Khotbah Roma 12:17-21, Minggu 10 November 2013

Renungan

Introitus : 
Siapa menggali lobang akan jatuh ke dalamnya dan siapa yang menggelindingkan batu, batu itu akan kembali menimpa dia (Amsal 26 : 27)
 
Bacaan : Amsal 26 : 17 – 28 (Responsoria); Khotbah : Roma 12 : 17 – 21 (Tunggal)
 
Thema : 
Jangan Membalas Kejahatan dengan Kejahatan (Ula Balas si Jahat alu si Jahat)
 
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus,
Ada pameo dalam kehidupan bahwa ‘hukum karma’ pasti akan terjadi atau berlaku dalam kehidupan manusia. Pemahaman akan hokum karma bisaanya bukan dimaksudkan pada perbuatan baik yang kita lakukan tapi lebi kepada perbuatan yang tidak baik yang kita lakukan pada orang lain. Oleh sebab itu secara sadar atau tidak sadar setiap orang tua akan mengajarkan pada anak atau keturunannya untuk senantiasa berupaya berbuat kebaikan. Karena yang dikhawatirkan oleh orang tua adalah bila ada perbuatan yang tidak baik yang kita lakukan dalam kehidupan kita, maka akan ada saatnya “waktu pembalasan” akan terjadi pada diri kita.

Lebih lanjut: Khotbah Roma 12:17-21, Minggu 10 November 2013

 

Khotbah Markus 3:31-35, Minggu 3 November 2013

Renungan

Introitus : 
Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu (Kolose 3:15a)
 
Ogen : Kolose 3 : 12 - 14 (Responsoria); Khotbah : Markus 3 : 31 – 35 (Tunggal)
 
Tema : 
Bersaudara Dalam Nama Yesus (Ersenina Turang Ibas Gelar Jesus)
 
Renungan
Untuk mengenal seseorang yang baru ketemu dengan kita, mungkin kita bisa bertanya langsung tentang siapa dia, tinggal dimana, siapa orang tuanya, apa agamanya, bagaimana dengan pendidikannya, kerohaniannya dan banyak lagi yang bisa kita tanyakan untuk memperjelas sampai kita bisa membuat gambaran ‘siapa dia?’. Orang seperti yang kita inginkan atau tidak. Anak Allah atau tidak menurut penilaian kita.
 
Bagaimana dengan kita sendiri, siapakah kita sebenarnya? Menurut sikap dan tindakan-tindakan kita, cara berbicara,kesetiaan kita, sudahkah mengambarkan anak Allah (bnd. Kej.1:26) yang masuk dalam keluarga Allah? Kalau masuk dalam keluarga Allah berarti sikap dan tindakan kita bisa membuktikan seperti yang Allah inginkan sebagai Bapa kita. Jika Allah adalah Bapa kita maka kita bersaudara dengan Yesus sebab Yesus adalah anak Allah yang sesungguhnya.

Lebih lanjut: Khotbah Markus 3:31-35, Minggu 3 November 2013

 

Khotbah Matius 20:22-28, Minggu 27 Oktober 2013

Renungan

Introitus : 
Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat (1 Petrus 3:15)
 
Bacaan : I Petrus 4:7-11 (Responsoria): Khotbah : Matius 20:20-28 (Tunggal)
 
Tema : Orang Yang Mengikut Yesus Mampu Melayani
 
Melayani adalah panggilan kehidupan Kristiani, karena Yesus sendiri mengatakan Aku datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Yesus memberikan julukan bagi pengikut-Nya sebagai “garam dan terang” artinya hidup bukan untuk dirinya tapi untuk orang lain.
Melayani membutuhkan motivasi yang kuat dan benar, karena tanpa motivasi yang kuat dan benar, pelayanan itu tidak akan sampai pada tujuan yang benar. Minggu ini kita diingatkan kembali tentang motivasi yang benar dalam pelayanan.

Lebih lanjut: Khotbah Matius 20:22-28, Minggu 27 Oktober 2013

 

Khotbah Markus 12:28-34, Mingggu 20 Oktober 2013

Renungan

Introitus : 
Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan (Ul.6:6)
 
Bacaan : Ulangan 6:4 – 9 (Anthiponal); Khotbah : Markus 12:28 – 34 (Tunggal)
 
Thema : “Mengasihi Allah dan manusia”
 
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus…
Semakin kita menghayati hidup dalam kasih,semakin kita terdorong untuk hidup sebagai orang yang berhikmat. Kasih itulah yang membuat manusia semakin dewasa dalam kepribadiannya. Sering di ungkapkan : Semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian. Pengetahuan yang benar mengandung makna agar sebagai manusia yang di kasihi Allah dan yang diperintahkan untuk memperaktekkan cara hidup dalam kasih itu, ia harus memiliki pengetahuan yang benar, bersikap hidup menghargai apa yang benar dan berkenan kepada Allah. Dengan pengetahuan yang benar, kita dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk, mana yang wajib dilakukan dan yang di tolak.

Lebih lanjut: Khotbah Markus 12:28-34, Mingggu 20 Oktober 2013

 

Khotbah Yeremia 31:31-34, Minggu 13 Oktober 2013

Renungan

Introitus : 
Sebab Jika kamu mengaku dengan mulutmu,bahwa Yesus adalah Tuhan,dan percaya dalam hatimu,bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,maka kamu akan diselamatkan.
 
Bacaan : Roma 10 : 4 – 13 (Tunggal); Khotbah : Jeremia 31 : 31 – 34 (Tunggal)
 
Thema : Aku menjadi Allahmu,dan kamu menjadi bangsaKu.
 
Nabi Jeremia telah berulangkali mengajak Israel bertobat dari kejahatannya tetapi tidak membawa hasil yang baik. Nabi Jeremia mengingatkan lagi,jika bangsa Israel tidak bertobat maka akan datang penghukuman dan permusuhan dari bangsa lain. Akibat ketegaran hati bangsa Israel yang tidak mau bertobat,maka pada tahun 612 sM Asyur dikalahkan oleh pasukan Babel, yang dipimpin oleh Raja Nebukadnezar menyerang Palestina dan merebut Jerusalem. Dengan kekalahan itu,kesepuluh suku Israel dibuang dan diserak serakkan keberbagai tempat. Namun demikian seperti apayang telah dijanjikan Allah kepada umatnya bahwa Dia akan tetap setia kepada umat pilihanNya.Allah berfirman melalui nabi Jeremia memberikan pengharapan,mereka akan keluar dari pembuangan dan akan kembali ketanah air mereka.

Lebih lanjut: Khotbah Yeremia 31:31-34, Minggu 13 Oktober 2013

 

Page 6 of 38

 

 "SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 45 guests online

Login Form