Khotbah Lukas 2:36-40, Minggu 28 Desember 2014

Renungan

Introitus : 
Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu/ Petetap min ukurku alu keleng ateNdu si tetap, sue ras ipadankenNdu man bangku, suruh-suruhenNdu (Mazmur 119:76)

Bacaan : Yesaya 62: 1-3 (Responsoria); Khotbah : Lukas 2:36-40 (Tunggal)

Tema :
Hiduplah Dalam Kasih Karunia Tuhan/Nggeluhlah I Bas Perkuah Ate Tuhan

Saudara-sudara yang terkasih dalam Kristus Yesus, minggu ini adalah minggu terakhir di tahun 2014, satu moment dimana kita dapat merenungkan dan mengevaluasi seluruh perjalanan kehidupan kita sepanjang tahun 2014. Ibarat mendaki sebuah gunung (menjalanai sebuah perjalanan) tibalah saatnya kita di sebuah titik perhentian (peristirahatan) untuk dapat melihat kebelakang merenungkan jalan yang sudah kita lewati, dalam perjalanan itu mungkin kita melewati jalan yang berbatu (kerikil-kerikil tajam) atau jalan yang berliku dan penuh onak dan duri, mungkin ada saatnya kita terpeleset dan jatuh, berdarah dan menangis, mungkin dalam perjalanan itu kita merasa senang (berjalan dalam jalan yang mulus), singkatnya perjalannan kita diwarnai dengan suka atau duka. Sepanjang perjalanan itu kita dapat merasakan bagaimana tuntunan tangan Tuhan kesetiaan Tuhan yang senantiasa setia menemani perjalanan hidup kita, kita jatuh tapi tak sampai tergeletak...tangan siapa yang menopang...? ya tangan Tuhan....kita pernah menangis tetapi tidak sampai meneteskan airmata bercampur darah....siapa yang menghibur....? ..ya Tuhan...., mungkin mengawali tahun 2014 begitu banyak beban yang harus kita pikirkan...biaya kehidupan, biaya anak sekolah dan banyak lagi kebutuhan-kebutuhan yang lain, kita bekerja hanya sebatas kemampuan kita yang terbatas, kita bekerja dengan pengetahuan kita yang terbatas tetapi siapa yang mencukupkan segala keperluan kita ?...ya Tuhan kan ? ya inilah yang kita sebut dengan “kasih Karunia Tuhan”. Ya mungkin disisi lain permasalahan hidup kita masih ada yang belum selesai tetapi yakinlah Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita berjalan sendiri mengarungi kehidupan ini (Mat 28: 20 “Aku senantiasa menyertai engkau sampai akhir zaman”). Pengalaman adalah guru yang terbaik istilah ini mengingatkan kita akan pentingnya sebuah perenungan akan perjalanan yang sudah kita lewati untuk mempersiapakan perjalanan yang akan kita jalani dalam babak kehidupan selanjutnya.

Lebih lanjut: Khotbah Lukas 2:36-40, Minggu 28 Desember 2014

 

Thema Natal GBKP Klasis Jakarta-Bandung: Berjumba Dengan Allah Dalam Keluarga (Bdk. Imamat 26:12)

Renungan

Thema : Berjumpa Dengan Allah Dalam Keluarga (Bdk. Imamat 26 : 12)

Keluarga adalah bagian persekutuan terkecil yang ada dalam kehidupan orang beriman. Keluarga juga ada karena adanya kehendak Allah untuk mempersatukan dua anak manusia antara laki-laki dan perempuan dan kemudia dari penyatuan yang Allah lakukan; Dia juga memberikan karunia berupa kehadiran anak di dalamnya (walau dalam kasus tertentu ada juga keluarga yang hanya terdiri dari suami dan istri, tanpa kehadiran anak didalamnya). Dengan pemahaman seperti ini maka kita dapat mengatakan bahwa kehadiran dan peran Allah sudah terlihat secara nyata sejak awal kehidupan keluarga itu terbentuk. Juga perlu ditambahkan bahwa peran Allah juga tidak berhenti dengan “menambahkan” kehadiran anak di dalamnya.

