Khotbah Matius 21:1-11, Minggu 13 April 2014

Renungan

Introitus : 
”Dan dalam keadaan sebagai manusia,Ia telah merendahkan diriNya,dan taat sampai mati dikayu salib” (Filipi 2:8).
 
Bacaan : Yesaya 50:4-9a; Khotbah : Matius 21:1-11
 
Tema : 
Melakukan/meneladani Perbuatan Tuhan
 
 
I. Pendahuluan
Sebagai orang yang percaya kepada Yesus,kita memang harus belajar meneladani Kristus,baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan.Karakter Yesus perlu kita teladani,ketika banyak orang yang mencai maki dan berusaha menyalibkanNya,sedikitpun Dia tidak membalasnya,Yesus tidak membiarkan caci maki,ancaman dan perbuatan jahat orang banyak masuk dan menguasai hatiNya,namun sebaliknya Ia mengasihi,mengampuni bahkan menyelamatkan manusia dari segala dosa-dosanya.
Pelayanan Yesus sepanjang hidupnya menunjukkan bahwa walaupun Ia adalah Anak Allah yang memiliki wewenang Ilahi,tapi Ia mampu tampil secara sederhana,kehadiranNa didunia ini membawa perubahan sehingga keberadaanNya membawa damai sejahtera.Kepatuhan dan kesetiaan Yesus kepada Bapa yang mengutus Dia itu juga yang ingin kita lakukan,sebab kita juga adalah hamba Allah,kita adalah buah pelayanan Yesus.Menjadi hamba Allah berarti bersedia memberi diri secara total (taat) diperbaharui oleh Allah dan bersedia menghadapi tantangan.Kita dipanggil untuk menyaksikan karya Kristus itu kepada semua orang.

Lebih lanjut: Khotbah Matius 21:1-11, Minggu 13 April 2014

 

Khotbah Yehezkiel 37:1-14, Minggu 6 April 2014

Renungan

Introitus : 
Rohlah ia memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkatan yang Kukatakan kepadamu adalah Roh dah hidup (Yohanes 6:63).
 
Bacaan : Roma 8 : 6-11 (Anthiphonal); Khotbah : Yehezkiel 37: 1-14 (Tunggal)
 
Thema :
DENGARKANLAH FIRMANNYA, TERIMALAH ROHNYA
 

 

Pendahuluan/Pengantar :
Mendengar dalam kehidupan kita setiap hari sangat penting karena melalui pendengaran kita, kita tahu dan mengerti apa yang sedang dan yang akan terjadi dalam kehidupan kita. Dengarkanlah salah satu kalimat imperatif yang disuruh aktif bagi seseorang untuk siap mendengarkan dan memfokuskan tentang apa yang akan terjadi. Untuk mendengarkan sesuatu itu, perlu ada konsentrasi dan perhatian. Untuk itu perlu ada perhatian serius yang untuk dilaksanakan dalam kehidupan setiap hari. Banyak orang yang salah dengar atau salah mendengarkan dan hasilnya juga salah membawa kebingungan dan keheranan di dalam praktek setiap hari, contohnya :
Ada seorang yang membeli obat ke apotik, karena dia merasa pusing dia membeli obat sakit kepala. Setelah dia menerima obat dari apotik, maka apoteker itu menyatakan, “semoga cepat sembuh!” Tetapi karena dia pusing kepala, dia mendengar, “semoga cepat kambuh!” Sehingga akibat salah pendengaran dan salah pengertian maka terjadilah pertengkaran dan emosi padahal yang seorang menyatakan untuk kebaikan bagi yang membeli obat dan orang yang salah mendengar, mendengarkan secara negatif.
Di dalam firman Tuhan yang akan kita dengarkan, melalui khotbah minggu ini di dalam Yehezkiel 37:1-14, marilah kita memfokuskan dan mendengarkan firman Tuhan yang akan membawa kehidupan dan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Lebih lanjut: Khotbah Yehezkiel 37:1-14, Minggu 6 April 2014

 

Khotbah Efesus 5:8-14, Minggu 30 Maret 2014 (Pasion IV)

Renungan

Introitus :
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia (Yohanes 1:4)

