Khotbah Kolose 3:15-16, Minggu 18 Mei 2014

Renungan

Introitus :
Kalau ada seorang diantara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi! (Jakup 5 : 13)

Bacaan : Mazmur 31 : 2-6; 16-17; Khotbah : Kolose 3 : 15-16

Thema :
Ucapkan Syukur Dengan Pujian/Bernyanyi

Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus,bernyanyi/ puji-pujian bagi Tuhan adalah salah satu membangun iman, baik yang menyanyikan maupun orang yang mendengarkan nyanyian itu. Dan kini ada Gereja disaat ibadah lebih banyak puji-pujian yang dikumandangkan, bahkan pujian itu diulang-ulang. Sebab puji-pujian itu lebih banyak menggugah hati sehingga jemaat di bawa larut dalam suasana pujian itu akhirnya iman dibangkitkan, bahkan ada yang meneteskan air mata. Puji-pujian atau bernyanyi salah satu ucapan syukur kita pada Tuhan, dimana bagi setiap kita menyanyi kita rasakan bagaimana Tuhan menguatkan kita baik disaat suka apalagi disaat duka. Dan pujian itu disukai semua kelompok umut (tua, muda dan anak-anak kecil). Dan disetiap kita melaksanakan ibadah yang harus ada ialah pujian bagi Tuhan.

Lebih lanjut: Khotbah Kolose 3:15-16, Minggu 18 Mei 2014

 

Khotbah Mazmur 23:1-6, Minggu 11 Mei 2014

Renungan

Introitus :
“Tuhan, Allah mereka, akan menyelamatkan mereka pada hari itu, seperti kawanan domba umatNya itu, sungguh, mereka seperti permata-permata mahkota yang berkilap-kilap, de-
mikianlah mereka di tanah Tuhan (Zakharia 9 : 16).

Bacaan : 1 Petrus 2 : 19 – 25 (Tunggal); Khotbah : Mazmur 23 :1 – 6 ( Responsoria )

Thema : “ Gembala Yang Baik Dan Penuh Kasih “
(Permakan Si Melias Dingen Dem Kekelengen)

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus…
Hari ini adalah minggu setelah paskah dan juga disebut minggu Jubilate yang artinya: “ Bersorak-soraklah bagi Allah hai seluruh bumi”(Mazmur 66:1). Bersorak-sorak dan bersukacita dalam nama Tuhan Yesus karena kasih dan anugrahNya yang telah memenangkan serta menyelamatkan setiap orang yang percaya. Yesus Kristus telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa hidup untuk kebenaran. Oleh bilur bilurNya kita telah disembuhkan(1 Pet. 2:24-25). Hal ini adalah dasar sukacita yang patut kita syukuri yang oleh Dia sebagai Gembala yang baik dan penuh kasih bagi domba-dombanya.

Lebih lanjut: Khotbah Mazmur 23:1-6, Minggu 11 Mei 2014

 

Khotbah 1 Petrus 1:17-23, Minggu 4 Mei 2014

Renungan

Introitus :

Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya, karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya (Mzm 49:8,9)

Pembacaan : Yesaya 44:21-24 (Responsoria); Khotbah : 1 Petrus 1:17-23 (Tunggal)

Tema : “Hidupmu Berharga!”

Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, kalau kita lihat fenomena kehidupan sekarang, maraknya pembunuhan, pelecehan, penyiksaan terhadap sesama manusia, memberikan gambaran bagi kita bahwa nilai manusia itu sungguh tak berharga lagi. Banyak orang demi “tujuan/ambisi” pribadinya mau mengorbankan nilai “kemanusiaannya” sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang mulia. Dalam artikel “The Paradox of our time “ di tuliskan we multiplied our possession, but we reduce values” (kita melipatgandakan harta milik kita, tapi mengurangi nilai kita sebagai manusia)

Mungkin kita pernah menbaca atau mendengar istilah :”harimau saja tidak memangsa anaknya sendiri”, ini adalah kritikan pedas bagi manusia yang “memangsa” siapa saja. Homo homini lupus sungguh membuat nilai manusia itu tidak layak lagi di sebut sebagai “manusia”…tapi “bi…na…tang.”

Lebih lanjut: Khotbah 1 Petrus 1:17-23, Minggu 4 Mei 2014

 

Khotbah 1 Petrus 1:3-9, Minggu 27 April 2014

Renungan

Introitus :
Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya. (Yoh.20:31).

Pembacaan : Mazmur 16:1b-11; Khotbah : 1 Petrus 1:3-9

Tema : Iman Yang Menghidupkan.

