Khotbah Kejadian 2:16-17; 3:1-7, Minggu 9 Maret 2014

Renungan

Introitus : 
Dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. Efesus 4 : 27
 
Bacaan : Roma 5 : 12 – 19 (Antiphonal); Khotbah : Kejadian 2 : 16 – 17; 3 : 1 – 7 (Tunggal)
 
Thema : 
Makanlah yang menjadi bagianmu/Makanlah Yang Seharusnya Dimakan (Panlah si biak man pangan)
 
Saudara-Saudari Jemaat Tuhan,
Sangat memprihatinkan sebenarnya bila kita mencoba menelaah kebisaaan bahasa yang ada dalam keseharian kita, khususnya tentang bekerja. Seharian kita “membanting tulang” mengeluarkan semua energy, pikiran, waktu dan kekuatan kita; eh alih-alh ketika ada yang bertanya pada kita “Untuk apa kamu bekerja seharian seperti itu”. Kita dengan entengnya mengatakan bahkah ada yang bangga sambil membusungkan dada menjawab “cari makan”… Seolah-olah ngga ada keperluan lain dalam kehidupan kita selain makan. Dan memang ada juga ungkapan yang bisa sangat berbeda yakni : Kita makan untuk bekerja” atau sebaliknya “bekerja untuk makan”. Terlepas dari mana yang benar ataupun meng”amin’kan istilah “cari makan”, memang harus jujur kita akui bahwa dalam kehidupan kita ada begitu banyak kebutuhan yang ingin kita penuhi.

Lebih lanjut: Khotbah Kejadian 2:16-17; 3:1-7, Minggu 9 Maret 2014

 

Khotbah Matius 17:1-9, Minggu 2 Maret 2014

Renungan

Introitus : 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup
 
Bacaan : Keluaran 24 : 12 – 18; Khotbah : Matius 17 : 1 – 9
 
Tema : 
Dengarkanlah Yesus sebab Ia lah yang melakukan kehendak Allah.
 
 
Jemaat yang dikasihi Tuhan, Hari ini , berdasarkan Kesaksian kitab Matius Pasal 17 ini. kita meliat kisah mengenai peristiwa yang ajaib yang dilakukan oleh Kristus. Peristiwa ini adalah sesuatu yang misteri dan luar bisaa, Pristiwa kemuliaan Tuhan Yesus Nampak di depan mata ketiga muridNya.
Pristiwa ini menjadi sangat penting, didalam sejarah hingga saat ini Gereja gereja di Timur dan di Barat merayakan peristiwa pemuliaan ini pada tanggal 6 agustus. Gereja di Timur menyebutnya denga Perayaan Perubahan Rupa dengan nama Taborian.

Lebih lanjut: Khotbah Matius 17:1-9, Minggu 2 Maret 2014

 

Khotbah Mazmur 119:33-40, Minggu 23 Februari 2014

Renungan

Introitus : 
Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. (Mazmur. 1:2)
 
Bacaan : 1 Korintus 13:10-13 (Anthiponal); Khotbah : Mazmur 119:33-40 (Responsoria)
 
Tema : 
"Aku merindukan Undang-undangMu agar aku tidak mengejar yang sis-sia/”Metedeh ateku AturenNdu, Gelah Ula Ku Ayaki Si Sea-Sea
 
Saudara-saudara didalam Yesus Kristus,
Mengingat sebuah lagu rohani : satu hal yang kurindukan ya Tuhan, selalu berada di dekatMu… dengan segnap hati dengan segnap jiwa …. Membawa kita kedalam suasana keteduhan, kedamaian dan kebahagiaan di dalam hadirat Tuhan. Sebagai orang yang percaya tentu kita punya pengakuan bahwa di dalam Tuhan kita mendapatkan semuanya itu.

Lebih lanjut: Khotbah Mazmur 119:33-40, Minggu 23 Februari 2014

 

Khotbah Matius 5:13-20, Minggu 09 Februari 2014

Renungan

Introitus:
Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu (Wahyu 21:27).
 
Bacaan: Yesaya 58:1-9a (Tunggal); Khotbah:  Matius 5:13-20 (Tunggal)
 
Thema:
Sorga adalah tempat orang yang hidupnya bercahaya di depan semua orang (Bd.Matius 5:16).
 
Renungan
Saudara/i yang dikasihi Tuhan.
Saya tidah tahu apakah ada orang yang tidak mau masuk sorga. Tetapi setiap orang beragama saya yakin semua mau masuk sorga, walaupun ada orang yang tidak mau sekarang masuk sorga. Ia mau masuk sorga setelah terpaksa mandah dari dunia ini oleh karena sakit, keadaan sangat susah, atau karena badan sudah lapuk dimakan usia. Kalau masih keadaan normal apa lagi apa yang dia mau di dunia ini dapat diperoleh, kemungkinan (kalau jujur) masih belum mau ke sorga. Bagaimana dengan saudara? Yang pasti walaupun mau masuk sorga, itu tidak serta merta jadi seperti yang diingini. Sebab mau masuk sorga tidaklah mudah. Di dalam Matius 7:21 dikatakan “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga”. Juga di dalam Wahyu 21:27 “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu”. Tetapi juga bukanlah tidak mungkin atau sukar sebab di dalam Yohanes 3:16 disebutkan “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”; bandingkan juga di dalam Roma 10:9 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan”. Jadi jalan masuk ke sorga hanyalah dengan menerima anugrah pengampunan di dalam percaya Kepada Yesus (Bd.Efesus 2:8-9) yang telah mati dan pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati dan naik ke sorga.

Lebih lanjut: Khotbah Matius 5:13-20, Minggu 09 Februari 2014

 

Khotbah Mikha 6:1-8, Minggu 02 Februari 2014

Renungan

Introitus : 
FirmanNya“ Jika kamu sungguh-sungguh mendengar suara Tuhan, Allahmu dan melakukan apa yang benar dimataNya, dan memasang telingamu kepada perintah- perintahNya dan tetap mengikuti segala ketetapanNya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir, sebab Aku Tuhanlah yang telah menyembuhkan engkau.” ( Keluaran 15 :26 )
 
Bacaan : 1 Korintus 1 : 18 – 31 ( Antiphonal ); Khotbah : Mikha 6 : 1 – 8 (Tunggal)
 
Tema : 
Berhikmat untuk mengerti perbuatan Allah (Pentar ngantusi perbahanen Dibata)
 
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Kepintaran/Hikmat ( bahasa ibrani “ khokma”, Bahasa Yunani : “Sophia” ) hal yang selalu dicari manusia dalam hidupnya. Berbagai macam ilmu pengetahuan dan ilmu filsafat ada di dunia. Manusia mempelajarinya, oleh pengetahuannya manusia bisa disebut pintar. Namun pertanyaannya bila pintar apakah sudah dapat dikatakan berhikmat ? Ada cerita tentang seorang Profesor menaiki perahu melintasi sungai dengan juru mudi perahu. Diatas perahu Profesor bertanya ke jurumudi tentang berbagai bidang ilmu yang dia ketahui kepada Jurumudi :

Lebih lanjut: Khotbah Mikha 6:1-8, Minggu 02 Februari 2014

 

Page 6 of 41

 

 "SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 55 guests online

Login Form