Khotbah Yohanes 6:55-65, Minggu 3 April 2011 (Passion V)

Renungan

Introitus:
Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seseorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan Roti yang Kuberikan itu ialah dagingKu, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia. Yohanes 6 : 51

Bacaan:  Jesaya 66 : 10 – 14; Khotbah: Johanes 6 : 55 - 65

Thema:
“Daging” dan “Darah” Yesus adalah “Makanan” dan “Minuman” yang benar.
(“Daging” ras “Dareh” Yesus eme “Pangan” ras “Inemen” si tuhu-tuhu).

 

Saudara – saudari yang dikasihi dalam Yesus Kristus,

Ketika kita berbicara soal makanan dan minuman, maka banyak hal yang bisa kita perbincangkan. Hal yang paling sederhana adalah setiap orang butuh makanan dan minuman. Makanan kita butuhkan karena kita butuh tenaga, sedangkan minuman kita butuhkan untuk melepaskan rasa haus dan juga menghantar makanan melewati tenggorokan kita. Namun terkadang, ketika kita makan atau minum, kita sering kali tidak memperhatikan apakah makanan dan minuman itu menyehatkan atau tidak bagi kita. Yang terpenting bagi kita adalah “enak” dan “mengenyangkan”. Soal nanti apakah punya dampak yang tidak baik bagi kesehatan kita, itu urusan belakang. Dan memang, kalau kita perhatikan juga, makanan (yang sering disebut juga dengan “junk food) dan minuman yang murah dan “enak” begitu gampangnya kita temukan. Prinsipnya, murah, meriah, mengenyangkan.

Apalagi bagi anak-anak kita, wah….. rasanya saat ini mereka lebih menyukai makanan dan minuman yang dari jenis  ini. Bagi mereka, bukan hanya soal “rasa”, tapi juga “kemasan”. Kita melihat bahwa kemasan-kemasan untuk jenis makanan dan minuman seperti ini memang bagus dan menarik hati. Anak-anak kita sepertinya Begitu “Terpesona” dengan penawaran dari berbagai macam hal yang terkait dengan makanan dan minuman itu. Dan yang luar biasanya adalah, iklan untuk semuanya itu juga sangatlah luar biasa.

Saudara-saudari yang dikasihi Yesus Kristus,

Minggu ini, kita sudah memasuki minggu ke V dari perjalanan Passion di kelender gereja kita, yang menjadi pertanyaan adalah adakah pengorbanan Yesus bagi kehidupan kita sudah semakin mendalam? Atau setiap minggu passion yang ada hanya berlaku sebagai minggu biasa bagi kita. Kalau boleh saya katakana, minggu Passion merupakan “iklan iman” yang terbesar bagi kita yang menunjukkan bagaimana Yesus menawarkan sebuah produk yang luar biasa yakni “KESELAMATAN”. Yesus saat ini sedang membuka sebuah restoran iman yang menawarkan semua jenis makanan dan minuman yang bisa bukan hanya menyehatkan tubuh atau jasmani kita tapi juga lebih dari itu yakni rohani kita.

Yesus menghadirkan dirinya sebagai seorang “salesman” yang mencoba menerangkan produk yang ditawarkannya. Dan sepertinya, sangatlah sulit bagi manusia untuk dapat memahami apa yang ditawarkan oleh Yesus. Tapi mengapa? Jawabnya mungkin sangat sederhana, Ya…. Karena manusia sering kali hanya mengerti apabila ia melihat dan merasakannya. Manusia hanya merasa “enak” (bila berkaitan dengan makanan atau minuman) bila itu telah menyentuh lidahnya. Manusia merasakan sakitnya cubitan bila itu mengenai tubuhnya. Inilah realita manusia.

Sedangkan Yesus, Ia mencoba menawarkan sesuatu yang “aneh” yakni daging dan darahNya. Dia menyuruh agar orang yang ada di sekitarnya untuk memakan dagingNya dan meminum darahNya. Benar-benar aneh kan. Benar, aneh bagi orang yang seperti tadi. Tapi seharusnya bagi kita tidak. Mengapa? Ya karena kita kan bukan memahaminya dari sisi apa yang kita lihat dan rasa saja.

Saudara-saudari, jemaat Kekasih Tuhan….

Bila kita kembali menoleh pada awal kitab ini, maka akan semakin jelas bagi kita bahwa ketika Yesus berkata tentang daging dan darahNya, yang dimaksudkanNya adalah “kebersatuan” kita dengan setiap pengajaranNya yang biasa kita sebut dengan FirmanNya. Kita bisa bersatu dengan setiap firmanNya karena kita percaya bahwa setiap perkataanNya adalah benar.

