Suplemen PJJ Tanggal 20-26 Agustus 2017, Ogen Daniel 6:4,10, 19-28

Renungan

“Gereja Si Maba Kejuah-juahen Nandangi Bangsa Ras Negara”
“Gereja Yang Membawa Berkat Kepada Bangsa dan Negara”
 
 
Kata Pengantar
Orang Kristen di Indonesia adalah wargaKerajaan Allah sepenuhnya dan warga Negara Indonesia seutuhnya. Kedua-duanya melekat di dalam diri orang Kristen dan kedua-duanya sama pentingnya. Kehidupan sebagai warga Kerajaan Allah tercermin dari kehidupan bernegara yang benar; cinta Indonesia, mengerjakan kesejahteraan bangsa, turut serta di dalam semua program pemerintah, memelihara persatuan dan kerukunan, tidak alergi terhadap politik. Politik adalah alat gereja untuk menyatakan kehadiran pemerintahan Allah. Gereja bukan pelaku politik praktis tapi politik moral. Peran gereja menolong warganya di dalam berpolitik, di dalam pemerintahan, di dalam lapangan disiplin ilmu, kepangkatan, dan aktivitas lainnya supaya setia menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah, meski menghadapi tantangan tidak mundur dari imannya kepada Yesus Kristus. Semakin bertumbuhnya rasa kewarganegaraan Kerajaan Allah semakin nyata peran orang Kristen pembawa berkat kemajuan bagi Indonesia.

Pembahasan Teks
Darius orang media-Persia raja di Babel (5:31) memerintah dan mengangkat 120 wakil raja (gubernur) untuk membawahi wilayah kekuasaannya dan dalam mempertanggungjawabkan pekerjaan mereka raja mengangkat tiga orang yang membawahi mereka (orang percayaan raja supaya raja jangan di rugikan sebab raja pada umumnya memiliki target keuntungan material yang besar )dan salah satunya adalah Daniel. Daniel disebut menjadi lebih luar biasa dari semuanya karenaRoh yang yang menyertainya luar biasa. Tapi 120 para wakil raja itu karena luar biasa Daniel mereka memusuhinya. Mereka mencari kesalahan Daniel tapi dari segala sisi Daniel tidak dapat dipersalahkan sebab ia tidak berbuat salah. Daniel bukan hanya ahli dalam bidang pengawasan tapi juga jujur, tegas dan berani serta penuh tanggung jawab, sebab ia takut akan Tuhan.

Di tengah-tengah bangsa yang tidak mengenal Allah Israel, bangsa yang keras, Daniel menjadi tawanan yang mendapat kepercayaan raja mengawasi 120 gubernurnya. Kesempatan itu di pergunakannya dengan baik, dan hal itu membuat ia luar biasa sehingga pada akhirnya Allah Israel di kenal, diakui, diagungkan dan di sembah bangsa Babel.

Akhirnya 120 gubernur itu bersepakat menjebak Daniel dalam hal ketaatan agamanya. Mereka meminta raja menetapkan peraturan yang dapat menjebak Daniel bersalah yaitu meminta raja mengesahkan peraturan selama 30 hari seluruh rakyat dan orang-orang yang tinggal di wilayah Babilon hanya boleh menyembah dan menyampaikan permohonannya hanya kepada raja dan bila ada yang melanggarnya maka mereka akan di hokum dibuang kedalam gua singa. Meski peraturan tersebut sudah di sahkan raja tapi Daniel tetap setia melakukan penyembahan kepada Allah tiga kali setiap hari di atas rumahnya dengan jendela terbuka mengarah (kiblat ) ke Yerusalem seperti seharusnya dilakukan orang Israel ketika berdoa.

Daniel dimusuhi karena iri hati 120 gubernur. Amsal 27:4 "Panas hati kejam dan murka melanda, tetapi siapa dapat tahan terhadap cemburu ?" kecumburuan atau iri hati membuat manusia dapat bertindak kejam dalam kemurkaannya. Bandingkan kisah Yusuf, oleh karena cemburu dan kebencian saudara-saudaranya yang mendalam sebab Yusuf anak yang paling di saying ayahnya Yakub (Kejadian 37:4). Kebencian saudara-saudaranya semakin bertambah sebab Yusuf menceritakan segala kejahatan saudara-saudaranya kepada ayahnya (Kej. 37:2), dan karena Yusuf menceritakan mimpinya. Kebencian oleh api cemburu membuat saudara satu ayahpun tidak berarti, mereka marah dan menjadi kejam dan jahat, inginmembunuh Yusuf. Tapiolehkarenabujukrayu Ruben akhirnya Yusuf hanya di jualsajakepadasaudagar yang lewat di tempat penggembalaan itu. "Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke Tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia" (Kis 7:9).

Bandingkan juga kebencian "orang-orang Yahudi" sehinggamereka menangkap dan membunuh Yesus sebab Yesus lebih popular dan lebih berkuasa. Mereka telah menghasut orang banyak supaya meminta kepada herodes untuk membebaskan barabas bagi mereka dan menyalibkan Yesus meskipun tidak ditemukan kesalahan pada diri Yesus.

Dalam pertimbangannya para gubernur itu memahami bahwa raja Darius adalah raja yang gila hormat dan dalam usia 62 tahun adalah waktu yang tepat mendapatkan kehormatan yang tinggi itu. Karena itu para gubernur itu menawarkan kehormatan yang tinggi menjadikan raja Darius menjadi dewa bagi bangsanya. Itulah yang membuat ia tergiur meloloskan peraturan yang diajukan gubernurnya yang licik itu. Hukuman dibuang ke gua singa atau mati dimakan burung pemakan bangkai adalah hukuman hina. Tapi Allah tetap menyertai Daniel dan membebaskannya dari kematian oleh mulut-mulut singa yang lapar itu.