Pendahuluan

(1) Dalam penanggalan liturgi gerejawi, hari ini Minggu Quasimodo Geniti, maknanya:

  • Quasimodo Geniti dalam bahasa Latin artinya sama seperti bayi-bayi yang baru lahir (1 Ptr 2:2).
  • Istilah ini menggambarkan bahwa pertumbuhan bayi yang baik, sehat dan selamat harus selalu ingin air susu ASI (Air Susu Ibu). Selalu ingin berarti bukan kadang-kadang ingin dan kadang-kadang tidak. Tanpa ASI tidak dapat bertumbuh sehat dan selamat. Dengan gambaran ini sang bayi tidak dapat berbuat apa-apa, tanpa dekat dengan si Ibu. Hanya dalam pelukan si ibu, maka sang bayi merasa tenang.
  • Kondisi ini diungkapkan permasmur dalam Mzm.62:2 “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku”.
  • Bayi-bayi yang baru lahir sangat mengandalkan orangtuanya. Tidak ada sedikitpun rasa kuatir tentang kasih sayang dan kemampuan orangtuanya untuk memeliharanya.
  • Jadi bagi bayi yang terpenting adalah orangtuanya, demikian tentunya bagi orang beriman yang terpenting Allah memelihara dan menyelamatkan walau apapun yang dialami.

(2) Tahun 2014 bagi GBKP adalah Tahun Peningkatan Kuantitas SDM yang berkualitas. Pertanyaan dan sekaligus indikator keberhasilan Tahun Peningkatan Kualitas SDM sesuai teks kita hari ini: Apakah ada keinginan untuk selalu ingin ASI. Menurut ilmu medis bukan tidak perlu susu-susu yang lain, namun kualitas susu murni ASI jauh lebih baik. Terlebih dalam proses pemberian dan penerimaan susu ada sentuhan kasih yang luar biasa, berupa pelukan, belaian, menimang, meninabobokan, mendoakan.

Lebih lanjut: Khotbah 1 Petrus 1:3-9, Minggu 27 April 2014

 

Khotbah Kisah Para Rasul 10:34-43, Minggu 20 April 2014 (Paskah)

Renungan

Introitus :

Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? (1 Korintus 15 : 55)

Bacaan : Mazmur118 : 1-2, 14 – 24 (Antiphonal); Khotbah : Kisah Para Rasul10 : 34-43

Thema : Sungguh Yesus telah Bangkit, Beritakanlah

 

Kata Pembuka

Paskah (ibrani) Pesakk = Lewat. Bagaimanaumat Israel di perintahkan menyembelih seekor anak domba, darahnya dibubuhkan di tiang dan ambang pintu rumah mereka jadi tanda, sehingga orang Israel dilewati, luput dari kematian anak sulung di Mesir.

Paskah dalam Perjanjian Lama adalah perbuatan Allah membebaskan umat Israel dari perbudakan bangsa Mesir (Kel 12-13).

Paskah dirayakan sebagai hari pelepasan Israel sangat penting dan menjadi dasar penyembahan mereka kepada Allah, yang harus di ajarkan turun-temurun dan dirayakan tiap tahunnya. (Ul 6: 1-12, Ul 16:1-8, Luk 2: 41-42).

Paskah dalam Perjanjian Baru

AdalahharikebangkitanYesusKristusdari Antara orang mati, membebaskan kita dari kuasa Dosa dan kuasa Maut.

Yesus Kristus menggenapi apa yang diajarkanNya. Anakmanusia itu harus menderita di bunuh, mati disalibkan dan padahari ketiga dibangkitkan serta hidup kekal (Mat 16:21; Mat 17: 22-23; Mat 20: 18-19).

Benar –benarterjadi, Yesus mati disalibkan demi penebusan dosa manusia, dikuburkan dan dibangkitkan Allah pada hari ketiga.

a) Kesaksian ketiga perempuan pergi kekubur Yesus, Pintu kubur terbuka, mereka bukan jumpa Yesus, tapi Malaikat Tuhan berkata: Jangantakut, jangan cari Yesus disini, Dia telah bangkit, seperti yang dikatakanNya (Mat 28:1-10).

b) Ia harus bangkit dari Antara orang mati dan menampakkan diriNya ( Yoh 20: 9 -20)

c) Mengapa kamu mencari Dia yang hidup diantara orang mati ? Ia tidak ada disini, Ia telah bangkit, ingatlah apa yang dikatakanNya ( Luk 24 : 5 – 7).

Lebih lanjut: Khotbah Kisah Para Rasul 10:34-43, Minggu 20 April 2014 (Paskah)

 

Page 3 of 40

 

 "SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 39 guests online

Login Form