image image image image
Kebaktian & Musyawarah Anggota Sidi Jemaat Pertama GBKP Cibinong GBKP Runggun Cibinong Klasis Jakarta-Bandung pada tanggal 13 April 2014 melaksanakan kebaktian Minggu dan Musyawarah Aggota Sidi Jemaat untuk pertama kali di lokasi yang telah dibeli untuk tempat pembangunan Gedung Gereja, Gedung Ka-KR dan Rumah Personalia dan sekaligus untuk melaksanakan Musyawarah Sidi (Sidang Ngawan).
FUNDRAISING PENGUNGSI GUNUNG SINABUNG DAN PENINGKATAN SDM GBKP Fundraising GBKP yang dilaksanakan GBKP Klasis Jakarta-Banten dan GBKP Klasis Jakarta-Bandung pada tanggal 2 Maret 2014 di Hotel Kartika candra-Jakarta berhasil menghimpun dana Rp.667,115,000,- lebih dari target yang semula diharapkan hanya 600 Juta.
PERTEMUAN TOKOH-TOKOH KARO JAKARTA Menyikapi berbagai masalah di Tanah Karo, khususnya setelah kurang lebih 4 bulan para pengungsi hidup ditenda-tenda, gereja, losd, masjid akibat erupsi Gunung Sinabung,
RAMAH TAMAH TAHUN BARU PENGURUS MAMRE KLASIS & PENGURUS MAMRE RUNGGUN GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG Walaupun sudah satu bulan memasuki Tahun Baru 2014, tidak mengurangi semangat pengurus mamre Tingkat Klasis membuat acara ramah tamah tahun baru pada tanggal 1 Februari 2014 di GBKP Cileungsi, demikian juga pengurus mamre tingkat jemaat/Runggun.

Khotbah Matius 14:22-33, Minggu 10 Agustus 2014

Intoitus:
Sebab itu tabahkanlah hatimu,saudara-saudara!Karena Aku percaya kepada Allah,bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakannya padaku (Kis 27:25)

Bacaan : 1 Raja-raja 19:9-18; Khotbah : Matius 14:22-33

Tema : Jangan takut,Tetapkanlah hatimu/Ola mbiar tetaplah ukurndu

A.Pendahuluan
Menurut Purwadarminta dalam Kamus besar bahasa Indonesia,takut adalah tanggapan emosi terhadap ancaman ,takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respon terhadap suatu stimulus tertentu seperti rasa sakit atau ancaman dari bahaya. Sebenarnya takut adalah juga anugerah Tuhan, sebagai suatu hal yang selalu mengingatkan kita,untuk selalu waspada akan potensi bahaya yang bisa saja terjadi dalam kehidupan kit. Jadi Setiap orang pasti punya rasa takut,dan itu wajar tapi yang jadi masalah adalah kalau setiap saat takut atau terlalu banyak ketakutan apalagi tidak tahu alasan mengapa harus takut.Jangan Takut! Itulah perkataan Yesus kepada para murid yang ketakutan karena perahu mereka terombang-ambing badai (lih. Mat 14:27). Ketakutan membuat seseorang tidak dapat melihat segala sesuatunya dengan jelas, dan bahkan dapat mengaburkan iman. Namun, pandangan yang terus-menerus kepada Yesus dapat menguatkan iman, serta dapat memberikan pengharapan yang pasti kepada kita. Iman yang teguh membuat kita dapat melangkah dengan pasti dan pengharapan di dalam Yesus membuat kita tidak takut dan terus bertahan untuk mencapai tujuan akhir.Karena Yesus berkata, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”

Lebih lanjut...

   

Khotbah Yesaya 55:1-5, Minggu 3 Agustus 2014

Introitus :
“Marilah KepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat Aku akan member kelegaan kepadamu (Matius 11:28)”

Bacaan : Efesus 2:4-9 (tunggal); Khotbah : Yesaya 55:1-5 (antiphonal)

Tema :“Marilah Datang KapadaKu, Engkau akan Berbahagia”

Pendahuluan:
Banyak masalah yang dihadapi oleh setiap orang dalam hidupnya, dalam keluarganya, pekerjaannya, apakah dia tinggal di desa atau di kota-kota besar. Kehidupan yang semakin maju baik di bidang teknologi, komunikasi, transportasi dan informasi, dengan adanya kemajuan zaman ini banyak orang yang tidak dapat menerima bagaimana menghadapi tantangan kemajuan ini sehingga banyak yang stress, depresi, stroke dan mati. Demikian juga hal nya banyak rumah tangga yang retak hubungan suami istri bercerai dan kawin lagi, ada anak sekolah yang stress tidak dapat menyelesaikan studinya ataupun skripsi karena mereka tidak dapat mencari jalan keluar akhirnya gagal dalam karir dan pekerjaannya. Inilah yang dibutuhkan dalam kehidupan setiap orang yaitu bagaimana dan kemana kita mencari jalan keluar dalam setiap permasalahan yang kita hadapi.