Raja Darius tidak dapat menahan bahagianya sebab ia mendapati Daniel tetap selamat, karena itu oleh karena kejahatan para gubernurnya tersebut raja Darius memerintahkan supaya semua para gubernurnya bersama istri dan anak-anaknya di tangkap dan dibuang kedalam gua singa dan sebelum mereka sampai di dasar gua itu singa-singa lapar itu telah menerkamnya. Kepada seluruh bangsa Babel dan negri raja Darius menyampaikan suratnya supaya takut dan gentar kepada Allah Daniel, Allah yang hidup dan kekal selama-lamanya...., Allah yang melepaskan, menolong dan yang mengadakan tanda-tanda mujizat (bd. 6:25-27).

Sesudah peristiwa gua singa itu kepada Daniel diberi kedudukan yang tinggi dan ia memerintah di jaman kekuasaan raja Darius dan raja Kores di Persia itu.

Perenungan dan Aplikasi
Kalau kita membandingkan Daniel dengan gereja :
• Gereja ditempatkan Allah di dalam dunia sebagai kehadiran Kerajaan Allah (menggambarkan pemerintahan Allah), tidak terpengaruh situasi tetapi mempengaruhi situasi, di semua tempat tetap menyatakan jati dirinya. Daniel juga melakukan hal yang sama; di Israel atau di negeri Babel tempat pembuangannya ia tetap Daniel yang setia kepada Allah, hidupnya menarik, disukai raja Darius dan diberi kepercayaan tinggi di dalam pemerintahannya dan menyatakan syalom Kerajaan Allah.

• Gereja bukan bunglon, yang menyesuaikan diri ikut arus dunia. Karena itu di tengah-tengah kemerosotan moral, ketidakjujuran, korupsi, kesewenang-wenangan, kemiskinan dll gereja dapat menjadi obat membawa gerekan hidup baru. Samahalnya dengan yang di lakukan Daniel, meski tidak di sebutkan dengan jelas tetapi melalui sikapnya yang tegas dan bertanggung jawab, ia melaporkan gubernur yang tidak jujur dan membongkar segala kecurangannya untuk menegeakkan kebenaran.

• Gereja tidak mundur dari gerakan perlawanan anti Kristus. Samahalnya dengan yang di lakukan Daniel, meski dilarang menyembah dan meminta kepada allah lain selain hanya kepada raja Darius saja,tetapi Daniel tidak mundur dari kesetiaannya menyembah Allah dan tetap setia melakukan ibadah dengan tata cara peraturan penyembahan ; menyembah di kamar atas, tingkap-tingkap yang terbuka kearah Yerusalem, tiga kali sehari ia berlutut berdoa serta memuji Allah.

• Gereja sering sekali dipersalahkan meskipun tidak bersalah dan dengan segala cara anti Kristus mensiasatinya dan menghukumnya (gedung gereja disegel), demikian juga yang dialami Daniel, dipersalahkan meski tidak di dapati kesalahannya, segala cara di lakukan musuh-musuhnya untuk menjatuhkannya dan membunuhnya, tapi Daniel mencari keselamatan hanya pada kehendak Allah saja.

Orang percayasebagai gereja:
• Cara kerja dan rasa tanggung jawab yang tinggi dari orang percaya harus lebih baik dari anak-anak dunia. Itulah salah satu yang dapat membuktikan lainnya anak-anak yang takut akan Tuhan dengan anak-anak dunia.

• Kejujuran dan cara kerja yang benar tidak membuat segala sesuatunya akan berjalan mulus tapi ada resiko yang harus di tanggung dan tantangan yang harus di hadapi. Kejujuran dan cara kerja yang benar sering sekali menghalangi dan mengganggu cara kerja dan ketidakjujuran anak-anak dunia sehingga mereka merasa terganggu dan di rugikan, maka mereka mengadakan perlawanan.

• Perenungan bagi kita apabila di sekitar kita mengembangkan sikap kerja tanpa memperjuangkan nilai-nilai kebenaran, apakah kita tidak terganggu dan dapat tetap mempertahankan kejujuran dan nilai-nilai kebenaran?

• Apabila kita dilarang beribadah, bangunan gereja di segel, apakah kita akan tetap setia pada penyembahan kepada Allah seperti yang sudah di tata di dalam GBKP?
 
Pdt. Ekwin W. Ginting Manik
GBKP Runggun Cikarang
 

Suplemen PJJ Tanggal 13-19 Agustus 2017, Ogen Nehemia 4:11-15

Renungan

Thema : ”Jadi Mbisa”
“Menjadi Kuat-berkuasa”
 
 

Pendahuluan
Bangsa yang mengalami kekalahan dalam peperangan dan ditindas maka rakyatnya akan menjadi lemah dan tidak berdaya sehingga mereka tidak dapat memperbaiki situasinya. Diperlukan kebangkitan baru dapat terjadi apabila rasa nasionalis-cinta kepada bangsa tetap bergelora di dalam hati rakyatnya. Karena itu di dalam suatu perjuangan sangat diperlukan hadirnya tokoh nasionalis yang kepemimpinannya dapat diandalkan, kuat, berani, memiliki jiwa berkorban, cerdas, terampil, dapat dipercaya, dan memiliki visi masa depan yang jelas. Tidaklah mudah menemukan pemimpin seperti hal tersebut di atas, tetapi tidak mustahil hal tersebut lahir dari orang Kristen yang percaya sebab karena imannya telah menghadapi berbagai bentuk pergumulan sebagai pengujian dan melalui pengajaran gereja telah mendapat pendidikan tanggungjawab sebagai warga negara dan cinta bangsa.

