Khotbah Roma 8:26-30, Minggu 27 Juli 2014

Renungan

Introitus :
“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7).Ogen :

Mazmur 119 : 129-136 (Responsoria); Khotbah : Roma 8:26-30 (Tunggal)

Tema :“Roh Kudus menolong saat keluhan tak terucapkan”

1. Pendahuluan
Kelemahan manusia, susah mengakui kelemahannya. Kita merasa tahu akan kebutuhan kita sendiri. Padahal apa yang terbaik buat diri sendiri, manusia tidak kompeten memutuskan kepentingannya sendiri. Pengkhotbah mengatakan “Karena siapakah yang mengetahui apa yang baik bagi manusia sepanjang waktu yang pendek dari hidupnya yang sia-sia, yang ditempuhnya seperti bayangan?” (Pkh. 6:12) Kita seperti anak yang bodoh menangisi buah yang belum matang dan yang tidak cocok untuknya.

Lebih lanjut: Khotbah Roma 8:26-30, Minggu 27 Juli 2014

 

Khotbah Yesaya 44:6-8, Minggu 20 Juli 2014

Renungan

Introitus :
Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Maha Kuasa (Wahyu 1 : 8)

Bacaan : Matius 13 : 24-30; 36-43; Khotbah : Yesaya 44 : 6-8

Thema : Allah Berkuasa Sepanjang Masa

Beginilah Firman Tuhan, Raja dan Penebus Israel Tuhan Semesta Alam: Allah memperkenalkan diriNya kepada umatNya agar umatNya kembali meyakini bahwa Dia tidak main-main menjalankan kehendakNya bagi Israel. dimana Allah memperkenalkan diriNya dengan tiga nama: Raja, Penebus Israel dan Tuhan semesta alam. Dan ketiga nama ini menjadi pokok puji-pujian umat Israel kepada Allahnya, dimana Tuhan adalah Raja Israel sebagai pemimpin baik dikala susah maupun senang, baik dikala perang maupun damai Ia (Raja) tetap menuntun umatNya itu agar tidak gampang terkalahkan jika dalam peperangan maupun tidak sombong jika saat damai. Sebagai pemimpin (Raja), maka Allah juga sebagai penebus, dimana Ia tetap membela umatNya bahkan kita melihat lewat kasihNya Ia terus memperhatikan bahkan Yesus dikorbankan untuk tebusan umatNya. Dan Ia juga memperdulikan sebagai mana Ia menguasai semesta alam, dimana Yesus katakan: Telah diberikan kuasa disorga dan di bumi kepada Ku (Mat 28:18). Sebagaimana Allah yang berkuasa dan Dia mengatakan: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian (Yes 41:4b), dan tidak ada Allah selain dari pada Aku (Yes 43:11). Penegasan ini diungkapkan oleh Allah untuk meyakinkan umatNya juga segenap orang percaya bahwa didunia ini semuanya bertekuk lutut di bawah kuasa Allah. Kuasa Allah itu menuntun umat pilihanNya saatnya kembali dari pembuangan ke negerinya Yerusalem. Dan walaupun saat mengalami penderitaan di pembuangan Allah menjamin bahwa Ia tidak meninggalkan. Janganlah gentar dan janganlah takut (ay 8a), lewat ungkapan ini suatu jaminan Allah bagi orang-orang percaya, maka Ia tetap setia menyertai dan menguatkan hingga Ia datang kembali.

Lebih lanjut: Khotbah Yesaya 44:6-8, Minggu 20 Juli 2014

 

Khotbah Matius 13:1-9; 18-23, Minggu 13 Juli 2014

Renungan

Introitus :
Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yes.55:11).

Pembacaan : Mazmur 65:2-14; Khotbah : Matius 13:1-9; 18-23

Tema : Tidak sia-sia orang yang menerima Firman Allah.