Lebih lanjut...

   

Khotbah Roma 8:26-30, Minggu 27 Juli 2014

Introitus :
“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7).Ogen :

Mazmur 119 : 129-136 (Responsoria); Khotbah : Roma 8:26-30 (Tunggal)

Tema :“Roh Kudus menolong saat keluhan tak terucapkan”

1. Pendahuluan
Kelemahan manusia, susah mengakui kelemahannya. Kita merasa tahu akan kebutuhan kita sendiri. Padahal apa yang terbaik buat diri sendiri, manusia tidak kompeten memutuskan kepentingannya sendiri. Pengkhotbah mengatakan “Karena siapakah yang mengetahui apa yang baik bagi manusia sepanjang waktu yang pendek dari hidupnya yang sia-sia, yang ditempuhnya seperti bayangan?” (Pkh. 6:12) Kita seperti anak yang bodoh menangisi buah yang belum matang dan yang tidak cocok untuknya.

Lebih lanjut...

   

Khotbah Yesaya 44:6-8, Minggu 20 Juli 2014

Introitus :
Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Maha Kuasa (Wahyu 1 : 8)

Bacaan : Matius 13 : 24-30; 36-43; Khotbah : Yesaya 44 : 6-8

Thema : Allah Berkuasa Sepanjang Masa

Beginilah Firman Tuhan, Raja dan Penebus Israel Tuhan Semesta Alam: Allah memperkenalkan diriNya kepada umatNya agar umatNya kembali meyakini bahwa Dia tidak main-main menjalankan kehendakNya bagi Israel. dimana Allah memperkenalkan diriNya dengan tiga nama: Raja, Penebus Israel dan Tuhan semesta alam. Dan ketiga nama ini menjadi pokok puji-pujian umat Israel kepada Allahnya, dimana Tuhan adalah Raja Israel sebagai pemimpin baik dikala susah maupun senang, baik dikala perang maupun damai Ia (Raja) tetap menuntun umatNya itu agar tidak gampang terkalahkan jika dalam peperangan maupun tidak sombong jika saat damai. Sebagai pemimpin (Raja), maka Allah juga sebagai penebus, dimana Ia tetap membela umatNya bahkan kita melihat lewat kasihNya Ia terus memperhatikan bahkan Yesus dikorbankan untuk tebusan umatNya. Dan Ia juga memperdulikan sebagai mana Ia menguasai semesta alam, dimana Yesus katakan: Telah diberikan kuasa disorga dan di bumi kepada Ku (Mat 28:18). Sebagaimana Allah yang berkuasa dan Dia mengatakan: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian (Yes 41:4b), dan tidak ada Allah selain dari pada Aku (Yes 43:11). Penegasan ini diungkapkan oleh Allah untuk meyakinkan umatNya juga segenap orang percaya bahwa didunia ini semuanya bertekuk lutut di bawah kuasa Allah. Kuasa Allah itu menuntun umat pilihanNya saatnya kembali dari pembuangan ke negerinya Yerusalem. Dan walaupun saat mengalami penderitaan di pembuangan Allah menjamin bahwa Ia tidak meninggalkan. Janganlah gentar dan janganlah takut (ay 8a), lewat ungkapan ini suatu jaminan Allah bagi orang-orang percaya, maka Ia tetap setia menyertai dan menguatkan hingga Ia datang kembali.

Lebih lanjut...

   

Khotbah Matius 13:1-9; 18-23, Minggu 13 Juli 2014

Introitus :
Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yes.55:11).

Pembacaan : Mazmur 65:2-14; Khotbah : Matius 13:1-9; 18-23

Tema : Tidak sia-sia orang yang menerima Firman Allah.

Pendahuluan :
(1) Allah adalah Yang tidak terbandingkan. Yang tak kelihatan dijadikan kelihatan dan yang tak terdengar dibuat terdengar. Yang tak terbandingkan menyatakan dirinya dalam perumpamaan. Pada satu sisi perumpamaan mempunyai keindahan dan daya tarik tersendiri. Pada sisi lain perumpamaan mengandung sesuatu yang menggelisahkan hati manusia, karena merupakan teka-teki dan pencerminan dari realitas. Manusia diantar dari dunia menuju kepada Allah yang tak terbandingkan. Menyampaikan dengan cara perumpamaan akan lebih mudah diingat.

Lebih lanjut...

   

Page 1 of 78

 

 "SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 42 guests online

Login Form