Tafsiran dan Pembahasan teks
Tembok adalah simbol kokohnya berdiri suatu bangsa, pemerintahan yang berjaya dan aman, serta politik yang berkemenangan. Apabila tembok kota runtuh, pintu gerbangnya dibakar dan menjadi puing-puing berarti negara tersebut telah runtuh dan di taklukan. Karena itu ketika tembok Israel runtuh maka runtuhlah kebanggaan dan hilanglah kejayaan Israel. Secara politik mereka telah takluk kepada Persia yang menjajahnya. Keadaan tembok Israel yang telah menjadi puing-puing sangat mempengaruhi mental mereka menjadi lemah terlebih lagi ketika mereka diperbudak. Untuk dapat bangkit kembali Israel memerlukan seorang tokoh pemimpin yang dapat mengembalikan keyakinan dan semangat juang, membangkitkan rasa nasionalis berbangsa, dan semangat berkorban, berjuang membangun kembali Israel yang sudah menjadi puing-puing.
 
Nehemia sebagai tawanan di Persia, telah mendapat kepercayaan raja Artaserses melayaninya sebagai juru minuman. Sebagai seorang pelayan raja ia berhasil mendapat hati raja, sehingga ketika Nehemia menyampaikan keinginannya kembali ke Yerusalem dan memimpin bangsa Israel yang sudah kembali dari pembuangan membangun kembali tembok Israel yang telah runtuh, Nehemia mendapat izin raja serta mendukungnya (bd. 2:1-10). Nehemia bersama para imam, orang Lewi dan segenap bangsa Israel bekerja keras bersama-sama siang dan malam tiada hentinya membangun kembali tembok Israel yang telah menjadi puing-puing.
 
Pembangunan tersebut mendapat tantangan ditolak oleh Sanbalat gubernur Samaria, orang-orang Arab dipimpin oleh Gesyem, orang-orang Amon dipimpinoleh Tobia (2:19) dan orang-orang Asdot (salah satu suku orang Filistin). Mereka meremehkan, mengejek dan menghina pekerjaan pembangunan kembali tembok Israel, sebab mereka takut apabila pembangunan tembok berhasil maka Israel kembali menjadi kuat. Penghinaan itu adalah teror untuk menghancurkan semangat membangun Israel, sebab secara politik apabila Israel menjadi kuat akan menjadi ancaman bagi mereka. Pembangunan tembok bukan hanya sekedar pembangunan politik berdirinya kembali Israel yang berkuasa seperti sejarah Israel pada masa lalu tapi juga secara agama berdirinya tembok Israel berarti menjadi bukti Allah tetap berpihak kepada Israel dan tinggal di Yerusalem untuk membela Israel umat pilihanNya.
 
Kepemimpinan Nehemia berlandaskan kepada iman “takut akan Allah” dan dalam segala pergumulan yang di hadapinya ia selalu berdoa memohon penyertaan Allah membuatnya selalu kuat, berani dan berkuasa membimbing Israel. Ia sangat meyakini bahwa Allah sendiri yang akan berperang untuk Isrtael (bd 2:20). Menghadapi “teror” tentunya membuat Israel merasa terancam dan merasa takut tetapi bersama Allah dibawah kepemimpinan Nehemia tidak membuat Israel mundur. Bangsa-bangsa yang menentang berdirinya kembali tembok Israel tidak berhasil menghentikan pembangunan Israel dengan terornya, dan paralawan-lawan Israel tersebut bersepakat memerangi Israel dan membuat kekacauan. Menghadapi ancaman dari tekanan politik tersebut Israel bangkit sebagai bangsa yang siap berjuang mengangkat senjata menghadapi lawan-lawannya, berkorban demi negaranya. Dengan waspada mereka terus bekerja menyelesaikan pembangunan tembok itu dan terus berjaga-jaga. Nehemia mengatur pembagian tugas diantara Israel, sebahagian berjaga-jaga dan yang lain terus bekerja dengan mempersenjatai diri. Kesungguhan Israel membangun tembok itu di gambarkan dengan kalimat satu tangan memegang senjata dan tangan yang lain terus bekerja.
 
AplikasidanRenungan
• Sehubungan dengan peringatan kemerdekaan 72 tahun Indonesia merdeka, marilah kita membangun nilai-nilai nasionalis yang tinggi, semangat juang, kerelaan berkorban untuk membangun Indonesia. Menjadi perenungan bagi kita dalam mengukur kedalaman rasa nasionalis di dalam diri sebagai bagian Indonesia dalam menyambut HUT RI ke 72 “Apakah anda sudah mengibarkan bendera merah putih di depan rumah anda?”
• Jadilah tokoh-pemimpin yang dapat memberi motivasi bagi pembangunan nasional, seperti Nehemia yang mengorbankan zona nyamannya sebagai juru minuman raja, dengan mengandalkan Tuhan memimpin gerakan baru bagi bangsa Israel-membangun kembali tembok Israel yang telah menjadi puing-puing, menjadi ahli strategi pembangunan itu, pengamanannya dan tetap dapat di percaya dan diandalkan.
• Jadilah pemimpin yang berani, tidak takut dan tidak menjadi lemah karena teror dan ancaman.
• Jadilah pemimpin yang memiliki visi masadepan yang jelas dan sanggup menjabarkannya menjadi semangat pembangunan.
• Jadilah tokoh politik yang juga tokoh rohani sebab iman percaya kepada Allah dan selalu mengedepankan doa dan penyertaan Tuhan.
• Jadilah rakyat Indonesia yang peduli dan memiliki pendirian yang teguh; tidak mudah diombang-ambingkan kepentingan politik yang tidak bertanggung jawab, berani membela yang benar dan bertanggungjawab.
• Di semua tempat orang percaya berada; di lingkungan tempat tinggalnya, di kantor, di tempat ia membangun usaha, di pasar, di mol, di jalanan dll hendaknya orang percaya dapat membawa perubahan-pembaruan yang positif.

