Khotbah 1 Samuel 3:1-10, Minggu 15 Januari 2012

Renungan

Introitus :
Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa (Yer 1:5)

Bacaan : Yohanes 1 : 43-51 Khotbah : 1 Samuel 3 : 1-10

Thema :
Orang percaya siap senantiasa menjawab perkataan atau panggilan Tuhan

 

Pendahuluan

Tuhan memilih dan menentukan orang yang dipilih untuk menjadi hambanya. Bisa dari usia muda bisa juga dari usia tua, bahkan Tuhan juga memilih dari berbagai profesi/ pekerjaan yang ada.Yeremia telah ditetapkan menjadi nabi sejak dari rahim ibunya. Filipus dan Natanael dipilih Andreas saudara Simon Petrus sebagai murid pertama setelah mendengar panggilan Yesus “ Ikutlah Aku !. Samuel dipilih setelah mendengar suara Tuhan dan ia menjawab panggilan itu. Orang percaya dipilih untuk menjawab/merespon panggilan Tuhan atas firmanNya.
 

Pendalaman Nats

Ayat 1 : Samuel ialah putra dari Elkana, bani Efrayim yang saleh dan hana adalah ibunya. Hana yang telah lama sekali mandul, bersumpah, jika Allah mengaruniai dia seorang putra, maka anak itu dia persembahkan bagi pelayanan di Kemah Suci. Elkana keturunan Lewi tapi tidak dari garis Harun ( 1 Taw 6:33 dab ). Setelah Samuel berhenti menyusu, mungkin pada usia 2 atau 3 tahun, Hana membawanya ke Silo dan secara resmi menyerahkannya kepada Eli untuk tinggal bersama dia. Pada usia kanak-kanak Samuel telah dianugrahi wahyu ilahi (3 : 1-21 ).

Ayat 2-10 : Pada saat Samuel telah tidur di dalam bait suci Tuhan, tempat tabut Allah. Tuhan memanggil : Samuel ! Samuel ! dan ia menjawab : “ Ya, bapa.” Panggilan itu ada 3 kali dan ketika Samuel mendengar panggilan itu Samuel selalu menghampiri Eli karena menurut dia itu adalah suara yang berasal dari Eli. Samuel tidak tahu kalau itu adalah suara Tuhan. Setelah yang ketiga kali Samuel mengahampiri Eli lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu. Eli pun kemudian memberitahu apa yang harus dilakukan Samuel kalau suara itu kembali memanggilnya. Pada ayat 9 dikatakan “ Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel : Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah : Berbicaralah,Tuhan, sebab hambaMu ini mendengar”. Seperti yang dikatakan Eli kepada Samuel demikianlah akhirnya Samuel menjawab Tuhan ketika Tuhan kembali memanggilnya.Tuhan mengenal Samuel bahkan namanya pun disebut ketika hendak berfirman kepadanya, sebaliknya Samuel mendengar suara dan mengira itu suara manusia ternyata suara Tuhan. Tuhan menyampaikan nubuatan tentang kejatuhan keluarga Eli, walaupun dengan enggan Samuel menyampaikan wahyu itu kepada Eli, dengan tidak menyembunyikan, kemudian Eli berkata “ Dia Tuhan, biarlah diperbuatNya apa yang dipandangNya baik “ (1 Sam 3 : 19 )

Pointer Aplikasi

Dengar Dia panggil nama saya dengar Dia panggil namamu…ini adalah kalimat salah satu lagu anak sekolah minggu. Tuhan berbicara kepada kita, Tuhan memanggil kita untuk dipakai sebagai alatnya di dunia ini. Panggilan/perkataan Tuhan harus kita respon dengan menjawab seperti Samuel katakan “ Berbicaralah Tuhan, sebab hambaMu mendengar”. Sekarang kalimat ini sering menjadi doa dan jawaban orang percaya ketika hendak mendengarkan Firman Tuhan/khotbah digereja. Firman Tuhan didengar dan dijalankan. Janganlah kita mengabaikan firman Tuhan karena mendengar suara manusia. Sebagai Contoh : Ada jemaat yang sakit, gereja mengunjungi karena menjalankan firman Tuhan untuk mengasihi, bukan karena suara manusia yang mengatakan kalau tidak dikunjungi nanti dia sakit hati,marah,dsb atau sisakit tidak usah dikunjungi karena ada yang mengatakan dia pun tidak pernah mengunjungi siapapun kalau ada yang sakit. Pergi ke persekutuan ( PA kaum ibu, kaum bapak, rumah tangga) bukan karena kalau tidak datang kerumah Bapak si A kita takut bapak si A juga tidak datang ke rumah kita, tetapi kita datang bersekutu karena itu berkenan bagi Tuhan dan berguna untuk pertumbuhan iman kita kepada Tuhan. Samuel mendengar suara, menganggap itu suara manusia padahal suara Tuhan. Janganlah kita mengabaikan perkataan-perkatan firman yang disampaikan kepada kita hanya karena kita mendengar suara manusia. “ Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya setia“ (Ibrani 10:23). Kita sebagai orang percaya kepada Tuhan Yesus, telah dipanggil untuk menjawab perkataan Tuhan melalui seluruh realita hidup kita. Lakukanlah dengan setia, jika tidak sama seperti Imam Eli bisa dicabut, diambil, atau tidak dipercayakan lagi bahkan dihukum Tuhan karena kejahatan anaka-anaknya ( Hofni dan Pineas ).Sebagai pelayan khusus di gereja seperti Pendeta, Penatua,Diaken, Syamas,dll, pelayanannya haruslah didukung oleh isteri/suami, anak-anak, keluarganya dalam keteladanan serta sikap moral yang baik. Jika tidak, hamba-hamba Tuhan ini mungkin tidak berhenti tetapi sepertinya tidak ada kuasa (bhs. Karo : la erdolat ) bahkan mungkin tidak didengarkan.

Tuhan memanggil Samuel untuk menyampaikan nubuat tentang kejatuhan keluarga Eli. Itu bukanlah khabar baik bagi Imam Eli tetapi karena itu perkataan Tuhan harus disampaikan. Firman Tuhan memang berguna untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran ( 2 Tim 3:16 ). Sebaliknya Imam Eli ketika disampaikan perkatan Tuhan melalui Samuel ia pun tidak menyangkal Tuhan serta tidak menyepelekan ataupun membenci Samuel. Orang percaya seharusnya menerima dihati firman Tuhan, janganlah menyepelekan ataupun membenci orang yang telah menyampaikannya. Selamat menjawab panggilan Tuhan. Amin

Pdt Karvintaria br Ginting,STh GBKP Rg.Cijantung

 

 "SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 47 guests online

Login Form