Lebih lanjut: Thema Natal GBKP Klasis Jakarta-Bandung: Berjumba Dengan Allah Dalam Keluarga (Bdk. Imamat 26:12)

 

Khotbah Mikha 5:1-4, Rabu 24 Desember 2014 (Malam Natal)

Renungan

Introitus :
Mereka akan tinggal tetap,sebab sekarang Ia menjadi besar sampai keujung bumi (Mikha 5 : 4b-5).

Ogen : Heber 1 : 1 -4 (Tunggal); Khotbah : Mikha 5 : 1 – 4 (Tunggal).

Tema : Dia Raja Damai

Saudara saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus.
Pemimpin-pemimpin bangsa Israel pada waktu itu tidak lagi menjalankan kepemimpinannya sesuai dengan kehendak Tuhan,mereka tidak lagi menjalankan keadilan melainkan membenci kebaikan dan mencintai kejahatan (band.Mikha 3 : 2-3). Pemimpin pwmimpin membengkokkan yang lurus, para kepalanya memutuskan hukum karena suap, dan para imamnya memberi pengajaran karena bayaran. Bangsa Israel tidak lagi merasakan keadilan, mereka menderita oleh pemimpin pemimpin yang menyenangi kejahatan. Ditengah tengah penderitaan mereka karena krisis kepemimpinan, mereka sangat merindukan kepemimpinan yang baru, Raja yang baru yang sanggup memberi kedamaian kepada bangsa Israel. Mereka sudah terlalu lama menderita karena krisis kepemimpinan.

Lebih lanjut: Khotbah Mikha 5:1-4, Rabu 24 Desember 2014 (Malam Natal)

 

Khotbah Lukas 1:26-38, Minggu 21 Desember 2014 (Advernt IV)

Renungan

Introitus :
”Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk Tuhan” Kej.18:14a

Bacaan : 2 Samuel 7 : 1,11-16; Khotbah : Lukas 1 : 26 – 38

Thema :
Tiada yang mustahil didalam Tuhan (Labo lit si metahat ibas Dibata)

PENGANTAR
Didalam kehidupan ini banyak terjadi hal yang tidak kita duga, tidak Pasti dan tidak sesua. Kadang berdasarkan pengalaman, kita merasa pasti bisa dan kita pasti berhasil, sebaliknya kadang kita sudah hampir putus asa, merasa tidak ada kepastian , tiada lagi jalan terbuka namun kekuatan Tuhan memampukan kita, kita berseru: Puji Tuhan tiada yang mustahil bagi Tuhan.

Lebih lanjut: Khotbah Lukas 1:26-38, Minggu 21 Desember 2014 (Advernt IV)

 

Khotbah Yesaya 61:1-4, 8-11, Minggu 14 Desember 2014 (Advent 3)

Renungan

Introitus :
Roh Tuhan Allah ada padaku,oleh karena Tuhan telah mengurapi aku;Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara,dan merawat orang-orang yang remuk hati,memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara (Yes.61:1)

Bacaan : 1 Tesalonika 5:16-24; Khotbah : Yesaya 61:1-4;8-11

Tema :
Kita idilo maba Berita Si mehuli (Kita dipanggil untuk membawa/menyampaikan kabar baik.

I. Pendahuluan
Salah satu tugas dan tanggung jawab kita sebagai pengikut Kristus adalah bersaksi dan menyampaikan kabar baik kepada dunia sekitar kita.Tugas dan tanggung jawab itu kita lakukan untuk mewujudkan rasa syukur atas penyertaan Allah bagi kehidupan kita.Dengan demikian orang yang mau dan mampu bersaksi menyampaikan kabar baik dari Tuhan adalah orang-orang selalu mampu mengucap syukur,karena kesaksian kita bukanlah keberhasilan yang di raih tapi dengan menunjukkan sikap dan perbuatan dalam kebenaran Allah dalam dunia ini.

Lebih lanjut: Khotbah Yesaya 61:1-4, 8-11, Minggu 14 Desember 2014 (Advent 3)

 

Page 3 of 46

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 56 guests online

Login Form