Pdt. Ekwin W. Ginting Manik
GBKP Rg. Cikarang
 

Suplemen PJJ tanggal 06-12 Agustus 2017, Ogen Lukas 4:16-19

Renungan

Thema:
”Gereja Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Jemaat”
“Gereja Simaba Kejuah-juahen Nandangi Perpulungen”
 

Pendahuluan
Orang percaya (Gereja) hendaknya menyadari keberadaannya di tengah-tengah dunia yang terus bertumbuh dan bergerak kepada perubahan dan pergeseran nilai-nilai moral. Pertumbuhan industry, pertumbuhan politik, dll sebanding dengan kemerosotan etika dan kesehatan. Ada orang yang mengalami peningkatan hidup secara social, ekonomi dan politik dengan luar biasa tetapi ada banyak orang yang juga menjadi korban dari segala pertumbuhan tersebut. Manusia semakin egois di tengah-tengah orang-orang yang membutuhkan perhatian dan pertolongan. Untuk itulah gereja di utus Allah kedalam dunia, gereja tidak boleh egois hanya untuk dirinya sendiri saja. Gereja harus mendengar, memperhatikan dan berbuat untuk membebaskan dan memerdekakan.

Tafsiran dan Pembahasan teks
Yesus melayani di Nasaret di rumah ibadat (Synagoge) setelah Yesus dibaptis (3:21-38) dan menjalani pencobaan dari si iblis di padang gurun (4:1-13). Semenjak peristiwa itu Yesus memulai pelayananNya dan pelayanan Yesus diberitakan sebagai pelayanan yang penuh kuasa sebab Roh Tuhan ada padaNya. ROH TUHAN ADA PADAKU adalah tema penting dari seluruh pelayanan Yesus. Roh Tuhan ada padaKu berarti Yesus adalah sungguh-sungguh Anak Allah yang kepadaNya Allah berkenan- Allah memilihNya – yang diurapi Allah. Pelayanan yang berkuasa di awali dari perkenanan atau pilihann Allah dan kepada orang yang dipilih tersebut Allah member kuasa untuk menyatakan kehadiran Kerajaan Allah bagi dunia yaitu dengan menyampaikan kabar baik; membebaskan orang miskin, memberitakan-mengerjakan pembebasan kepada orang yang tertawan dan penyembuhan orang buta, membebaskan orang-orang yang tertindas dan untuk menyampaikan berita tahun rahmat Tuhan sudah dating dan sedang bekerja bagi dunia.
 
Sebelum peristiwa tersebut Yesus sudah biasa di hari sabat beribadah di rumah ibadah tersebut dan dipercayakan untuk membacakan Alkitab. Di hari sabat tersebut kepada Yesus juga diberi kesempatan untuk membacakan Alkitab bagi jemaat. Firman Tuhan untuk dibacakan pada setiap hari sabat sudah di tetapkan dan pada saat itu kepada Yesus diberikan kitab nabi Yesaya 61:1-3. Apa yang dibacakan Yesus menjadi perhatian para rabi yang sekampung dengan Yesus di Nazaret itu dan sesudah pembacaan itu Yesus berkata : “Pada hari ini genaplah nast ini sewaktu kamu mendengarnya” (ay. 21). Baru ssjaperistiwaapa yang dibacakan Yesus tersebut dialami Yesus ketika Ia di urapi, tentunya orang banyak menghubungkan apa yang dibacakan Yesus dengan apa yang baru dialami Yesus dan hal penggenapan nubuatan Yesaya di dalam diri Yesus adalah hal yang mustahil bagi mereka sebab mereka mengenal Yesus sebagai anak Yusuf situkang kayu. Mereka marah, lalu menghalau Yesus keluar kota keatas sebuah tebing untuk melemparkanNya dari tebing itu. Tapi Yesus berlalu dari tengah-tengah mereka.
 
Penyertaan Roh kudus tidak berarti menggeser segala rintangan dari pelayanan yang dilakukan Yesus. Tetapi kuasa yang menyertai Yesus sangat nyata menjadikan Yesus berkuasa menyatakan kebenaran, tidak takut menghadapi penolakan bahkan rencana pembunuhan bagi diriNya. Penyertaan Roh kudus menyelamatkan Yesus lepas dari rencana pembunuhan yang dialamiNya.
 
