Khotbah Ibrani 12:18-29, Minggu 15 Maret 2015

Renungan

Introitus :
Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia. (Mazmur 37:3)

Pembacaan : Bilangan 21:4-9 (Tunggal); Khotbah : Ibrani 12:18-29 (Responsoria)

Tema : Berharaplah kepada Tuhan.


Pendahuluan

  1.  Alur perenungan menurut J.Wesley Brill dilengkapi pemahaman William Barclay.
  2.  Surat Ibrani terutama ditulis kepada orang-orang Kristen Yahudi yang sedang mengalami penganiayaan dan keputusasaan.
  3.  Karenanya dalam Surat Ibrani ini sangat ditekankan betapa pentingnya iman sebagai dasar hidup setiap orang beriman. Iman itulah yang telah menyelamatkan banyak orang, baik di masa lampau maupun di masa yang akan datang. Karena itu kita harus tetap bertekun dalam iman.


Khotbah
Jemaat yang dikasihi Tuhan!
Bulan depan, tepatnya 18 April 2015 Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) genap 125 tahun. Sebagai Gereja atau sebagai ‘serayan’ tentu begitu banyak tantangan yang telah dihadapi, baik dari luar maupun dari dalam intern kita. Namun GBKP dapat bertahan dan bertumbuh hanya oleh anugerah dan penyertaan Tuhan melalui pelayanan dan motivasi serayan Tuhan. Karenanya relevan sekali kalau perikop kita minggu ini seputar yang sedang dialami orang-orang Kristen Yahudi yaitu penganiayaan dan keputusasaan. Dan tema kita merupakan solusi “berharaplah kepada Tuhan”. Introitus mengingatkan apa yang harus dilakukan kedepan? Tidak lain ORA ET LABORA. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia. (Mazmur 37:3). Gampang-gampang susah.

Lebih lanjut: Khotbah Ibrani 12:18-29, Minggu 15 Maret 2015

 

Khotbah Keluaran 20:1-17, Minggu 8 Maret 2015

Renungan

Invocatio :
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Timotius 3:16)

Bacaan : 1 Korintus 1:3-7 (Tunggal); Kotbah : Keluaran 20:1-17 (Responsoria)

Tema : Lakukanlah Perintah Allah


PENGANTAR
Sepuluh perintah Allah (Dekalog) disampaikan sebagai tanda kasihNya kepada umatNya. Karya kasih yaitu keselamatan yang diberikanNya mendahului pengajaran yang disampaikanNya kepada para umatNya. Untuk itu, mari kita mempelajari bagaimana kasih serta pengajaran yang disampaikanNya.

ISI
Kotbah : Keluaran 20:1-17
1. Ayat 1-2 Keselamatan Israel karena inisiatif Allah
“…..Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.” Pernyataan Allah ini memperlihatkan bahwa relasi antara Allah dan manusia adalah atas inisiatif Allah sendiri yang berkarya kasih untuk menyelamatkan Israel atas Mesir. Allah lebih kuat daripada Mesir. Setelah karya penyelamatan yang dilakukan oleh Allah, maka Dia menyatakan pengajaran untuk dilakukan oleh manusia.

2. Ayat 3-11 Kasih kepada Allah
“Jangan ada padamu allah lain dihadapanKu……” Bangsa Israel telah memperoleh anugerah keselamatan dari Allah, yang telah membebaskan mereka dari Mesir. Kemudian Allah menyatakan perintahNya yang harus dilakukan oleh setiap orang. Dalam ayat 3-11 ini, memperlihatkan pengajaran tentang hubungan manusia dengan Allah. Kasih kepada Allah menuntun manusia untuk tetap setia kepadaNya serta tidak menduakanNya. Karena Allah adalah Allah yang cemburu. Membuat allah lain sebagai tandingan Allah, misalnya patung, atau dalam bentuk lainnya adalah hal yang sangat tidak dikehendaki Allah. Bahkan untuk menyebut namaNya dengan sembarangan, juga dilarangNya.

