Khotbah Markus 1:32-39, Minggu 30 Oktober 2011

Renungan

Introitus:
Pada waktu itu terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera, kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan Tuhan barisan belakangmu ( Yesaya 58 : 8 )

Bacaan : Yeremia 17 : 14 - 18; Khotbah : Markus 1 : 32 - 39

Thema :

Carilah Tuhan maka engkau akan ditopangnya (Daramilah Tuhan, maka itatang-tatangNa kam).

Pendahuluan

Mungkin perlu kita jawab/renungkan ulang pertanyaan ini : Untuk apakah kita datang ke gereja???? Berbagai jawaban klasik mungkin akan muncul: - Memuji dan Menyembah Tuhan. Jika demikian setelah pulang dari gereja Terpujikah Tuhan??? - Mendengarkan Firman Tuhan.

Jika demikian benarkah Firman yang telah kita dengar??? Kita melihat kenyataan yang terjadi sering kali bukan nama Tuhan yang terpuji bukan suara Tuhan yang didengar, namun suara pengkhotbah. Pada sisi lain kita juga seringkali mendengar isu-isu negatif tentang kehadiran orang-orang ke gereja; jadi ajang pamer, pamer mobil, pamer pakaian, pamer status, pamer harta, pamer bakat. Gereja juga secara tidak langsung telah menbjadi bursa untuk bertukas gosip, pertemuan teman sekampung, atau tetangga juga menjadi sarana temu jodoh.dll. Kenapa ada isu-isu seperti ini? Jawabnya oyang yang pergi kegereja/orang yang mengaku Kristen itu, berprilaku tidak seperti orang Kristen. Seorang filsuf, Fredrich Nietzche, pernah ditanya mengapa ia mempunyai pandangan yang sangat negatif terhadap umat Kristiani. Ia menjawab,"saya akan bisa percayapercaya kepada Tuhan bila mereka yang mengaku Kristen, sedikitnya lebih terlihat kelakuannya sebagai orang Kristen". Sangat tragis memang gereja yang seharusnya memperlihatkan kepentingan KEKEKALAN kini sering berubah menjadi kepentingan KEFANAAN. Orang-orang yang mengaku Kristen dalam mencari Yesus lebih cendrung mengharapkan keduniawian, kesembuhan jasmani daripada kesembuhan rohani.

 