Hal lain yang mengudang kemarahan orang banyak adalah penjelasan Firman yang disampaikan Yesus tentang pembebasan bagi orang-orang yang menderita, miskin dan sakit dll, adalah pembebasan dan perhatian Allah keluar dari orang-orang Yahudi bahkan “seakan-akan” Allah meninggalkan orang-orang Yahudi. (bd. Elia di utus kepada janda di Sarfat bukan janda orang Israel dan di zaman nabi Elisa banyak orang sakit kusta di Israel tetapi tidak satupun di tahirkan tetapi Naaman orang Siria ditahirkan –ay. 25-27). Pemahaman orang-orang Yahudi merekalah umat pilihan yang berkenan bagi Kerajaan Allah dan orang-orang kafir kelak akan menjadi kayu api bagi neraka. Karena itu mustahil bagi orang-orang Yahudi mencurahkan perhatiannya, peduli dan memberi bantuan kepada orang-orang yang bukan Yahudi. Orang-orang yang sakit menurut pemahaman Yahudi adalah orang-orang berdosa, orang yang ditolak Allah, pembawa celaka yang pantas menerimahukuman penderitaan yang berat.
 
Aplikasi dan Renungan
• Allah mengutus orang percaya (gereja) kedalam dunia dan memperlengkapinya dengan Roh Kudus, supaya gereja memiliki kuasa untuk menyatakan tanda-tanda Kerajaan Allah.

• Dipilih Allah bukan berarti di tarik dari dunia tapi seperti Yesus diutus kedalam dunia untuk menjadi garam dan terang dunia. Orang percaya tidak boleh berguna bagi dirinya sendiri. Garam tidak boleh terus menerus ada di dalam tempat garam, misalkan garam akan berarti bila dipergunakan untuk memberi rasa asin bagi makanan dan mengawetkan ikan menjadi ikan asin. Terang tidak boleh tetap di dalam kumpulan terang, ia harus masuk kedalam kegelapan untuk meneranginya.

• Tugas pengutusan orang percaya (gereja) supaya warga gereja berfungsi sebagai kawan sekerja Allah dan ikut serta (meneladani Yesus) dalam segala tindakan Allah supaya segala sesuatu dapat memperoleh “kemerdekaannya”.

• Membebaskan orang yang miskin secara jasmani dan rohani. Membebaskan orang orang yang tertawan dan tertindas oleh rupa rupa penyesatan dan penderitaan atau kesulitan hidup atau penyakit atau penyakit social atau tekanan politik dll. Menyembuhkan orang yang buta jasmani dan buta rohaninya, yang tidak melihat kemuliaan Tuhan, yang tidak mempunyai pengharapan dan melihat gelap hari depan.

• Setiap orang percaya pada disiplin ilmu yang dimilikinya, pekerjaan atau usaha yang digelutinya dan pada jabatan tertentu yang ditanggungjawabinya mereka harus menjadi utusan Allah menjadi penyembuh dan pembebas mengerjakan damai sejahtera Allah.
 
Pdt. Ekwin W. Ginting Manik
GBKP Runggun Cikarang
 

Suplemen PJJ tanggal 09-15 Juli 2017, Ogen Jakub 4:13-17

Renungan

BENAKEN IBAS GELAR TUHAN

 

Kata Perlebe
Ibas kitab Kuan-kuanen 16:1 Manusia ersura-sura, tapi Dibata kap si erbahan keputusenna. Bage pe ibas ay.:9 Manusia banci ersura-sura, tapi Dibata si netapken perdalanen geluhna. Tole pe ikataken ibas Kuan-kuanen 19:21 Manusia banci ersura-sura, tapi peraten TUHAN nge jadi.
Ijenda penulis kitab Kuan-kuanen encidahken kerna “kemutlaken” kuasa Tuhan , kai pe si lakoken manusia ujungna Dibata nge si netapkenca. Erkiteken sie la banci lang maka kai pe si lakoken harus ersukuten/erpengendes man Tuhan. Sue ras tema PJJ nta Minggu enda “Benaken Ibas Gelar Tuhan”, si ngingetken kita kerna keterbatasenta, ras kemutlaken Kuasa Tuhan alu bage kai pe si lakoken harus ibenaken ibas gelar Tuhan.

Niksiki Kata Dibata
Ay. 13-14,16 Meganjang Ukur
Salah sada sikap si encidahken “kelamehamaten” man Tuhan eme “meganjang ukur/sombong”, kalak si meganjang rukur beluh akapna bana, erkiteken sie banci akapna ia nggeluh si sada sue ras gegeh ras kepentarenana. Biasa kalak si “meganjang rukur “ labo perlu akapna ertoto ras mindo penampat ras pendapat kalak si deban. Kalak si Meganjang rukur, baik keberhasilen entah kegaggalen labo maba kiniulin man bana. Keberhasilen kalak si “meganjang rukur” erbahan ia ersombongna piah akapna kerina kalak e kai pe la ergana, si ipujina eme dirina ras kehebatenna si erbahanca ia erdauhna ras Dibata. Kegagalen kalak sombong tuhu-tuhu banci menghancurken geluhna, sebab kalak si mpeganjangken bana, erganjangna akapna bana adi kune ndabuh la banci lang “per-per (hancur)” naring. Emaka labo jarang siidah kalak si ndube jaya ibas geluhna si iisi alu kesombongen kune lanai bagi si nai jorena geluhna, lanai pang ku jelma si enterem.

Jakup mpersingeti kerina manusia si nggeluh merap marpar si kesilang ibas doni enda, gelah ula lit “meganjang rukur”. Kata “kesilang” ipake Jakup ibas suratna enda ningetken (menyadarken) kerna situasinta, maka kai pe labo lit si man “sombongenken” kalak kesilang situhuna “banci pe nggeluh enggo bujur” sebab kita nggeluh ibas “kegeluhen” kalak si deban nari.