Pendahuluan :
(1) Allah adalah Yang tidak terbandingkan. Yang tak kelihatan dijadikan kelihatan dan yang tak terdengar dibuat terdengar. Yang tak terbandingkan menyatakan dirinya dalam perumpamaan. Pada satu sisi perumpamaan mempunyai keindahan dan daya tarik tersendiri. Pada sisi lain perumpamaan mengandung sesuatu yang menggelisahkan hati manusia, karena merupakan teka-teki dan pencerminan dari realitas. Manusia diantar dari dunia menuju kepada Allah yang tak terbandingkan. Menyampaikan dengan cara perumpamaan akan lebih mudah diingat.

Lebih lanjut: Khotbah Matius 13:1-9; 18-23, Minggu 13 Juli 2014

 

Khotbah Mazmur 145:8-14, Minggu 6 Juli 2014

Renungan

Introitus :
Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu (Yohanes 15:9)
 
Pembacaan : Wahyu 1:12-18 (Tunggal); Khotbah : Mazmur 145:8-14 (Responsoria)
 
Thema :
Allah mengasihi semua orang/Dibata erkeleng Ate Man Isepe
 

Pembahasan

Firman Tuhan hari ini terambil dari Mazmur. Dalam perjanjian lama, pembacaan mazmur dilakukan secara luas, misalnya di tempat-tempat ibadah, lingkungan istana, lapangan, di jalan-jalan, dan juga di medan peperangan. Contoh misalnya pada zaman kerajaan, pembacaan mazmur dilakukan ketika orang memasuki halaman Bait Allah untuk mempersembahkan kurban; ketika bernazar; pada waktu membayar nazar; ketika orang mencari keadilan; ketika seseorang mencari perlindungan ataupun kesembuhan; dan lainnya. Mazmur yang digunakan pada setiap kesempatan dipilih sesuai dengan peristiwa yang dialami oleh umat atau seseorang.

Lebih lanjut: Khotbah Mazmur 145:8-14, Minggu 6 Juli 2014

 

Kotbah Minggu 29 Juni 2014

Renungan

Kotbah Minggu 29 Juni 2014

Introiutus : Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. (Mzm. 31:6)
Bacaan  : Jeremia 28:5-9     (Anthiponal)
Kotbah   : Roma 6:12-23      (Tunggal)
Tema      :  Endeskenlah Ring-Ringndu guna ipake Dibata”
                  Berikanlah Tubuhmu dipakai oleh Allah
 

Saudara-saudara didalam Yesus Kristus,

Sebagai anak Allah yang sudah menerima Anugerah dari Allah melalui Yesus Kristus, bukan berarti kita lepas dari godaan-godaan/tantangan yang selalu mencoba menjatuhkan kita kembali kedalam dosa. Sama seperti Yesus diutus untuk menebus dosa manusia, maka manusia yang diselamatkanNya kembali diutus seperti domba ditengah-tengah kawanan serigala. Artinya tantangan sebagai anak Allah begitu besarnya di dalam kehidupan ini. Hal ini kembali ditegaskan Paulus agar janganlah kiranya dosa menguasai tubuhmu sehingga tubuh yang fana ini diperalat oleh dosa itu.

Kecenderungan ditengah-tengah kehidupan ini, banyak sekali orang yang menuruti keinginan dagingnya yang juga sebagai alat untuk membelenggu manusia di dalam dosa. Tubuh yang diciptakan Allah yang sempurna beserta bagian-bagiannya ini justru bukan lagi menjadi alat memberikan damai sejahtera tapi justru alat dosa. Hal ini terlihat jelas di dalam kehidupan nyata kita sekarang, bagaimana manusia memakaikan anggota tubuhnya untuk membenarkan diri sendiri dengan menyalahkan orang lain, menghakimi orang lain, bahkan menyakiti orang lain.

Lebih lanjut: Kotbah Minggu 29 Juni 2014

 

Page 3 of 42

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 96 guests online

Login Form