POKOK-POKOK KHOTBAH
  1. Simon dan Andreas membawa kepada Yesus semua orang yang sakit dan yang kerasukan setan. Sebagai pengikut Yesus kita dituntut untuk membawa jiwa-jiwa dengan berbagai permasalahannya kepada Yesus. Kita melihat bahwa berbagai permasalahan yang terjadi baik secara pribadi/keluarga, masalah ekonomi, pekerjaan, anak dsbnya, sejauhmanakah peran yang sudah dilakukan oleh orang percaya untuk membawa mereka kepada Yesus? Hal yang bisa kita lakukan adalah dengan mengunjunginya memberitakan Firman Tuhan dan Berdoa baginya.
  2. Kita melihat perkataan Yesus "…supaya Aku memberitakan Injil.." (Mk 1:38), bukan mengatakan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Memang benar Yesus menyembuhkan berbagai penyakit, namun tujuan utama penyembuhan tidaklah kesembuhan jasmani tapi kembuhan rohani. Pesan dan ajaran Kristuslah yang terpenting, bukan kesembuhan jasmani. Kalau mau, Yesus dengan satu kata saja dapat menyembuhkan semua orang di seluruh Israel, namun Dia tidak melakukannya, karena Dia diutus Bapa untuk menebus penyakit yang paling berbahaya, yaitu dosa. Supremasi rohani dari jasmani tentu saja terlihat jelas bahwa jiwa manusia lebih berharga daripada tubuh, karena jiwa sifatnya kekal, sedangkan tubuh tidak kekal. Kalaupun seseorang mendapatkan kesembuhan fisik, maka orang tersebut juga akan meninggal. Kesembuhan fisik yang tidak membawa seseorang kepada Tuhan adalah tidak berguna. Kesembuhan rohanilah yang akan membawa orang ke surga.
  3. Yang lebih penting di dalam perikop ini adalah bahwa setelah sembuh, wanita tersebut (ibu mertua Petrus) melayani Yesus. Inilah yang menjadi inti dari mukjijat kesembuhan fisik maupun rohani, yaitu mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan (yang didahului oleh pertobatan), dan kemudian melayani Tuhan sebagai bentuk balasan kasih kita kepada Tuhan.
  4. Setelah Yesus mengajar di Kapernaum, dimana semua orang kagum karena Yesus mengajar dengan penuh kuasa (Mk 1:21-22) dan dibuktikan dengan begitu banyak mukjizat (Mk 1:23-34), maka Yesus meneruskan tujuan utamanya yakni pemberitakan Injil kepada semua orang. Yesus pergi ke tempat yang lain, sehingga banyak orang juga dapat percaya kepada Yesus dan memperoleh keselamatan. Ini juga diperlihatkan oleh para rasul yang menjalankan perintah Yesus "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kis 1:8) Kini tugas pemberitaan injil menjadi tanggungjawab kita bersama, lanjutkan....lebih cepat lebih baik.
  5. Dalam setiap kesibukan pelayanan Yesus tetap mengambil kesempatan dalam persekutuan dengan Bapa. Walaupun sangat sibuk pada malam sebelumnya (1:32-34), Ia bangun pagi-pagi benar dan pergi ketempat yang sunyi untuk berdoa. Pdt.DR.Andar Ismail dalam Bukunya Selamat Pagi Tuhan, menuliskan bahwa doa pagi adalah pencetus rasa girang untuk sepanjang hari, rasa girang karena kita ternyata bangun kembali. Tuhan mempewrpanjang hidup kita dengan satu hari yang baru lagi. Doa pagi juga adalah ibarat apel atau laporan siap siaga, yaitu siap menghadapi pekerjaan.
PENUTUP
Carilah Tuhan maka kamu akan hidup (Amos 5:6a). Kehidupan yang diberikanNya tidak hanya kehidupan/nafas dunia namun kehidupan yang kekal. Tuhan itu seperti fajar yang merekah dan lukamu akan disembuhkan (Introitus). Dan penyembuhan akan akan memberikan keselamat bagi jiwamu(Bd.Bacaan). Janganlah biarkan hal-hal yang kurang penting membuat anda tidak mendapatkan hal-hal yang terpenting dalam kehidupan anda.

