Khotbah Mazmur 19:8-15, Minggu 30 September 2012

Renungan

Introitus:
“Firmanmu itu pelita bagi kakiku, dan terang bagi jalanku” (Mmasmur 119 : 105)

Bacaan: Markus 9 : 38 – 50; Khotbah: Masmur 19 : 8 - 15

Tema:
“Undang-undang Tuhan jadi sumber hidup dan pengertian”

 

Pendahuluan
Seorang istri, yang berumah tangga dengan suami yang ia tidak dicintai, merasa sangat tertekan dan terbeban atas tugas-tugas rutinnya diru-mah setiap hari. Ia sangat tertekan sekali karena suami membuat daftar apa yang ia harus kerjakan mulai dari bangun pagi sampai malam. Pada suatu hari sang suami terkena serangan jantung dan me-ninggal. Beberapa bulan kemulian ia kembali berumah tangga dengan orang yang ia cintai. Ia sangat bahagia, setiap hari bangun pagi ia melakukan tugas rumah tangga. Suatu saat ketika membongkar laci lemarinya, ia melihat daftar tugas atau pekerjaan rumah yang dibuat suami pertamanya, iseng-iseng dia membacanya satu-persatu. Ia memban-dingkan apa yang ia baca dan yang ia lakukan ketika bersama suami-nya yang pertama persis sama dengan apa yang dia lakukan sekarang bersama suaminya yang kedua. Namun mengapa dulu ia mesara tertekan/terbeban melakukannya, sedang sekarang ia begitu bahagia??? Karena cinta alias Kasih. Firman Tuhan atau undang-undang Tuhan sangat menyenangkan jika kita melakukannya atas dorongan kasih dan cinta kita kepadaNya.
  

Pokok-Pokok Khotbah

  1. Daud berbicara tentang hukum Taurat, hal ini bukan berarti sea-kan-akan bagian-bagian lain dari Kitab Suci dikeluarkan, tetapi sebaliknya, karena seluruh Kitab Suci tidak lain dari pada suatu exposisi dari hukum Taurat, di bawahnya sebagai kepala dime-ngerti seluruh tubuh. Karena itu, Daud, ketika memuji hukum Taurat, mencakup seluruh sisa dari tulisan-tulisan yang diilhamkan.
  2. Pujangga-teolog Inggris, C. S. Lewis mengomentari mazmur ini sebagai puisi terindah dari semua mazmur dan tulisan terpenting dalam dunia. Mengapa? Mazmur ini menggabungkan kemuliaan Allah dalam keindahan alam (ayat 1-6) dan kesempurnaan Allah dalam firman-Nya (ayat 7-14).
  3. Bagian Pertama boleh kita sebut penyataan umum; segenap alam menceritakan kemuliaan Allah, alam semesta bekerja dalam kebisuannya dan perkataan mereka sampai keujung bumi. Renungan:Masihkah kita dapat melihat bahwa alam menceritakan kemulian Allah?
  4.  Bagian kedua adalah penyataan khusus Allah yaitu firman-Nya (8-11). Melaluinya Allah menjalin hubungan dengan manusia secara langsung dan menyentuh keberadaan manusia hingga ke pusat kehendaknya yaitu mulai dari akal budi, hati, hingga jiwa. Sentuhan yang dilakukan oleh firman-Nya adalah sentuhan secara pribadi dan bekerja di dalam diri manusia. Renungan: Sejauh manakah Firman itu menyentuh hati, ataukah hanya menyentuh telingan[1]
  5. Pemazmur menyaksikan bahwa Taurat itu sempurna, menyenangkan jiwa, memberikan khikmat, tepat, menyucikan hati, lebih indah dari pada emas, lebih manis dari pada madu. Taurat itu bukanlah aturan yang menekan kita sehingga kita merasa terbeban, kita mesara terjajah olehnya. Firman adalah ajaran yang membahagiakan, sehingga ada kerinduan untuk tetap hidup dalam Firman itu.[2] Renungan: Kini banyak orang yang percaya merasa terbeban oleh Firman-Nya, oleh aturan-aturan gerejawi, kegiatan-kegiatan gerejawi.
  6. Ketika Taurat atau Firman itu menjadi sukacita dan mnyentuh hati maka akan berdampak atau membuahkan hasil :
    • menjadi manusia yang tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi di sekitarnya.
    • Apa pun yang terjadi jiwanya tetap segar dan hatinya tetap bersuka. Kesegaran dan kesukaan itu akan memancar keluar dari matanya sehingga orang lain dapat menyaksikannya.[3] 
Penutup:
Betapa indah, sempurna, teguh, tepat, murni, benar dan lebih bernilainya firman Allah dari segala kemuliaan harta dunia, Karena itu jangan biarkan firman itu diam dalam kebisuan karena keengganan kita untuk berintereaksi dengannya. Keindahan dan kekuatannya akan bekerja dalam diri kita jika kita mau menyediakan waktu secara khusus untuk berintereaksi dengannya.
Mari senantiasa kita menpersiapkan hati kita untuk mendengarkan FirmanNya. “Kusiapkan hatiku Tuhan tuk dengar FirmanMu”.
Pdt. Iswan Ginting Manik GBKP Cililitan.
Phone. 021.8000136. HP. 081371855839
Catatan Sermon:
  1. Kata emas. Emas jadi rebutan. Emas seh pentinna ibas geluh. Ibas transaksi emas jadi jaminen. Daya tarik emas luar biasa. Kalak mbue emas kalak bayak. Orang tua ndube adi lit sen mis nukur emas. Bagem Firman Tuhan.
  2. Kata madu. Madu mbue kiniulin man manusia. Madu mejilepe mereken tahan tubuh. ------------------------------------------------------------------
[1] “Megati kal kata Dibata e lenga jadi nakan pusuh, tapi hanya jadi nakan cuping”
[2] Mazmur 40:9 aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku." Mazmur 94:12 Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari dari Taurat-Mu, Maz 119:97,99 - “(97) Betapa kucintai TauratMu! Aku merenungkannya sepanjang hari. ... (99) Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatanMu kurenungkan”.
[3] Bdk. Kis 17:11 - “Orang-orang Yahudi di kota itu lebih (mulia) dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian”.

 

 "SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 55 guests online

Login Form