Meganjang rukur (sombong) eme sada sikap si la ngena ate Dibata, emaka pengajaren-pengajaren Jesus bage pe rasul-rasul melala kel ngerana kerna “meteruk ukur “ sebab kiniteruken ukur e ngenca si banci njadiken geluhta “ndatken kemalemen ate bage pe banci maba kemalemen ate”. Ikataken Ibas Matius 23:12 Ise si peganjangken bana, ipeteruk Dibata me, janah ise si peteruk bana, ipeganjangken Dibata me Ia." Ayat enda encidahken maka tuhu-tuhu sitik pe la ngena ate Dibata kalak si meganjang rukur. Kalak si meganjang rukur nambahi baban geluh ngenca, sebab kitiksa takalta enda guna ngukurken kai jadi wari si pagi, Jakup ngataken kita enda desken “remang” kentisik ngenca lit, jenari bene.
 
Ay. 15. Pengendesen Geluh Man Tuhan
Kalak si erpengendes man Tuhan, eme kalak si ngakui “keterbatasenna”, erkiteken sie metedeh kel atena ertoto (melibatken Tuhan) ibas kai si ilakokenna. Kalak si erpengendes man Tuhan eme gambaren kalak si meteruk ukur si nggit erlajar ibas kerina dampar geluh enda.
 
Kalak si erpengendes man Tuhan eme kalak si Menaken kai pe Ibas Gelar Tuhan man kalak se bage “kegagalen ras keberhasilen” banci maba kiniulin ibas geluhna (Rm 8:28). Adi enggo kita ngendesken dahin e man Tuhan. Adi enggo kita ertoto man Tuhan ibas pertotonta e enggo si bahan kesimpulennna “Adi Ibere Tuhan”, maka bicara gagal total pe si dahiken kita e la erbahan kita ndabuh ras kecewa, sebab enggo sieteh lit ije Dibata si erdahin. Janah erpalasken kinitekenta “dahin” Dibata labo pernah meneken manusia, emaka bicara gagal pe dahinta e tetap lit pengarapen si terulin si enggo isikapken Dibata. Janha sisi si deban adi kune “sukses” pe dahin si dahiken kita e la ka erbahanca kita sombong, tapi justru erbahan kita ermeriah ukur (bersyukur) sebab si gejapken kerina e labo ban gegehta, ras peranta tapi semata-mata erkiteken “pasu-pasu” Tuhan, mabai bana maka keberhasilenta e tuhu-tuhu maba pasu-pasu ka man kegeluhen i doni enda.

Kembali ka ipersingeti man banta maka kalak si meteruk ukur si mengandalken Tuhan bagi si ituriken ibas Matius 23:12 Ise si peganjangken bana, ipeteruk Dibata me, janah ise si peteruk bana, ipeganjangken Dibata me Ia.Emaka mari sipeteruk ukurta, kai pe si lakoken kita “benakenlah Ibas Gelar Tuhan” tole pe ikataken ibas Matius 5:5 Ketuahen kalak si meteruk ukurna; sabap isehken Dibata me padanNa man bana.
 
Ay. 17. Erdosa Kalak Si Meteh Tapi La Ndalankensa
Teologia si terkenal ibas kitab Jakup enda eme “kiniteken harus teridah ibas perbahanen (” bdk 2:17), bage me pe tole ka itekanken ibas bahan PJJnta enda, maka erdosa kalak si meteh si mehuli ras si meteh kai si patut idalankenna. Kiniteken Kristen la cukup “meteh” (mbue menghafal) ayat Alkitab, erbuena si eteh (sihafal) ayat Alkitab adi la si dalanken maka erbuena me dosanta (erpalasken atyat enda), janah sie labo maba ketuahen (kesangapen), sebab kalak si ketuahen ras sangap eme si megiken ras ndalanken kata Dibata (bdk. Wahyu 1:3 Ketuahen kalak si ngogeken Kitap enda. Ketuahen kalak si megiken kata nubuat dingen ngikutken kai si tersurat i bas Kitap enda! Sabap enggo ndeher paksana jadi me kerina si tersurat enda; Wahyu 22:7 "Nehenlah!" nina Yesus, "Minter Aku reh! Ketuahen kalak si ngikutken Kata nubuat si tersurat i bas Kitap enda!")
 
Jadi Jakup mereken penekanen maka labo cukup kita rusur pulung dingen megiken kata Dibata saja tapi pe harus erpala-pala kita guna ndalankenca ibas kegeluhenta. Jadi kalak Kristen la banci setengah-setengah tapi harus totalitas, enggo terlanjur kita erlajar kerna si mehuli emaka praktekenlah (dalankenlah) bas geluhta adi lang enggo mberat. Adi min la sieteh sama sekali kerna kiniulin e labo min ndai ituntut kita ngelakokenca, tapi enggo si eteh emaka marilah si dalanken.
 
Ponter Aplikasi
1. Erbahan perncanan ibas geluh enda Tuhu-tuhu penting, sebab adi kita nggeluh la erperencanaan seri ras erdalan itengah laut tanpa kompas ras mercusuar. Ibas dunia managemen enda nina POAC (Plaining, organizing, Actualiting and Controling) gelah beluhta enda pe banci lebih tertata alu mehuli.

2. Baik ibas netapken Perencanaan bagepe ibas menaken kai si irencanaken kita e “Benakenlah Ibas Gelar Tuhan” , gelah Dibata si mpedauh kerina alang abad, janah adi lit hambaten ras tantangen pe ibere Tuhan pemeteh ras gegeh ibas ndungisa.