Pdt. Iswan Ginting Manik
GBKP Runggun Cililitan Jakarta
Introitus:
Pada waktu itu terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera, kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan Tuhan barisan belakangmu ( Yesaya 58 : 8 )
Bacaan : Yeremia 17 : 14 - 18; Khotbah : Markus 1 : 32 - 39
Thema :
Carilah Tuhan maka engkau akan ditopangnya (Daramilah Tuhan, maka itatang-tatangNa kam).
Pendahuluan
Mungkin perlu kita jawab/renungkan ulang pertanyaan ini : Untuk apakah kita datang ke gereja???? Berbagai jawaban klasik mungkin akan muncul: - Memuji dan Menyembah Tuhan. Jika demikian setelah pulang dari gereja Terpujikah Tuhan??? - Mendengarkan Firman Tuhan. Jika demikian benarkah Firman yang telah kita dengar??? Kita melihat kenyataan yang terjadi sering kali bukan nama Tuhan yang terpuji bukan suara Tuhan yang didengar, namun suara pengkhotbah. Pada sisi lain kita juga seringkali mendengar isu-isu negatif tentang kehadiran orang-orang ke gereja; jadi ajang pamer, pamer mobil, pamer pakaian, pamer status, pamer harta, pamer bakat. Gereja juga secara tidak langsung telah menbjadi bursa untuk bertukas gosip, pertemuan teman sekampung, atau tetangga juga menjadi sarana temu jodoh.dll. Kenapa ada isu-isu seperti ini? Jawabnya oyang yang pergi kegereja/orang yang mengaku Kristen itu, berprilaku tidak seperti orang Kristen. Seorang filsuf, Fredrich Nietzche, pernah ditanya mengapa ia mempunyai pandangan yang sangat negatif terhadap umat Kristiani. Ia menjawab,"saya akan bisa percayapercaya kepada Tuhan bila mereka yang mengaku Kristen, sedikitnya lebih terlihat kelakuannya sebagai orang Kristen". Sangat tragis memang gereja yang seharusnya memperlihatkan kepentingan KEKEKALAN kini sering berubah menjadi kepentingan KEFANAAN. Orang-orang yang mengaku Kristen dalam mencari Yesus lebih cendrung mengharapkan keduniawian, kesembuhan jasmani daripada kesembuhan rohani. POKOK-
POKOK KHOTBAH
  1. Simon dan Andreas membawa kepada Yesus semua orang yang sakit dan yang kerasukan setan. Sebagai pengikut Yesus kita dituntut untuk membawa jiwa-jiwa dengan berbagai permasalahannya kepada Yesus. Kita melihat bahwa berbagai permasalahan yang terjadi baik secara pribadi/keluarga, masalah ekonomi, pekerjaan, anak dsbnya, sejauhmanakah peran yang sudah dilakukan oleh orang percaya untuk membawa mereka kepada Yesus? Hal yang bisa kita lakukan adalah dengan mengunjunginya memberitakan Firman Tuhan dan Berdoa baginya.
  2. Kita melihat perkataan Yesus "…supaya Aku memberitakan Injil.." (Mk 1:38), bukan mengatakan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Memang benar Yesus menyembuhkan berbagai penyakit, namun tujuan utama penyembuhan tidaklah kesembuhan jasmani tapi kembuhan rohani. Pesan dan ajaran Kristuslah yang terpenting, bukan kesembuhan jasmani. Kalau mau, Yesus dengan satu kata saja dapat menyembuhkan semua orang di seluruh Israel, namun Dia tidak melakukannya, karena Dia diutus Bapa untuk menebus penyakit yang paling berbahaya, yaitu dosa. Supremasi rohani dari jasmani tentu saja terlihat jelas bahwa jiwa manusia lebih berharga daripada tubuh, karena jiwa sifatnya kekal, sedangkan tubuh tidak kekal. Kalaupun seseorang mendapatkan kesembuhan fisik, maka orang tersebut juga akan meninggal. Kesembuhan fisik yang tidak membawa seseorang kepada Tuhan adalah tidak berguna. Kesembuhan rohanilah yang akan membawa orang ke surga.
  3. Yang lebih penting di dalam perikop ini adalah bahwa setelah sembuh, wanita tersebut (ibu mertua Petrus) melayani Yesus. Inilah yang menjadi inti dari mukjijat kesembuhan fisik maupun rohani, yaitu mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan (yang didahului oleh pertobatan), dan kemudian melayani Tuhan sebagai bentuk balasan kasih kita kepada Tuhan.
  4. Setelah Yesus mengajar di Kapernaum, dimana semua orang kagum karena Yesus mengajar dengan penuh kuasa (Mk 1:21-22) dan dibuktikan dengan begitu banyak mukjizat (Mk 1:23-34), maka Yesus meneruskan tujuan utamanya yakni pemberitakan Injil kepada semua orang. Yesus pergi ke tempat yang lain, sehingga banyak orang juga dapat percaya kepada Yesus dan memperoleh keselamatan. Ini juga diperlihatkan oleh para rasul yang menjalankan perintah Yesus "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kis 1:8) Kini tugas pemberitaan injil menjadi tanggungjawab kita bersama, lanjutkan....lebih cepat lebih baik.
  5. Dalam setiap kesibukan pelayanan Yesus tetap mengambil kesempatan dalam persekutuan dengan Bapa. Walaupun sangat sibuk pada malam sebelumnya (1:32-34), Ia bangun pagi-pagi benar dan pergi ketempat yang sunyi untuk berdoa. Pdt.DR.Andar Ismail dalam Bukunya Selamat Pagi Tuhan, menuliskan bahwa doa pagi adalah pencetus rasa girang untuk sepanjang hari, rasa girang karena kita ternyata bangun kembali. Tuhan mempewrpanjang hidup kita dengan satu hari yang baru lagi. Doa pagi juga adalah ibarat apel atau laporan siap siaga, yaitu siap menghadapi pekerjaan.
PENUTUP
Carilah Tuhan maka kamu akan hidup (Amos 5:6a). Kehidupan yang diberikanNya tidak hanya kehidupan/nafas dunia namun kehidupan yang kekal. Tuhan itu seperti fajar yang merekah dan lukamu akan disembuhkan (Introitus). Dan penyembuhan akan akan memberikan keselamat bagi jiwamu(Bd.Bacaan). Janganlah biarkan hal-hal yang kurang penting membuat anda tidak mendapatkan hal-hal yang terpenting dalam kehidupan anda.

Pdt. Iswan Ginting Manik
GBKP Runggun Cililitan Jakarta

 

 "SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 67 guests online

Login Form