Bacaan : 1 Samuel 16 : 1-13 ( Tunggal ); Khotbah : Efesus 5 : 8 - 14 (Tunggal)

 

Tema :
Hidup dalam terang tidak ada ketakutan (nggeluh ibas terang lalit kebiaren)

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Surat Paulus kepada jemaat Efesus adalah berisikan bagaimana rencana Tuhan untuk mempersatukan seluruh ciptaan baik disurga maupun di bumi dan Yesus sebagai kepala. Paulus menjelaskan persatuan itu terjadi karena Allah yang telah memilih bangsaNya, mengampuninya dan membebaskannya di dalam Yesus dan diteguhkan di dalam Roh Kudus( Pasal 1-3 ). Paulus mengajak setiap orang Kristen supaya hidup dalam terang ( Pasal 4-6 ).Terang adalah sesuatu yang kelihatan jelas, tidak tersembunyi. Terang tidak pernah dikalahkan oleh gelap seperti cahaya kunang-kunang pada malam hari walaupun kecil tetap kelihatan atau seperti cahaya lilin pada saat mati lampu sangatlah berguna.

Lebih lanjut: Khotbah Efesus 5:8-14, Minggu 30 Maret 2014 (Pasion IV)

 

Khotbah Mazmur 95:1-11, Minggu 23 Maret 2014 (Pasion III)

Renungan

Introitus :

Tetapi aku, berkat kasih setiamu yang besar yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau (Mazmur 5:8).

Bacaan : Roma 5:6-11.; Khotbah : Mazmur 95:1-11

Tema : Puji dan Sembahlah Allah.

Kata Pendahuluan

Saudara-saudara yang kekasih

Mengawali kehidupan dengan puji dan menyembah Allah merupakan ciri kehidupan Pemazmur (Daud). Pemazmur sadar bahwa hari ini memiliki pergumulan tersendiri. Pemazmur sadar bahwa Allah saja yang dapat menolongnya terhindar kefasikan dan pembual (pemberontak), tetapi semua orang yang berlindung kepada Allah akan bersukacita. Hari penuh sukacita diawali pagi hari dengan membuka hubungan (komunikasi) dengan Allah yaitu: masuk ke dalam rumah Allah, sujud menyembah ke arah bait Allah dengan takut (penuh hormat) kepada Allah.

Lebih lanjut: Khotbah Mazmur 95:1-11, Minggu 23 Maret 2014 (Pasion III)

 

Khotbah Yohanes 3:1-17, Minggu 16 Maret 2014 (Pasion III)

Renungan

Introitus : 
Roma 1 : 17(Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman”)
 
Bacaan : Roma4 : 1-5; 13-17 (Tunggal); Khotbah : Yohanes 3 : 1-17 (Tunggal)
 
Thema : 
 Kita Dekat Dengan Allah Bukan Dengan Pengetahuan Namun Oleh Iman
 
 
Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus,Percaya pada Tuhan bukan seperti anak-anak yang telah pernah melihat sesuatu, apakah mainan, binatang, maka jikalau kita tanya pasti dia katakan ya mainan itu bagus, binatang gajah itu besar sebab ia telah melihatnya. Namun jikalau kita tanya sesuatu yang ia belum pernah lihat maka ia katakan aku tidak tahu sebab belum pernah ku lihat. Benar juga secara logika bahwa yangbelum pernah ia lihat,ia katakan tidak...tidak, aku tidak percaya sebab saya belum pernah melihat. Namun jikalau kita berbicara secara iman itu berbeda sebab percaya pada Allah yang sama sekali belum pernah kita lihat. Kita percaya bahwa iman itu mengantarkan kita pada pengenalan dan mempercaya Dia yang telah menyelamatkan kita/dunia ini. Yesus pernah berkata pada Thomas. Kata Yesus kepadaNya:”Karna engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya” Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya (Yoh 20:29). Inilah iman dan percaya pada Yesus yang telah menyelamatkan kita, dan Ia telah mendekatkan kita dengan Allah sang Bapa itu, lewat pengorbanNya di kayu salib.

Lebih lanjut: Khotbah Yohanes 3:1-17, Minggu 16 Maret 2014 (Pasion III)

 

Page 6 of 42

 

 "SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 62 guests online

Login Form