Khotbah Matius 21:23-32, Minggu 28 September 2014

Renungan

Introitus :
 Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (Matius 7:24)

Bacaan : Yehezkiel 18:1-4; 25-32; Khotbah : Matius 21:23-32

Tema : Iyakan dan Jalankan Perintah Yesus

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Nats khotbah ini merupakan sebuah teguran dari Tuhan Yesus untuk para imam kepala dan tua-tua Yahudi yang masih meragukan kuasa Yesus, dan masih hidup dalam kemunafikan. Sebagai petinggi agama mereka hanya mengerti ajaran-ajaran Taurat TUHAN tetapi tidak melakukannya. Melalui perikop ini paling tidak ada dua hal bagaimanakah sikap sesorang mengiyakan dan menjalankan perintah Yesus?

1. Hidup dalam pengakuan kuasa Yesus
Jika ada sesorang yang merasa lebih benar, lebih baik, lebih pintar dan lebih layak untuk menerima kekuasaan dari pada orang lain, maka ketika ia melihat ada orang lain yang bisa melebihi ia dalam segala hal kemungkinan besar bisa timbul rasa iri hati pada dirinya. Dengan rasa iri hati yang semakin dalam mungkin ia akan mencoba untuk mencari jalan untuk menyingkirkan atau pun menjatuhkan reputasi orang tersebut. Begitulah yang terjadi dengan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi ketika melihat banyak kemampuan yang bisa dilakukan oleh Yesus, dalam berkhotbah/mengajar, menyucikan bait Allah dan mujizat yang dilakukan oleh Yesus (bnd. Matius 21:15, tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: Hosana bagi Anak Daud!” hati mereka sangat jengkel). Sehingga ketika Yesus masuk ke Bait Allah, para imam kepala dan tua-tua Yahudi mendatangi Yesus dan menanyakan kuasa apa yang dipakai oleh Yesus. Yesus mengetahui maksud dari pertanyaan mereka hanya untuk ‘menyudutkan’ Yesus. Maka Yesus membalikkan pertanyan kepada mereka “dari manakah (kuasa) baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?”. Sebenarnya mereka tahu kalau kuasa Yohanes dari sorga karena mereka adalah ahli dalam Taurat, tapi karena dari awal hendak menjebak Yesus maka mereka menjawab “kami tidak tahu”. Karena Yesus melihat kemunafikkan dan ketidakjujuran dalam diri mereka maka Yesus juga tidak memberitahukan kuasa apa yang ada pada Yesus. Walaupun sebenarnya mereka tahu kuasa apa yang ada pada Yesus, hanya saja mungkin karena Yesus berasal dari keluarga biasa dan mereka mengenal semua keluarganya (bnd. Matius 13:55) sehingga sulit bagi mereka untuk percaya kuasa Yesus berasal dari Sorga.

Lebih lanjut: Khotbah Matius 21:23-32, Minggu 28 September 2014

 

Khotbah Yehezkiel 33:1-7, Minggu 7 September 2014

Renungan

Introitus :
Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

Bacaan : Roma 13 : 8 – 14 (Tunggal); Khotbah : Yehezkiel 33 : 1 – 7

Thema :
Tuhan Telah Memilih Kamu Menjadi Penjaga

Saudara-saudari dalam Kristus Tuhan,
Hari ini merupakan hari penobatan yang sangat penting bagi kita sema sebagai anak-anak Tuhan. Mengapa? Karena Tuhan memberi kepercayaan yang sangat besar bagi kita untuk menjadi “body guard” atau sang penjaga. Tidak semua orang bisa menjadi penjaga yang benar. Mari kita melihat sedikit tentang orang-orang yang diangkat menjadi pengawal presiden dan wakil presiden (atau di USA disebut dengan Secret Service) dan di USA sendiri usia Secret Service ini sudah cukup tua (berdiri tahun 1865). Sebagai seorang pengawal, bukan hanya dibutuhkan badan besar dan tenaga yang sangat kuat. Tapi juga dibutuhkan kepandaian, kesetiaan dan juga keberanian untuk memberikan rasa aman bagi yang dijaganya. Menjadi seorang “penjaga” atau pengawal ini dibutuhkan seleksi dan kemudian pelatihan khusus. Dan kelihatan sekali ketika pernah salah satu Presiden Amerika dating ke Indonesia; kita “agak tersinggung” karena Presiden Amerika lebih percaya pada pengawalnya ketimbang apa yang sudah dipersiapkan Pemerintah RI. Nah, sekarang kita diangkat bukan untuk hanya satu atau dua orang; tapi kita diangkat untuk menjaga anak-anak Tuhan. Beratkah tugas ini? Jujur saja, pasti sangatlah berat. Tapi mampukah kita? Saya akan mengatakan bukan hanya mampu tapi sangat mampu. Namun pasti ada persyaratannya. Apa itu? Inilah yang kita akan bahas pada minggu ini.