Lebih lanjut: Khotbah Keluaran 20:1-17, Minggu 8 Maret 2015

 

Khotbah Markus 8:31-38, Minggu 1 Maret 2015

Renungan

Invocatio :
Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu (Kejadian 17:7)

Bacaan : Kejadian 17:1-7, 15-16; Khotbah : Markus 8:31-38

Thema :
PERCAYALAH ANUGRAHNYA (TEKLAH NANDANGI PERKUAH ATENA)

Jemaat yang dikasihi
Kita semua adalah orang-orang yang mengaku percaya kepada Kristus. Mengapa kita harus percaya kepada Kristus, apa yang menjadi alasan untuk kita percaya kepada-Nya? Seberapa baik kita mengenal Dia? Melalui perikop hari ini, ada dua hal mengapa kita harus percaya, yakni:

1. Kristus adalah Mesias utusan Allah
Pada ayat 31 dikatakan bahwa Yesus sedang mengajarkan kepada para murid bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli taurat lalu dibunuh dan bangkit sesudah hari yang ketiga. Hal ini bukan terjadi begitu saja (bukan pengajaran Yesus semata/ sesukan hatinya), melainkan hal ini telah dinubuatkan sejak lama, bahkan sebelumnya di dalam Perjanjian Lama juga telah dicantumakan bahwa ia dihina dan dihindari, bahkan dianiaya, dia tertikam, tetapi sesungguhnya penyakit kitalah yang ditanggungnya (bandingkan Yes. 53:1-12). Artinya bahwa Allah mengetahui seluruh kehidupan manusia, dan Ia mengutus Yesus Kristus kepada dunia yang telah rusak dan tercerai berai, dengan tujuan dipulihkan kembali. Oleh karena iitu, sebagai seorang yang telah mengaku ating , tidak ada hal yang membuat kita tidak percaya kepada Kristus yang adalah utusan Allah.

Lebih lanjut: Khotbah Markus 8:31-38, Minggu 1 Maret 2015

 

Khotbah Mazmur 25:1-10, Minggu 22 Februari 2015

Renungan

 Invocatio :
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28)

Bacaan : Markus 1:9-15 (tunggal); Khotbah : Mazmur 25:1-10 (responsoria)

Tema : "Berserulah Kepada Yesus"

Pendahuluan
Ada pendapat yang mengatakan " Kalau engkau dalam tekanan dan kesulitan, berteriaklah, berserulah maka sebahagian tekanan hidupmu akan lepas". Tapi adakah manfaatnya jika seruan itu tidak jelas disampaikan kepada siapa, bukankah seruan minta tolong itu memerlukan jawaban? Bukankah teriakan minta tolong itu kadang kala mendapat jawaban yang mengecewakan? Misalkan saja jika teriakan itu disampaikan kepada seseorang yang menurut perhitungan memiliki kemampuan untuk memberi pertolongan, namun jawabnya "Maaf aku tidak dapat membantumu sebab aku juga dalam kesulitan besar!" Berharap kepada manusia kadang mendapat jawaban namun kadang kala mengecewakan. Memang manusia sebagai makhluk sosial memerlukan sesamanya, terutama ketika menghadapi kesulitan hidup, tapi hal yang utama yang tidak boleh di lupakan yaitu Tuhan Yesus penolong yang utama. Firman Tuhan melalui Mazmur dan injil Markus pada hari minggu ini membahas tentang ketika mengalami kesulitan hidup, bagaimana berseru kepada Tuhan dan mengapa harus berseru kepada Tuhan.

Lebih lanjut: Khotbah Mazmur 25:1-10, Minggu 22 Februari 2015

 

Khotbah 2 Korintus 4:3-6, Minggu 15 Februari 2015

Renungan

Invocatio :
Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, dan kegelapan itu tidak menguasainya .
( Johanes 1: 5 )

Bacaan : II Raja – raja 2 : 12 ( tunggal ); Khotbah : II Korintus 4 : 3 – 6 ( tunggal)

Tema : Terang itu bersinar dalam kegelapan

Pendahuluan
Terang atau cahaya adalah sebuah lambang atau simbol yang sudah lama dipakai baik kesusastraan profan maupun dalam kesustraan keagamaan . Banyak agama kuno memuja api dan cahaya. Agama hindu yang tertua mengenal dewa asni yang tidak lain kecuali api ,orang mesir dahulu sujut menyembah sang surga,bangsa-bangsa israel pun tidak selalu terluput dari pemujaan cahaya/terang berupa kepada sang surga, orang Roma dengan Sal Invictus. Bangsa Israel tidak selalu terluput dari pemujaan cahaya atau terang berupa sang surga dan bintang-bintang lain ( bdk II Raja 21 : 3,5 ; Jeremia 8 : 2 ; Yeh 8 : 16 , dll). Filsafat Yunani Plato menggunakan cahaya sebagai sebagai lambang yang baik, asal-usul segala sesuatu yang baik. Maka tidak mengherankan sedikitpun bahwa simbol terang memainkan peranan cukup besar dalam alkitab baik dalam perjanjian lama maupun perjanjian baru .

Lebih lanjut: Khotbah 2 Korintus 4:3-6, Minggu 15 Februari 2015

 

Page 3 of 49

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 51 guests online

Login Form