3. Dahin si ibenaken ibas gelar Tuhan, secara otomatis (mabai bana) lebih tutus ras ertanggung jawab kita ndahikenca. Sebab ibas kita menaken dahin ibas gelar Tuhan lit ije kontak (conect) antara spiritta (roh, jiwa ras semangatta ) ras Spirit of God (Gegeh Kesah Sibadia/Holly Spirit), mabai bana lebih tutusna ateta erdahin, lebih gegehta ibas ndahikenca, isempurnaken alu pengajari ras penegu-negu Gegeh Kuasa Kesah Sibadia seh maka kai pe hasilna pasti maba “kepuasen man banta bage pe man Tuhan”.
 
Pdt. Saul Ginting
GBKP Rg. Bekasi
 

Suplemen PJJ tanggal 02-08 Juli 2017, Ogen Mazmur 78:1-8

Renungan

SIAJAR-AJAREN RADU PENTAR

 

Kata Penaruh
Pentar tentu jadi sura-sura kerina jelma, lalit jelma si ersura-sura jadi kalak bodoh, tapi sura-sura saja tentu la cukup syaratna jadi pentar, butuh perjuangen, butuh guru si ngajari. Megati sura-sura jadi pentar la idukung alu perjuangen si mbelin, emaka la ka kerina kita jadi kalak pentar. Kejarlah ilmu sampai ke negeri china, si encidahken uga pentingan dingen hagana pemeteh (kepentaren). Kalak karo nggit ndayaken kai pe gelah banci anakna sekolah meganjang. Kalak bodoh jadi suruh-suruhen kalak pentar, erkiteken si ekrina jelma ersura-sura jadi pentar.

Ibas zaman enggo tuhu melala kel kalak si meganjang pemetehna,adi gelar akademi kerina enggo melala S-1 seh ku Profesor, ras ulih pemeteh e pe tuhu-tuhu luar biasa, kai si terjadi ibas sada daerah hitungen detik mis ka seh ku belang-belang doni enda, berngi i jakarta, sarapan pagi i Medan, ridi i Singapor, man ciger enggo ka seh i Jepang, man berngi enggo ka i Jakarta..... doni enda enggo tuhu-tuhu tempa “kitik” kel. Si jadi penungkunen, enggo nge ermalemna ateta ibas kegeluhenta erkiteken enggo mbue kalak si pentar ? entah enggo ka erbuena kebiaren ras perbebebnta ? Siidah maka ermajuna tekhnologi erbahan enggo mabai bana manusia e pe nggeluh mengindividu, proses sekularisasi ercepatna, erbahan tingkat konsumerisme erkelekna mabai bana intoleransi pe erkapalna.

Kepentaren si uga kin si arapken manusia ? seri kin si iarapken manusia , seri kin ras kepentaren si iarapken Tuhan ? Mbue pemeteh langa tentu ikataken kalak pentar, sebab kalak pentar adi ipakekenna kepentarenna erbahan tindaken si “merugiken” e pe termasuk kalak motu/bodoh. Misalna kalak si beluh erbahan bom, senjata rakiten, mengolpos minumen keras guna ncelakai kalak (dirina) e pe termasuk kalak motu.

Jadi uga maka banci kita jadi kalak pentar ? sada ngenca kuncina eme “erkemlangen man Tuhan Mazmur 111:10; Amsal 1:7), uga maka banci erkemalangen man Tuhan ? la banci lang kita harus si jar-ajaren. Amsal 27:17 “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya// Desken waja petelap waja, bage pe manusia erlajar sapih-sapih ia”.

Pendalamen Nats
Ay.1-6 Erlajar Arah Peristiwa Si Jadi
Masmur enda ningetken bangsa Israel gelah banci nalangi “pinggel” guna megiken pengajaren, si nuriken engkai maka bangsa Israel mbue ngenanami kiniseran. Ende-enden enda mpersingeti bangsa Israel gelah banci erlajar arah “kegagalen rohani” nini-ninina, si megati la setia ras taat man Tuhan. Enda me siikataken ijenda sada “kuan-kuan (amsal) dingen perumpamaan (teka-teki) ibas zaman purba kala. Kiniseran sini alami bangsana e erkiteken ke la patuhenna man Tuhan, amin bage gia Tuhan tetap nge mehuli mpekena-kena bangsa e. Mazmur enda la nutup-nutupi kelemahen bangsana. Kecenderungen manusia pada umunma la kel merhat aib/kegagalen” masa lalu iungkit-ungkit. Masa suram e adi banci min ibuniken alu rapih, bahken adi banci iubah min sejarah kegeluhen e gelah tuthu-tuhu iidah sempurna.
Tapi pemasmur ijenda tuhu-tuhu mbukaken “kegagalen rohani” jadi sada materi “pelajaren nggeluh” gelah kegagalen-kegagalen si pernah inanami nini-nini leluhurna ulanai min inanami bangsa si nggeluh ibas zaman enda.

Soekarno presiden RI pernah ngataken :”Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Sejarah” , ertina ijenda labo saja soal “ketokohen, jasa ras perngorbanen para pahlawan e”, tapi ibas sejarah e banci kita erlajar baik arah “kegagalen ras keberhasilen” terlebih si idah ije peran serta Dibata si erdahin. Bage ka me pe pemasmur enda, ibas ia nuriken “sejarah” kegeluhen bangsa Isarel banci idat mbue pelajaren nggeluh, gelah banci lebih pintar ras bijaksana ndalani kegeluhen ibas zaman enda ras paksa si reh.