Lebih lanjut: Khotbah Yehezkiel 33:1-7, Minggu 7 September 2014

 

Khotbah Matius 16:21-28, Minggu 31 Agustus 2014

Renungan

Introitus :
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku

Bacaan : Yeremia 15:15-21 ( Tunggal ); Khotbah : Matius 16:21-28 ( Tunggal )

Tema : Ikutkanlah Yesus

Pendahuluan
Perikop ini kita sebut juga suatu nubuatan Yesus. Ketiga Injil Sinopsis memberitakan peristiwa pemberitaan tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikuti Dia (bdk. Markus 8:31-9:1 ; Lukas 9:22-27). Kita lebih menangkap arti dari ucapan Yesus disini apabila mengaitkannya dengan pengakuan Petrus di ayat-ayat sebelumnya. Dan jelas terlihat bahwa Yesus menghubungkan Mesias dengan penderitaan yang akan dialaminya sebagaimana tertulis dalam Yesaya pasal 53. selanjutnya Yesus memberikan kriteria mengikuti Dia serta bagaimana konsekwensi/akibat penolakan terhadap Yesus.

Lebih lanjut: Khotbah Matius 16:21-28, Minggu 31 Agustus 2014

 

Khotbah Roma 12:1-8, Minggu 24 Agustus 2014

Renungan

Introitus :
Karena itu perhatikanlah dengan seksama,bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif (Epesus 5 : 15).

Bacaan : Jesaya 51 : 1 - 6(responsoria); Khotbah : Roma 12 : 1 - 8 (tunggal).

Tema : Perbaharuilah budimu.

Saudara saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,
Seringkali orang menganggap kalau memberikan persembahan adalahlah berbentuk materi yang kita lakukan pada hari minggu,yaitu persembahan ucapan syukur,persembahan persepuluhan,persembahan korban bakaran yang ada diperjanjian lama,dan persembahan persembahan yang lainnya. Disamping persembahan yang disebutkan diatas,ada persembahan seperti yang disebutkan didalam Roma 12 : 1-2, Karena itu saudara saudara demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu,supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup,dan nasihat nasihat supaya orang yang percaya kepada Yesus hidup menurut kehendah Allah. Nasihat ini diberikan R Paulus karena mengingat kasih kemurahan Allah yang rela mati dikayu salib untuk menyelamatkan manusia yang percaya kepadaNya. KasihNya yang tidak memperhitungkan kesalahan manusia,kasihNya yang sangat mendalam kepada manusia supaya manusia tidak mati karena dosa dosanya,tapi mereka diampuni dan memperoleh keselamatan dari Tuhan. Karena kemurahan Allah itu,maka manusia tidak akan bisa membalas sesuai dengan pengobanan Yesus,oleh karena itu manusia yang sudah diselamatkan oleh Tuhan akan memberikan persembahan yang sejati yaitu mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup yang berkenan bagi Tuhan.

Lebih lanjut: Khotbah Roma 12:1-8, Minggu 24 Agustus 2014

 

Khotbah Matius 14:22-33, Minggu 10 Agustus 2014

Renungan

Intoitus:
Sebab itu tabahkanlah hatimu,saudara-saudara!Karena Aku percaya kepada Allah,bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakannya padaku (Kis 27:25)

Bacaan : 1 Raja-raja 19:9-18; Khotbah : Matius 14:22-33

Tema : Jangan takut,Tetapkanlah hatimu/Ola mbiar tetaplah ukurndu

A.Pendahuluan
Menurut Purwadarminta dalam Kamus besar bahasa Indonesia,takut adalah tanggapan emosi terhadap ancaman ,takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respon terhadap suatu stimulus tertentu seperti rasa sakit atau ancaman dari bahaya. Sebenarnya takut adalah juga anugerah Tuhan, sebagai suatu hal yang selalu mengingatkan kita,untuk selalu waspada akan potensi bahaya yang bisa saja terjadi dalam kehidupan kit. Jadi Setiap orang pasti punya rasa takut,dan itu wajar tapi yang jadi masalah adalah kalau setiap saat takut atau terlalu banyak ketakutan apalagi tidak tahu alasan mengapa harus takut.Jangan Takut! Itulah perkataan Yesus kepada para murid yang ketakutan karena perahu mereka terombang-ambing badai (lih. Mat 14:27). Ketakutan membuat seseorang tidak dapat melihat segala sesuatunya dengan jelas, dan bahkan dapat mengaburkan iman. Namun, pandangan yang terus-menerus kepada Yesus dapat menguatkan iman, serta dapat memberikan pengharapan yang pasti kepada kita. Iman yang teguh membuat kita dapat melangkah dengan pasti dan pengharapan di dalam Yesus membuat kita tidak takut dan terus bertahan untuk mencapai tujuan akhir.Karena Yesus berkata, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”

Lebih lanjut: Khotbah Matius 14:22-33, Minggu 10 Agustus 2014

 

Page 6 of 46

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 79 guests online

Login Form