Khotbah Efesus 1:15-23, Minggu 23 November 2014

Renungan

Introitus :
“dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang Mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh Hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar (Efesus 1:17)

Bacaan : Yehezkiel 34:20-24 (Responsoria); Khotbah : Efesus 1:15-23 (Tunggal)

Tema : Pakailah Roh Hikmat Allah

PEMAHAMAN TEKS
Janji sebagai Hakim yang adil disampaikan Allah bagi umat Israel melalui Yehezkiel, dimana Allah akan menolong para umatnya dan memisahkannya dari umat yang tidak taat kepada Allah melalui “gembala” yang akan diutusnya (bnd Yeh 34:23) inilah yang menjadi pengokoh iman bangsa Israel untuk tetap terus mengandalkan Allah dalam kehidupannya. Demikian juga yang menjadi penguatan dan pikiran bagi Paulus dalam melayani bagi orang-orang Efesus. Surat Efesus ini, ditulis oleh Paulus ketika dia sedang berada dalam penjara. Ada dua hal yang menjadi alasan Paulus; Pertama Paulus sangat menghargai pertumbuhan. Ketika Paulus mendengar kabar tentang iman jemaat Efesus yang bertumbuh baik dalam iman dan Kasih. Paulus bersyukur dan memuji Tuhan "Ketika aku mendengar tentang kamu, mendengar tentang imanmu dalam Tuhan dan tentang kasihmu kepada semua orang kudus, aku mengucap syukur karena kamu." (ayat 15). Di dalam bagian ini Paulus melihat pertumbuhan orang Kristen sebagai suatu prestasi, artinya suatu pertumbuhan perlu dihargai, diperhatikan, dilihat dan dinilai oleh setiap orang di dalam kehidupan kita secara ideal. Kedua Paulus juga menyadarkan mereka dengan satu permohonan yang tulus, "dan aku senantiasa mengingat kamu dalam doaku. Dan meminta kepada Bapa yang mulia itu supaya memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu." (ayat 16-17) Bentuk kalimat yang dipakai di sini menggambarkan satu permohonan yang serius dengan sungguh-sungguh meminta agar Tuhan memberikan kepada mereka Roh hikmat dan wahyu supaya mereka bisa bertumbuh. Sehingga pada bagian berikutnya Paulus mengajak bahwa pertumbuhan iman itu harus Nampak dalam sikap dan perilaku mereka yang telah dipenuhi oleh Roh hikmat tersebut.

Lebih lanjut: Khotbah Efesus 1:15-23, Minggu 23 November 2014

 

Khotbah Zepanya 1:7, 12-18, Minggu 16 Nopember 2014

Renungan

Introitus :
Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita (I Tesalonika 5:9)

Bacaan : I Tesalonika 5:1-11 (Tunggal); Khotbah : Zepanya 1:7,12-18

Tema : Hari Tuhan Akan Datang

PENDAHULUAN
Mungkin diantara kita masih ingat dengan sebuah lagu “Madu dan Racun” antara lain dari syairnya adalah . ”Madu di tangan kananmu racun di tangan kirimu....aku tak tahu mana yang akan kau berikan pada ku...” syair lagu ini mengisahkan seseorang yang menanti-nantikan kedatangan sang kekasihnya, tetapi apakah pertemuan itu akan membawa kebahagiaan atau sebaliknya membawa kepada kehancuran.... Madu atau racun.... bahkan yang sangat luar biasa percampuran antara madu dan racun yang mematikan....... sedikit berbeda dengan Tuhan yang tidak pernah mencampur madu dan racun dan pilihan itu tidak terletak pada Tuhan apakah Dia memberikan racun atau madu, tetapi tergantung pilihan manusia mau pilih madu atau racun (kehidupan atau kematian)

Lebih lanjut: Khotbah Zepanya 1:7, 12-18, Minggu 16 Nopember 2014

 

Khotbah Matius 25:1-13, Minggu 9 November 2014

Renungan

Introitus :
Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya. Matius 25 : 13

Bacaan : Amos 5 : 18 – 24 (Tunggal); Khotbah : Matius 25 : 1 - 13 (Tunggal)

Thema : “Bersiaplah”. (Ersikaplah)

Ketika tahun lalu terjadi erupsi Gunung Sinabung, setelah beberapa lama dan berkali-kali terjadi erupsi yang mengakibatkan terjadinya arus pengungsian hingga penutupan 5 desa di seputaran Gunung Sinabung; Salah seorang Pakar Gunung Berapi yakni Surono yang dikenal dengan Mbah Rono mengatakan bahwa erupsi ini belum berhenti. Dan terbukti bahwa apa yang dikatakannya itu bukanlah sebuah ramalan atau analisa bohong. Bulan Oktober yang lalu, kembali terjadi erupsi Gunung Sinabung. Yang ingin saya sampaikan di sini ialah pesannya kepada masyarakat di sekitar Gunung Sinabung yaitu “jangan lengah, waspada, kenali tanda-tanda dan senantiasa bersiap sedia”. Sehungga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka tidak aka nada korban akibat erupsi gunung itu.

Lebih lanjut: Khotbah Matius 25:1-13, Minggu 9 November 2014

 

Khotbah Mazmur 43:1-5, Minggu 2 November 2014

Renungan

Introitus :
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (Mzm. 42:6 )

Ogen : 1 Tesalonika 2:9-13 (Tunggal); Khotbah : Mazmur 43:1-5 (Responsoria)

Tema :
”Allah Sumber/tempat Pengharapan Kita (Dibata Ingan Pengarapenta)


Saudara-saudara didalam Yesus Kristus,
Ada sebuah lagu mengungkapkan “Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain (Mzm 84:11) menunjukkan bagaimana kerinduan dan keyakinan pemasmur dekat bersama Allah. Keyakinan ini dinyatakan karena pengalaman bersama dengan Allah senantiasa lebih baik dari pada bersama atau ditempat lain. Pengharapan seperti ini tentu didasari keyakinan bersama dengan Allah senantiasa mendapatkan sukacita dan damai sejahtera.

Lebih lanjut: Khotbah Mazmur 43:1-5, Minggu 2 November 2014

 

Khotbah 1 Tesalonika 2:1-8, Minggu 26 Oktober 2014

Renungan

Introitus :
Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. (2 Kor.5:9).

Pembacaan : Mazmur 1:1-6; Khotbah : 1 Tes.2:1-8

Tema : Sifat-Sifat Pembawa Kabar Baik.

Pendahuluan :
(1) Saat membaca surat kepada jemaat Tesalonika ini, kita diajak untuk membayangkan suasana di sekitar tahun 51. Paulus merasa terganggu akibat pemberitaan palsu dan pengejaran terhadap jemaat Tesalonika yang telah dibinanya. Terlebih ketika peristiwa itu terjadi Paulus berada jauh dari jemaat binaannya tersebut. Memang Paulus sudah mengutus muridnya Timotius, namun laporan-laporan Timotius belum bisa menenteramkan hatinya. Ia masih ingin bertemu dengan jemaat Tesalonika untuk belajar bersama tentang nilai-nilai iman dan harapan dalam perjuangan selanjutnya.

Lebih lanjut: Khotbah 1 Tesalonika 2:1-8, Minggu 26 Oktober 2014

 

Page 6 of 48

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 68 guests online

Login Form