Orang-orang tua kerina harus jadi narasumber man kerina generasi ku generasi, gelah setiap generasi banci ngidah uga belinna peran Dibata erdahin. Khususna ibas bangsa Israel si tuhu-tuhu nggejapken langsung perbahanen Dibata si mada kuasa e, si enggo erbahan tanda-tanda sengget (mujizat) mulai ibas mulahi bangsa enda i Mesir nari bage pe gedang-gedang perdalanen menuju taneh Kanaan, mbue kel ije tanda-tanda kuasa si icidahken Dibata man bangsa e. Aminna pe maun-maun bangsa e la setia tapi Dibata tetap setia, aminna pe iijinken Dibata bangsana ngenanmi kiniseran tapi tetap nge labo itadingkenNa.

Pengalamen rohani enda la banci lang harus ituriken generasi ku generasi gelah kerina generasi mehamat man Tuhan, dingen banci nggeluh alu pentar ndalanken si ngena ate Tuhan.
Roma 10:13-15 “ Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

Ay.7. Kiniteken Man Tuhan
Pengajaren kerna perbahanen Dibata si mbelin tentuna e mpeturah kiniteken man Tuhan. Kiniteken e jadi palas kalak “rukur, ngerana rasngelakoken tindaken” . Kalak pentar tapi erpalasken initeken si la “payo” kepentarenna e pasti ipakekenna guna erbahan tidaken si “bodoh” merusak, merugiken. Emaka penting kel nuanken kiniteken man kerina generasi.

Bage me pemasmur enda pe ningetken pentingan pengajaren, gelah kalak si megiken ajar e banci ngelakoken tindaken si “pentar” maba kiniulin ras keuntungen. Ngajarken kiniteken man anak ndauh lebih penting asangken ngajarken mbue pemeteh, sebab pemeteh la erpalasken kiniteken man Tuhan labo maba kiniulin tapi mamab musibah, labo maba ketenangen tapi kebiaren. Kebiaren e labo saja erkiteken ulih kejahatenna, tapi si terngerin eme kerehen hukumen Tuhan, erkiteken ulih kejahaten e sendiri.

Jadi bage me pemasmur enda ninget ken man setiap generasi gelah ngajarken perbahanen Dibata, gelah generasi si langa tubuh pe denggo banci natkrnca. Menarik adi ibas pustaka si badia rusur ikataken “Dibata si isembah Abraham, Isak ras Jakub,ertina Dibata si isembah 3 generasi enda ka me pe jadi acuanta, maka di bata si sembah kita e eka Dibata si sembah anak-anakta ras kempu-kemputa, bage pe seterusna pagi kemputa seh ka ku kempuna tetap Dibata si siembah kita e ka siisembahna.

Ay. 8. La Ngulihi Kesalahen Si Pernah Ilakoken Generasi Si Enggo Lepas
Yehezkiel 18:2 nina, "Engkai maka kuan-kuan enda lalap ibelasken i negeri Israel? 'Orang tua man buah anggur si macem nanamna, tapi anak-anak kap si ngilu ipenna.'
Kegeluhen si nanami kita gundari eme warisen ibas nini-nini si arah lebenta, tentu kegeluhen si arah pudinta pagi si warisken ka man kalak si nggeluh arah pudinta. Emaka la banci lang kita harus metenget dingen pentar ibas makeken kegeluhen si gundari, kuna la kita metenget dingen pentar maka kuan-kuan bagi si ikataken ibas Yehezkiel ndai lalap pagi ibelasken.
Lit marenda kuan-kuan arah kuta-kuta ah, ija ibas juma kalak e melala turah durin, sementara ibas jumana sada batang durin pe lalit, emaka sungkunna bapana, engkai maka juma kalak melala durin pa tapi jumata enda sada pe lalit batang durin, emaka reh nina bapana, ekap ban rangapna bulangta mbarenda, adi man durin ia bendutna ras bijina e, emaka sada pe laturah bas jumata enda. Emaka nungkin ka nakna ndai kam gia pa engkai maka la suandu durin bas jumata enda ? ma kam pe seri ka nge ras bulang mbarenda ?
Pemazmur pe mpersingeti bangsa enda gelah ula ngulihi kesalahen si pernah ilakoken nini-ninina si enggo lepas. Kesalahen si ilakoken nini-ninina e labo saja ia si negnanamisa tapi pe berimbas ku generasi si arah pudina.
Keledai me ikataken binatang si bodohna, tapi ia pe labo pernah ndabuh ku lubang si seri, jadi ikataken kalak si pentar eme la ngulihi kesalahen si pernah ilakokenna ras si ilakoken kalak.
 
Aplikasi
1. Eralajar segedang nggeluh gelah kita jadi kalak pentar
2. Turkenlah kai si eteh kita, gelah kalak pe banci jadi pentar , buka lah pusuh nangdangi informasi (pelajaren) si bereken kalak man banta (siajar-ajaren gelah radu pentar), sebab ibas kegeluhen enda bagi jendela johari, lit 4 ruangna (1. Aku dan kamu sama-sama tahu, 2. Saya tahu, kamu tidak tahu, 3. Saya tidak tahu kamu tahu 4. Saya dan kamu sama-sama tidak tahu)
3. Erlajar labo saja ngisi IQ tapi pe SQ ras EQ
4. Erlajar nilahken kesalahen si pernah lit idoni enda gelah kita la maba “kehancuren” man dirinta ras man kalak si deban.
 
Pdt. Saul Ginting
GBKP Rg. Bekasi
 

Page 1 of 26

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 237 guests online