Yesus menekankan bahwa barang siapa yang ‘Makan” Dan “Minum” daging dan Darah Yesus maka mereka akan tinggal di dalam Yesus dan Yesus di dalamnya merupakan bentuk kepedulian yang sangat besar yang ditawarkanNya kepada manusia. Suatu bentuk perlindungan dan jaminan bahwa kehidupan dalam kebersatuan denganNya bukan hanya menumbuhkan rasa aman di dunia; tapi juga menjadikan manusia menjadi “tanpa batas” dengan Sang Pencipta.

Pemahaman ini juga harus kita kaitkan dengan keberadaan manusia yang sudah salah makan, yang mengakibatkan manusia kehilangan “kehidupan” dan “berkat”. Ini terjadi ketika manusia jatuh ke dalam dosa. Manusia menjadi terpisah dari Sang Khalik. Manusia terusir dari hadapanNya. Dan kini melalui Yesus, yang telah terputus itu akan disambungkan kembali. Bukankan ini merupakan suatu tawaran yang seharusnya tidak akan pernah kita tolak…….

Saudara-saudari yang Yesus kasihi dan pedulikan,

Ada yang harus kita perhatikan dengan seksama juga yakni Yesus sangat mengenal kita. Saat ini juga, kita semua yang hadir di ruangan ini……. Dia mengenal kita….. Dia mengetahui siapa yang mau percaya…. Dia juga mengetahui siapa yang hanya berpura-pura; siapa yang ragu; bahkan siapa yang menolak keberadaanNYA. Tapi yang pasti adalah ; Yesus menginginkan perubahan; Yesus yang mengenal kita dengan sangat baik menginginkan adanya kesadaran bahwa sering kali kita mencoba untuk “memakan” dan “meminum” makanan yang ditawarkan oleh dunia. Di awal tadi, sudah saya katakana bahwa seperti anak-anak, kita sering kali tergiur oleh kemasan dari makanan dan minuman duniawi. Bahkan karena iklannya yang bombastis maka kita tanpa piker panjang langsung ambil dan pakai. Mengapa? Karena inti dari tawarannya ialah “sepertinya KEBEBASAN”, tidak ada larangan. Tapi benarkah? Rasanya tidak, ada yang begitu mahal yang sudah kita jadikan sebagai tumbal dari apa yang kita katakana kebebasan itu yaitu ‘KEHIDUPAN” kita. Kita sepertinya hidup, tapi sebenarnya kita sedang digiring berjalan ke arah ‘KEMATIAN’.

Paulus pernah mengatakan bahwa apa yang yang menjadi keuntungan baginya sebenarnya itulah yang sangat merugikannya, dan apa yang baginya keuntungan sebelum mengenal dan menerima Yesus, itulah yang baginya sampah yang harus dijauhkan dari kehidupannya. Semuanya itu untuk mendapatkan kehidupan bersama Yesus (Filipi 3 : 7-8)

Nah… sekarang bagaimana dengan kita! Apakah kita masih mencoba untuk hidup dari apa yang disebut dengan junk food dan minuman yang mungkin mengandung ‘arsenik’ yang dapat membunuh kita. Padahal sama seperti bangsa Israel yang dilepaskan dari tanah perbudakan. Lihat kembali bacaan kita pada kitab Yesaya, di sana Allah sudah mempersiapkan upacara penyambutan yang sangat merih bagi kembalinya umatNya. Segala sesuatu baik itu tempat, makanan, kesenangan, hiburan dan sukacita; semuanya sudah dipersiapkanNya. Dan semua bagian yang sudah dipersiapkan itu tidak untuk orang lain melainkan untuk kita. Untuk kita yang mau menyadari bahwa keduniawian hanyalah sebuah kehampaan yang menyesatkan. Tapi menyadari bahwa daging dan darah Yesuslah yang mampu mengenyangkan dan menyegarkan kehidupan kita. Tidak ada yang lain……

Lalu…… apa yang seharusnya kita lakukan. Jawabannya juga tidaklah sulit, sama seperti seorang bayi yang senantiasa tidak ingin terpisah dari ibunya, seperti itulah kehidupan kita. Mengapa? Karena seorang bayi tidak mempunyai makanan dan minuman apabila berpisah dari ibunya, makanan dan minumannya bersatu dengan kehidupan ibunya yakni air susu ibu. Dan dokter juga sangat menganjurkan itu…. ASI adalah makanan dan minuman terbaik bagi bayi, sama seperti kita FIRMAN dan PERINTAH dari ALLAH adalah makanan dan minuman yang menyehatkan kehidupan kita, MAKAN DAN MINUMLAH….. NISCAYA KITA AKAN HIDUP. 

Harapan Indah, 16 Maret 2011
Pdt.BRC.Munte
Catatan Sermon:
  1. Petrus 2:2, susu murni.
  2. Dengan makan dan minum kita mendapat kekuatan yang baru, demikian juga dengan makan dan minum Firman Tuhan kita dikuatkan secara rohani oleh karena itu janganlah kita menjauhkan diri dari persekutuan dan sabdaNya.

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 235 guests online

Login Form