamakan sapu lidi, demikian juga dengan ijuk, akan berubah menjadi tali ijuk atau sapu ijuk. Fungsi dan hasil yang diperoleh akan sangat berarti bagi kehidupan umat manusia. Membersihkan sampah adalah fungsi dati sapu, mengikat sesuatu adalah fungsi dari tali. Dan yang menarik bagi saya bila bias kita memvisualisasikan benda tersebut? Adakah ia protes atau menolak atau bahkan merasa lebih antara satu dengan yang lain. Saya kira masing-masing mereka tidak akan pewrnah mempersoalkan itu. Mengapa? Ya… karena mereka menyadari bahwa bila hanya ada satu, maka tidak akan ada apapun yang bias dihasilkan. Namun dengan menerima satu dengan yang lain, walaupun ada yang kecil, ada yang besar, bahkan diikat saling berdesakan dan dipilin saling menghimpit dan menggulung, namun dari “pengorbanan” untuk saling menerima itu, wah… luar biasa sekali yang di ajarkannya.

Lebih lanjut: Khotbah 1 Korintus 1:10-17, Minggu 26 Januari 2014

 

Khotbah Yesaya 49:1-7, Minggu 19 Januari 2014 (Ephipanias II)

Renungan

Introitus : 
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Masmur 119:105)
 
Bacaan : Johanes 1 : 29 – 42 (Antiphonal); Khotbah : Jesaya 49 : 1-7 (Tunggal)
 
Tema : 
“Jadilah terang ku sekelewetndu” (“Menjadi terang kepada sekitar kita”)
 
Didalam Kitab Yesaya ada empat nyanyian tentang hamba Tuhan. (Fsl. 42:1-4; 49: 1-7 ; 50:4-9; 52:13-53:12) . Fasal 49 ini merupakan nyanyian kedua dari empat nyanyian tersebut yang menceritakan tentang karakter, karya dan pengalaman seorang hamba Tuhan.
Dari nyanyian ini kita melihat ada 3 peranan Tuhan yang digambarkan, yaitu:

Lebih lanjut: Khotbah Yesaya 49:1-7, Minggu 19 Januari 2014 (Ephipanias II)

 

Khotbah Matius 3:13-17, Minggu 12 Januari 2014 (Ephipanias I)

Renungan

Introitus : Engkau,Tuhan, janganlah menahan rahmatMu dari padaku, kasihMu dan kebenaranMu,kiranya menjaga aku selalu (Mazmur 40:12)
 
Bacaan : Mazmur 40:2-12 (Responsoria); Khotbah : Matius 3:13-17
 
Tema :
 Melala rencana simehuli si bahan Dibata man banta (Tuhan merencanakan kebaikan untuk kita)
 
Pendahuluan
Setiap orang pasti memiliki rencana, cita-cita, mimpi, baik untuk dirinya,keluarga bahkan untuk gereja dan masyarakat. Dan pasti ketika kita menyusun rencana itu kita merasa bahwa itu baik menurut pertimbangan kita. Apapun rencana kita dalam tahun yang baru ini pasti kita akan mengupayakan agar rencana kita itu akan terwujud, mungkin juga kita juga tidak lupa mendoa kan agar Tuhan mengabulkannya. Kita gembira jika rencana atau impian kita menjadi kenyataan. Tetapi bagaimana seandainya impian atau rencana kita tidak berjalan seperti yang kita inginkan? bukankah sering kali kita kecewa, sedih, dan marah kepada Tuhan? Tuhan mahatahu, Dia tahu perjalanan hidup kita kedepan,sementara pandangan kita sangatlah terbatas, Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita, Tuhan akan membelokkan atau menggagalkan rencana kita jika rencana itu mendatangkan celaka bagi kita. Bahkan terkadang Tuhan mengizinkan masalah datang merintangi jalan kita demi kebaikan kita.

Lebih lanjut: Khotbah Matius 3:13-17, Minggu 12 Januari 2014 (Ephipanias I)

 

Page 6 of 41

 

 "SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 76 guests online

Login Form