Khotbah Matius 22:1-4, Minggu 3 Juli 2011

Renungan

Introitus:
kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan (I Pet. 2 : 10).

Pembacaan: Mazmur 106 : 24 – 26; Khotbah : Matius 22 : 1 – 4

Thema:
Dengarkan Suara Panggilan Allah.

Pendahuluan

  • Tuhan Yesus sering memberi pengajaran dengan memakai perumpamaan biasanya sesuai yang dialami dalam hidup manusia untuk memudahkan memahaminya.
  • Prikop Mat. 22 : 1 – 14 suatu ungkapan rahasia kerajaan Sorga, Yesus memakai pesta perkawinan yang didambakan setiap orang dan keluarga.
  • Berita Injil adalah berita sukacita (Euangelion = Injil / kabar baik).
  • Suatu pesta perkawinan benar-benar mencerminkan suasana pesta, penuh suka cita dalam suatu persekutuan yang indah.
  • Betapa pentingnya : sikap dalam persiapan pesta, undangan jauh hari diedarkan dan segala kebutuhan pesta disiapkan.

Penjelasan :

  • Yang berpesta itu adalah seorang Raja, telah mengutus hambanya untuk memberikan undangan pesta.
  • Dalam Perjanjian lama : Hamba / Nabi-nabi / Rasul yang disuruh memberitakan / ajakan para undangan datang ke pesta :
    1. Katakan kepada orang2 yang diundang itu: sesungguhnya hidangan telah disediakan; datanglah ke perjamuan kawin (ay. 4). 
  • Tetapi orang-orang itu tidak mau datang (ay. 3).
    1. Raja menyuruh hambanya yang lain (kelompok 2), sesungguhnya hidangan sudah kusediakan, datanglah ke perjamuan kawin ini (ay. 4). Tetapi orang2 itu tidak mengidahkannya dengan alas an :
  • Pergi ke ladang
  • Urus Usaha
  • Ada yang menangkap hamba yang di utus tadi dan menyiksanya dan membunuhnya (ay. 5 –6). 

Undangan yang dimaksud melambangkan pemuka Israel / umat Israel yang menolak pemberitaan kebenaran Firman Allah yang adalah janji Allah dalam Perjanjian lama : kedatangan Mesias Anak Allah yang diberitakan para nabi Allah.

  • Mereka tidak mau bertobat dan menolak panggilan Tuhan dengan alasan yang ber-macam2.
  • Artinya penolakan Anugerah Allah.
    • Maka murkalah Raja, menyuruh pasukannya untuk membinasakan pembunuh & membakar kota mereka. Dan Raja menyuruh hamba-hambanya lain (ay. 7) (kelompok 3). Pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai, orang jahat dan yang baik, sehingga penuhlah tetangga Perjamuan kawin dengan tamu (ay. 9 – 10). Artinya pesta Perkawinan itu terus berjalan tidak bisa gagal, hanya karena para undangan menolak untuk hadir.
  •  Justru ada kebijaksanaan baru terbuka untuk siapa saja diundang hadir dan mau menghayati suka cita, beroleh kesempatan menerima Anugerah Allah. “Mari semua datanglah ke Perjamuan Kawin semuanya telah tersedia”. Ramai orang datang, orang biasa2 saja, ada orang yang jahat dan yang baik.
  • Undangan yang datang sebenarnya yang tidak layak jadi layak, orang berdosa (non Jahudi).
    • Saat Raja memasuki ruang pesta, dia melihat seorang tidak mengenakan pakaian pesta, Hai saudara bagaimana engkau masuk dengan tidak mengenakan pakaian pesta, ditolak “pakaian pesta wajib untuk perjamuan kawin” Kata Raja tangkap orang ini dan campakkan di tempat gelap (ay. 13).
  • Undangan Tuhan tidak memandang rupa orang, status orang, sebagaimana Dia datang makan bersama orang berdosa (Mat. 9 : 11).
  • Ada persamaan orang yang diundang ke pesta perjamuaan dengan orang dijalan yang kemudian diundang masuk.
  • Sama-sama tidak tahu menghargai anugerah.
  • Mereka adalah yang menolak untuk bertobat, menganggap mampu mendapat keselamatan.
    1. Perumpamaan ini menegaskan kembali kedaulatan Allah, yang harus ditaati oleh manusia. Tuhan Allah tidak memperkenankan seorang pun menghina atau mempermainkan anugerahNya.
  • Dan tidak dikatakan datang ke pesta harus pakaian mewah, bagus, tapi harus menunjukkan sikap kesungguhan dan menghargai Raja yang berpesta.
  • Janganlah kita termasuk yang menolak atau yang tidak memakai pakaian pesta.
  • Datanglah dengan pakaian pesta yaitu kejujuran dan kesungguhan (inilah pakaian pesta), jangan datang dengan kepura-puraan. “ Ingat jangan sampai datang terlambat” “Banyak yang dipanggil sedikit yang terpilih (Mat. 20 : 14; Kej.12, 22 = Abraham dengan teliti mendengar suara Allah dan melakukannya; Ibrani 4:7c).

Aplikasi :

  1. Bila kita berpesta, lupa mengundang teman dekat, saat jumpa pasti dia katakan dengan kesal kenapa tidak diundang dia (atau sebaliknya) artinya undangan itu suatu penghargaan dari sipengundang.
  2. Melalui Matius 22 : 1 – 14. Tidak semua menghargai undangan jamuan Anugerah didalam Kerajaan Allah. Ada dengan 1001 macam alasan tidak mengidahkan antara lain :
    1. Ada pekerjaan yang lebih penting.
    2. Ada yang berbuat jahat, karena tidak mau diganggu / ditegor (ay. 5 – 6).
    3. Ada sungguh tidak mau bertobat.
    4. Seperti yang kita lihat sekarang undangan ke Gereja, ambil bagian dalam pelayanan karena kesibukaan dalam hidup sehari-hari lebih diutamakan.
    5. Sikap seperti ini sangat perihatin, apakah tujuan hidupnya ?
    Tuhan Yesus berkata : Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu (Mat. 6 : 33)
  3. Pada dasarnya perumpamaan ini menegaskan kedaulatan Allah yang harus dihargai dan ditaati manusia tanpa kecuali. Sikap tidak butuh anugerah, tidak akan beroleh keselamatan Allah, akan mendapatkan hukuman.
  4. Kita patut bersyukur bahwa Tuhan Yesus telah buka jalan keselamatan bagi kita sebagai bangsa di luar Jahudi. Oleh anugerahNya kita diberi hak untuk menjadi warga kerajaan Allah bukan jadi warga neraka. Terimalah anugerah Allah, jangan sia-siakan (Epesus 2 : 81).
Depok, Juni 2011 Pdt. M. K. Sinuhaji.

 

 "SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 46 guests online

Login Form